Health. Diakses pada Agustus 2026. "4 Supplements That Don't Mix Well With Calcium."
Royal Osteoporosis Society. Diakses pada Agustus 2026. "Are There Any Foods I Should Avoid?"
Verywell Health. Diakses pada Agustus 2026. "6 Things to Avoid Mixing With Calcium Supplements."
7 Hal yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi bersama Suplemen Kalsium

- Suplemen kalsium perlu diatur waktu konsumsinya karena kopi, alkohol, dan garam berlebih dapat meningkatkan pengeluaran kalsium atau berkaitan dengan risiko kesehatan tulang.
- Magnesium serta makanan tinggi oksalat, seperti bayam, rhubarb, dan Swiss chard, dapat mengganggu penyerapan kalsium; beri jeda untuk suplemen magnesium.
- Kalsium dapat mengurangi penyerapan zat besi dan kadar dolutegravir dalam Dovato; Dovato diminum dua jam sebelum atau enam jam setelah kalsium.
- Suplemen kalsium perlu diatur waktunya karena kopi, alkohol, dan garam berlebih dapat meningkatkan pengeluaran kalsium atau berkaitan dengan risiko kesehatan tulang.
- Magnesium, makanan tinggi oksalat seperti bayam dan bit, serta zat besi dapat mengganggu penyerapan kalsium atau zat besi bila dikonsumsi bersamaan.
- Suplemen kalsium dapat menurunkan kadar dolutegravir dalam Dovato; obat ini dianjurkan diminum dua jam sebelum atau enam jam setelah kalsium.
Kalsium merupakan salah satu mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi. Tidak sedikit orang yang mengonsumsi suplemen kalsium untuk membantu memenuhi kebutuhan hariannya, terutama ketika asupan dari makanan belum mencukupi.
Namun, minum suplemen kalsium tidak boleh sembarangan. Ada beberapa makanan, minuman, dan suplemen lain yang sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan karena dapat memengaruhi penyerapan kalsium. Apa saja yang perlu diperhatikan?
Table of Content
1. Kopi
Kopi mengandung kafein yang dapat meningkatkan jumlah kalsium yang dikeluarkan tubuh melalui urine. Secara teori, terlalu banyak kehilangan kalsium dapat berdampak pada kesehatan tulang jika asupan kalsium tidak cukup untuk menggantikannya.
Meski begitu, efek kafein terhadap keseimbangan kalsium sebenarnya tergolong kecil. Jika asupan kalsium sehari-hari cukup, minum kopi dalam jumlah wajar umumnya tidak memberikan pengaruh besar terhadap tulang.
Namun, jika asupan kalsium rendah atau memiliki faktor risiko osteoporosis, sebaiknya batasi konsumsi kopi hingga tidak lebih dari empat cangkir sehari.
Perlu diingat juga bahwa kopi yang dibuat dari bubuk kopi memiliki kafein lebih banyak dibandingkan kopi instan.
Jika tetap ingin minum kopi, salah satu cara untuk membantu mengganti kalsium yang hilang adalah menambahkan susu.
2. Alkohol
Mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak dapat meningkatkan risiko osteoporosis dan patah tulang secara signifikan. Seiring bertambahnya usia, risiko tersebut juga bisa makin besar karena tubuh menjadi kurang stabil sehingga mabuk ringan sekalipun dapat meningkatkan kemungkinan terjatuh dan mengalami patah tulang.
Batas konsumsi alkohol yang direkomendasikan adalah tidak lebih dari 14 unit per minggu. Satu unit alkohol setara dengan sekitar 8 gram alkohol.
Sebagai gambaran, satu takaran pub atau sekitar 25 ml wiski, gin, atau brendi mengandung 1 unit alkohol. Setengah pint bir atau sider juga mengandung sekitar satu unit. Sementara itu, segelas kecil wine berukuran 125 ml mengandung sekitar 1,5 unit alkohol.
3. Garam

ilustrasi garam (pexels.com/Tara Winstead) Terlalu banyak mengonsumsi garam dapat menyebabkan lebih banyak kalsium keluar melalui urine. Meski belum diketahui secara pasti apakah kondisi tersebut dapat membuat tulang kehilangan kekuatan dan meningkatkan risiko patah tulang, tetap penting untuk memperhatikan jumlah garam yang dikonsumsi.
Asupan garam yang dianjurkan untuk orang dewasa adalah tidak lebih dari 6 gram per hari atau sekitar satu sendok teh.
Garam tidak selalu berasal dari makanan yang rasanya asin. Banyak makanan sehari-hari yang ternyata mengandung garam cukup tinggi, seperti roti, sereal sarapan, daging olahan seperti ham dan bacon, kaldu instan, makanan siap saji, serta berbagai makanan olahan.
4. Suplemen magnesium
Magnesium merupakan mineral yang berperan dalam ratusan proses di dalam tubuh dan sel. Mineral ini penting untuk kesehatan tulang, otot, jantung, serta berbagai fungsi tubuh lainnya.
Magnesium dan kalsium sebenarnya aman dikonsumsi secara bersamaan. Namun, jika dikonsumsi dalam bentuk suplemen, sebaiknya pertimbangkan untuk memberi jeda waktu di antara keduanya karena kedua mineral tersebut dapat bersaing dalam proses penyerapan.
Konsumsi kalsium dalam dosis sangat tinggi, yaitu lebih dari 2.600 mg per hari, juga dapat memengaruhi kadar magnesium, terutama jika kadar magnesium dalam tubuh memang sudah rendah.
5. Makanan tinggi asam oksalat
Makanan yang tinggi asam oksalat atau oksalat juga dapat menghambat penyerapan kalsium. Hal ini terjadi karena kalsium dan oksalat dapat berikatan di saluran pencernaan dan membentuk kalsium oksalat yang tidak mudah larut.
Akibatnya, tubuh menjadi lebih sulit menyerap kalsium yang seharusnya dibutuhkan. Beberapa makanan yang tinggi oksalat antara lain bayam, bit (daun dan umbi), kangkung, seledri, ubi jalar, dan peterseli.
6. Dovato

ilustrasi minum obat (pexels.com/JESHOOTS.com) Dovato merupakan obat yang mengandung dolutegravir dan digunakan sebagai salah satu terapi HIV. Mengonsumsi suplemen kalsium bersamaan dengan dolutegravir dapat menurunkan kadar obat tersebut di dalam darah.
Karena itu, Dovato sebaiknya dikonsumsi 2 jam sebelum atau 6 jam setelah mengonsumsi suplemen kalsium.
Jika sedang menggunakan obat ini, penting untuk mengikuti aturan waktu konsumsi agar efektivitas obat tetap terjaga.
7. Suplemen dan makanan tinggi zat besi
Kalsium dan zat besi sama-sama merupakan mineral penting bagi tubuh. Namun, mengonsumsi keduanya pada waktu yang sama dapat memengaruhi penyerapan zat besi.
Kalsium dan zat besi nonheme, yaitu jenis zat besi yang berasal dari makanan nabati, dapat bersaing untuk diserap di usus. Kalsium juga dapat berikatan dengan zat besi dan membentuk senyawa yang sulit diserap tubuh.
Pada jenis suplemen kalsium tertentu, seperti kalsium karbonat, penurunan keasaman lambung juga dapat berpotensi mengurangi kelarutan dan penyerapan zat besi nonheme.
Oleh karena itu, jika mengonsumsi suplemen kalsium dan zat besi, sebaiknya jangan diminum secara bersamaan. Berikan jeda waktu di antara keduanya agar penyerapan masing-masing mineral dapat lebih optimal.
Hal yang sama juga perlu diperhatikan ketika mengonsumsi suplemen kalsium bersama makanan yang kaya zat besi, termasuk sayuran berdaun hijau.
Mengonsumsi suplemen kalsium bukan hanya soal menentukan dosis. Apa yang dikonsumsi bersamaan juga perlu diperhatikan karena beberapa makanan, minuman, dan mineral dapat memengaruhi penyerapan kalsium atau bahkan berinteraksi dengan obat tertentu.
Dengan mengetahui apa saja yang sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan kalsium, kamu bisa mengatur waktu konsumsi suplemen dengan lebih tepat. Dengan begitu, kalsium dapat diserap tubuh dengan lebih baik dan manfaatnya untuk kesehatan pun bisa lebih optimal.
Referensi





















