Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Tubuh Berkeringat saat Kamu Gugup?

Kenapa Tubuh Berkeringat saat Kamu Gugup?
ilustrasi punggung basah keringat (magnific.com/magnific)
  • Keringat saat gugup merupakan respons stres alami: amigdala dan hipotalamus mengaktifkan saraf simpatik, memicu mode fight or flight serta menstimulasi kelenjar keringat.

  • Keringat emosional dapat muncul tanpa tubuh kepanasan, terutama di telapak tangan, kaki, dan dahi melalui kelenjar ekrin; sementara kelenjar apokrin dapat berperan pada bau ketiak saat stres.

  • Intensitas keringat berbeda-beda karena genetik, hormon, lingkungan, obat, dan sensitivitas stres. Pernapasan teratur, olahraga, tidur cukup, serta antiperspiran dapat membantu menguranginya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Setidaknya sekali dalam hidup, kamu mungkin pernah mengalami telapak tangah berkeringat saat hendak menghadapi ujian, wawancara kerja, atau berbicara di depan banyak orang. Padahal, ruangan tidak panas.

Keringat yang muncul ketika gugup sebenarnya merupakan reaksi alami tubuh terhadap stres. Otak menganggap situasi tertentu sebagai sesuatu yang menantang atau mengancam, lalu secara otomatis mempersiapkan tubuh untuk menghadapi keadaan tersebut.

  1. 1. Respons stres bermula dari otak

    Saat merasa gugup, otak terlebih dahulu menilai situasi yang sedang dihadapi. Bagian otak yang berperan dalam memproses emosi, termasuk amigdala, kemudian mengirimkan sinyal ke hipotalamus.

    Hipotalamus bertugas mengatur banyak fungsi tubuh yang berlangsung tanpa kita sadari. Ketika menerima sinyal stres, bagian ini mengaktifkan sistem saraf otonom, terutama sistem saraf simpatik. Sistem saraf simpatik kemudian memicu respons yang dikenal sebagai fight or flight, yaitu mekanisme tubuh untuk bersiap menghadapi atau menghindari ancaman.

    Dalam kondisi tersebut, detak jantung dapat meningkat, napas menjadi lebih cepat, tekanan darah naik, dan energi lebih banyak dialirkan ke otot. Kelenjar keringat juga ikut terstimulasi.

    Menariknya, semua proses tersebut bisa terjadi tanpa disadari. Kamu mungkin tahu bahwa presentasi di depan kelas sebenarnya tidak berbahaya, tetapi tubuh tetap bereaksi seolah-olah sedang menghadapi sesuatu yang butuh tindakan cepat.

  2. 2. Mengapa rasa gugup bisa menyebabkan berkeringat

    Saat kamu sedang melakukan aktivitas fisik, tubuh menghasilkan panas lebih banyak. Keringat yang menguap dari permukaan kulit membantu membawa panas tersebut keluar dari tubuh. Namun, keringat akibat rasa gugup sedikit berbeda. Tubuh tidak harus benar-benar kepanasan terlebih dahulu untuk mulai berkeringat.

    Ketika kamu mengalami stres atau rasa gugup, sistem saraf simpatik dapat merangsang kelenjar keringat sebagai bagian dari persiapan tubuh menghadapi aktivitas fisik. Akibatnya, kamu bisa berkeringat meski hanya duduk diam di ruang ujian atau menunggu giliran wawancara.

    Keringat untuk mengatur suhu tubuh utamanya dikendalikan oleh saraf simpatik yang menggunakan asetilkolin sebagai pembawa pesan untuk mengaktifkan kelenjar keringat ekrin. Respons emosional juga dapat memengaruhi kelenjar tersebut, terutama di telapak tangan, telapak kaki, dan dahi.

  3. 3. Ada dua jenis kelenjar keringat

    Ilustrasi seseorang berkeringat dengan wajah tampak basah, menggambarkan kondisi tubuh yang kepanasan.
    ilustrasi berkeringat (pexels.com/cottonbro studio)

    Tubuh memiliki dua jenis utama kelenjar keringat, yaitu kelenjar ekrin dan apokrin.

    Kelenjar ekrin tersebar luas di permukaan kulit dan menghasilkan cairan yang sebagian besar berupa air. Kelenjar ini berperan penting dalam mengatur suhu tubuh. Namun, aktivitasnya juga dapat meningkat ketika seseorang mengalami emosi yang kuat, termasuk rasa gugup.

    Sementara itu, kelenjar apokrin terutama terdapat di area ketiak dan selangkangan. Kelenjar ini mulai aktif setelah seseorang memasuki masa pubertas dan menghasilkan cairan yang lebih kental, mengandung lemak serta protein.

    Sekresi dari kelenjar apokrin sebenarnya tidak langsung menyebabkan bau badan. Bau tersebut muncul ketika bakteri di permukaan kulit memecah komponen dalam sekresi tersebut.

    Itulah sebabnya keringat saat gugup terkadang terasa berbeda dari keringat setelah berolahraga. Telapak tangan yang basah biasanya berkaitan dengan aktivitas kelenjar ekrin, sedangkan bau ketiak yang lebih kuat ketika stres dapat melibatkan kelenjar apokrin.

  4. 4. Mengapa telapak tangan basah saat gugup?

    Telapak tangan dan telapak kaki merupakan bagian tubuh yang cukup sensitif terhadap keringat akibat emosi. Karena itu, tidak heran jika tangan terasa lembap sebelum melakukan sesuatu yang membuat kita tegang.

    Dari sudut pandang evolusi, respons tersebut mungkin pernah memberikan keuntungan. Telapak tangan yang sedikit lembap dapat membantu meningkatkan daya cengkeram ketika seseorang harus memegang benda, memanjat, atau menghadapi situasi yang membutuhkan aktivitas fisik.

    Saat ini, kita tentu tidak perlu melarikan diri dari predator ketika akan mengikuti wawancara kerja. Namun, sistem saraf manusia masih memiliki mekanisme otomatis yang sama. Situasi yang menegangkan secara psikologis dapat memicu respons tubuh yang dahulu berguna untuk menghadapi ancaman fisik.

  5. 5. Mengapa setiap orang berkeringat dengan intensitas berbeda?

    Tidak semua orang mengalami keringat akibat gugup dalam jumlah yang sama. Ada yang cuma merasakan telapak tangan sedikit lembap, sementara orang lain bisa berkeringat cukup banyak hingga pakaian terlihat basah.

    Perbedaan ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk genetik, kadar hormon, suhu lingkungan, obat-obatan tertentu, serta seberapa sensitif tubuh seseorang terhadap stres dan kecemasan.

    Berkeringat sesekali sebelum menghadapi situasi yang menegangkan umumnya normal. Namun, jika keringat muncul secara berlebihan, berlangsung terus-menerus, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Keringat berlebihan dapat berkaitan dengan hiperhidrosis atau kondisi medis tertentu lainnya.

  6. 6. Cara mengurangi keringat saat gugup

    Ilustrasi wajah pria dengan butiran keringat di dahi, menggambarkan kondisi panas atau tubuh yang sedang berkeringat.
    ilustrasi keringat di dahi (unsplash.com/Hans Reniers)

    Keringat akibat rasa gugup mungkin tidak selalu bisa dicegah sepenuhnya, tetapi respons tubuh tersebut dapat dikurangi.

    Latihan pernapasan secara perlahan dan teratur dapat membantu tubuh menjadi lebih tenang. Aktivitas fisik rutin, tidur yang cukup, dan membiasakan diri menghadapi situasi yang membuat cemas secara bertahap juga dapat membantu mengurangi respons stres.

    Pakaian berbahan ringan dan mudah menyerap keringat bisa digunakan. Antiperspiran juga dapat membantu mengurangi produksi keringat pada area tertentu.

    Jadi, kalau telapak tanganmu mendadak basah sebelum presentasi atau wawancara kerja, sebenarnya tubuh sedang menjalankan sistem pertahanannya. Memang terasa mengganggu, tetapi keringat akibat gugup merupakan salah satu contoh menarik tentang bagaimana otak, emosi, dan tubuh saling terhubung.

    Referensi

    Cleveland Clinic. Diakses pada Agustus 2026. "Breaking a Sweat: Why You Sweat and What It Says About Your Health."

    Cleveland Clinic. Diakses pada Agustus 2026. "Sweat."

    Cramer, M. N., Gagnon, D., Laitano, O., & Crandall, C. G. (2022). "Human temperature regulation under heat stress in health, disease, and injury." Physiological Reviews, 102(4), 1907–1989. https://doi.org/10.1152/physrev.00047.2021.

    Healthline. Diakses pada Agustus 2026. "Anxiety Got You in a Sweat? Why Anxiety Sweating Happens and How to Handle It."

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More