Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Minyak Ikan untuk Otak, Studi 2 Tahun Tidak Menemukan Manfaat
ilustrasi minum suplemen minyak ikan (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)
  • Dalam uji coba pada 365 orang dewasa berusia 55–80 tahun, suplemen DHA dosis tinggi meningkatkan penanda DHA di cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang.

  • Setelah dua tahun, peneliti tidak menemukan perbedaan bermakna pada hasil tes kognitif maupun perubahan volume otak antara kelompok suplemen dan plasebo.

  • Temuan ini berlaku untuk kelompok dan dosis yang diteliti. Studi tersebut tidak menguji manfaat makan ikan atau pola makan sehat secara keseluruhan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kapsul minyak ikan kerap dikonsumsi dengan harapan daya ingat terjaga seiring bertambahnya usia. Namun, sebuah uji klinis terbaru menemukan bahwa suplemen DHA dosis tinggi tidak memperbaiki hasil tes kognitif atau mencegah penyusutan bagian otak yang berperan dalam memori selama dua tahun. Temuan ini berasal dari penelitian yang diterbitkan dalam jurnal eBioMedicine.

Peserta dibagi secara acak untuk menerima 2.000 miligram DHA setiap hari atau plasebo

Peneliti melibatkan 365 orang berusia 55–80 tahun yang belum mengalami demensia, jarang mengonsumsi DHA dari makanan, dan memiliki setidaknya satu faktor risiko demensia. Sekitar 47 persen peserta membawa varian gen APOE ε4, yang berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit Alzheimer, tetapi keberadaan gen ini tidak berarti seseorang pasti akan mengalami penyakit tersebut.

Peserta dibagi secara acak untuk menerima 2.000 miligram DHA setiap hari atau plasebo—bahan pembanding tanpa zat aktif—selama dua tahun. Uji coba ini menggunakan metode double-blind, artinya peserta dan peneliti tidak mengetahui siapa yang menerima suplemen sampai penelitian selesai.

DHA masuk ke sistem saraf, tetapi hasil tes tidak berubah

ilustrasi suplemen minyak ikan (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

Enam bulan setelah konsumsi dimulai, pemeriksaan menunjukkan peningkatan penanda DHA dalam cairan serebrospinal—cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Artinya, suplemen tersebut memang meningkatkan DHA di sistem saraf pusat.

Namun, perubahan itu tidak diikuti perbedaan yang terukur pada hasil tes kognitif setelah dua tahun. Pemindaian otak juga tidak menunjukkan bahwa DHA mencegah penyusutan hipokampus, bagian otak yang berperan dalam pembentukan dan pengelolaan memori. Hasil kelompok suplemen tidak lebih baik secara bermakna dibandingkan kelompok plasebo.

Itu artinya, peningkatan kadar DHA di sistem saraf tidak otomatis berarti fungsi kognitif ikut membaik. Penelitian ini tidak menemukan bukti bahwa suplemen DHA dosis tinggi memberi perlindungan terukur terhadap perubahan kognitif atau struktur otak pada peserta selama masa studi.

Apa yang belum bisa disimpulkan?

Penelitian ini tidak menguji apakah makan ikan atau mengikuti pola makan seimbang dapat membantu kesehatan otak. Peneliti juga belum dapat menyimpulkan bahwa suplemen DHA tidak berguna untuk semua orang atau untuk tujuan kesehatan lain. Hasilnya terbatas pada peserta dengan karakteristik tertentu, dosis yang diuji, serta masa pengamatan dua tahun.

Ada pula batasan dalam pelaksanaannya, yakni sekitar 38 persen peserta tidak menyelesaikan seluruh masa tindak lanjut, terutama karena pandemi COVID-19. Karena itu, hasil penelitian ini bukan jawaban final untuk semua orang.

Peneliti sedang menelaah bagaimana otak menyerap dan menggunakan omega-3. Mereka juga menduga manfaat nutrisi dapat dipengaruhi pola makan dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Namun, kemungkinan tersebut masih perlu diteliti karena uji coba ini sendiri tidak membandingkan suplemen dengan pola makan tertentu.

Kesimpulannya, studi ini tidak mendukung penggunaan DHA dosis tinggi sebagai cara yang terbukti mencegah Alzheimer atau menjaga memori pada kelompok yang diteliti. Orang yang sedang menggunakan suplemen atas anjuran tenaga kesehatan sebaiknya membicarakan hasil studi ini dengan dokter sebelum mengubah konsumsinya.

Referensi

Hussein N. Yassine et al., “CNS Target Engagement of High-Dose DHA Supplementation in Older Adults at Risk for Dementia: A Randomised, Double-Blind, Placebo-Controlled Trial,” eBioMedicine 129 (2026): 106316, https://doi.org/10.1016/j.ebiom.2026.106316.

University of Southern California–Health Sciences, “Millions Take Fish Oil for Brain Health. A Two-Year Study Found No Benefit,” ScienceDaily, 22 Oktober 2026, https://www.sciencedaily.com/releases/2026/10/261020085427.htm.

Curated For You

Editorial Team

Related Article