Referensi
Vatican News, “Pope Leo: I Will Undergo Surgery Soon to Remove Nodule in My Lung,” diakses 11 Oktober 2026.
American Cancer Society, “Lung Nodules,” diakses 11 Oktober 2026.
American Thoracic Society, “What Is a Lung Nodule?,” diakses 11 Oktober 2026.
American Lung Association, “Lung Nodules (Pulmonary Nodules),” diakses 11 Oktober 2026.
MedlinePlus, “Solitary Pulmonary Nodule,” diakses 11 Oktober 2026.
American Cancer Society, “Lung Nodules”; Expert Panel on Interventional Radiology et al., “ACR Appropriateness Criteria® Radiologic Management of Pulmonary Nodules and Masses: Update 2025,” Journal of the American College of Radiology 23, no. 5 (2026): 915–27, https://doi.org/10.1016/j.jacr.2026.01.027.
Cleveland Clinic, “Pulmonary (Lung) Nodules: Causes, Symptoms & Treatment,” diakses 11 Oktober 2026.
Nodul Paru: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Perawatan

Nodul paru adalah temuan pada pemeriksaan pencitraan, bukan nama penyakit atau diagnosis kanker. Penyebabnya bisa berupa bekas infeksi, jaringan parut, peradangan, hingga kanker.
Nodul kecil sering tidak menimbulkan gejala. Dokter menilai ukuran, bentuk, pertumbuhan, riwayat kesehatan, dan faktor risiko untuk menentukan langkah berikutnya.
Penanganan dapat berupa pemantauan dengan CT scan, pemeriksaan lanjutan, biopsi, atau operasi. Tidak semua nodul perlu diangkat.
Pada Minggu (11/10/2026), Paus Leo XIV mengatakan bahwa dokter menemukan nodul terlokalisasi di paru-parunya saat pemeriksaan medis dan menyarankan operasi dalam beberapa hari. Prosedur itu dijadwalkan di Rumah Sakit Gemelli, Roma. Juru bicara Vatikan memperkirakan ia akan dirawat sekitar satu minggu.
Kata nodul dapat membuat orang langsung khawatir akan kanker. Namun, nodul paru adalah temuan pada pencitraan, biasanya CT scan, bukan diagnosis.
Berikut ini fakta-fakta penting seputar nodul paru.
Table of Content
1. Apa itu nodul paru?
Nodul paru adalah area kecil yang tampak berbeda dari jaringan paru di hasil pencitraan; umumnya ukurannya tidak lebih dari 3 sentimeter.
Nodul dapat ditemukan saat seseorang menjalani CT scan atau rontgen karena alasan lain, seperti pemeriksaan infeksi atau masalah kesehatan yang berbeda.
Banyak nodul berukuran kecil tidak menimbulkan keluhan. Sebagian orang baru mengetahuinya setelah membaca hasil pemeriksaan untuk kondisi lain. American Thoracic Society menyebut kurang dari 5 persen nodul paru secara keseluruhan ternyata kanker.
2. Penyebab nodul paru

ilustrasi organ paru-paru (IDN Times/NRF) Nodul bisa terbentuk setelah infeksi paru meninggalkan jaringan parut atau kumpulan sel radang. Tuberkulosis dan beberapa infeksi jamur, misalnya, dapat meninggalkan bekas semacam ini.
Peradangan akibat penyakit autoimun seperti artritis reumatoid atau sarkoidosis, paparan iritan yang terhirup, serta tumor jinak juga bisa menjadi penyebab.
Sebagian nodul berhubungan dengan kanker yang berawal di paru atau kanker dari organ lain yang menyebar ke paru.
Nodul tunggal maupun beberapa nodul tidak langsung memastikan penyebab tertentu. Infeksi dan peradangan juga dapat menimbulkan lebih dari satu nodul; dokter menilai setiap temuan bersama hasil pemindaian dan riwayat kesehatan pasien.
3. Gejala nodul paru
Nodul kecil biasanya tidak menimbulkan gejala. Jika keluhan muncul, penyebabnya bisa berasal dari penyakit yang mendasari atau kondisi lain, bukan nodul itu sendiri.
Batuk yang menetap, sesak napas, nyeri dada, demam, batuk berdarah, atau penurunan berat badan tanpa sebab perlu dibicarakan dengan dokter. Gejala-gejala tersebut tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami kanker paru.
4. Bagaimana dokter memeriksanya?

ilustrasi pasien menjalani CT scan (IDN Times/NRF) Dokter akan melihat ukuran, bentuk, letak, dan tampilan nodul—misalnya padat atau tampak seperti area berkabut—serta membandingkannya dengan hasil CT atau rontgen lama.
Perubahan ukuran dari waktu ke waktu dapat membantu menilai langkah selanjutnya.
Faktor seperti usia, riwayat merokok, paparan tertentu, dan riwayat kanker juga dapat masuk dalam penilaian risiko.
Apabila nodul tampak berisiko rendah, dokter mungkin menyarankan pemantauan dengan CT scan ulang. Jika ukurannya bertambah atau cirinya mencurigakan, pemeriksaan dapat dilanjutkan dengan PET-CT atau biopsi.
Sampel biopsi bisa diambil melalui saluran napas dengan bronkoskop atau menggunakan jarum yang diarahkan ke nodul. Pemeriksaan jaringan di laboratorium membantu menentukan apakah nodul berkaitan dengan kanker, infeksi, jaringan parut, atau kondisi lain.
5. Apakah semua nodul perlu diobati atau diangkat?
Nodul yang dinilai jinak dan tidak berubah mungkin hanya perlu dipantau; sebagian tidak memerlukan pengobatan khusus.
Jika pemeriksaan menunjukkan infeksi atau peradangan aktif, dokter akan menangani penyebab tersebut.
Operasi dapat dipertimbangkan jika nodul memiliki ciri yang lebih mencurigakan atau sulit dijangkau dengan metode biopsi lain. Keputusan bergantung pada risiko dan kondisi masing-masing pasien.
Jadi, rencana operasi tidak berarti suatu nodul adalah kanker.
6. Komplikasi dan risiko pemeriksaan

ilustrasi pasien melakukan konsultasi dengan dokter (pexels.com/cottonbro studio) Nodul kecil umumnya tidak menyebabkan masalah. Dalam kasus yang jarang, nodul jinak yang lebih besar dapat menekan atau menyumbat saluran napas. Jika nodul ternyata kanker, dampak dan risikonya bergantung pada jenis serta perkembangan penyakitnya.
Pemeriksaan untuk mencari tahu penyebab nodul juga memiliki risiko. Biopsi, misalnya, dapat menyebabkan paru mengempis sebagian (pneumotoraks), perdarahan, atau infeksi. Dokter akan menimbang manfaat pemeriksaan invasif terhadap risikonya dan dapat memilih pemantauan CT untuk nodul tertentu.
Menemukan nodul pada hasil pemindaian bisa memunculkan banyak pertanyaan. Yang terpenting, pahami bahwa nodul paru menggambarkan apa yang terlihat di gambar. Penentuan penyebab memerlukan penilaian lebih lanjut.























