Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Orang Tua Kena Kanker, Apakah Anak Pasti Kena Kanker Juga?
ilustrasi foto keluarga (pexels.com/Tuti Isnawati)
  • Kanker tidak diwariskan sebagai penyakit, tetapi beberapa perubahan gen yang meningkatkan risikonya dapat diwariskan.

  • Mewarisi varian gen bukan berarti pasti terkena kanker. Peluang mewarisi varian juga berbeda dari peluang mengalami kanker.

  • Jenis kanker, usia diagnosis, dan pola pada kerabat membantu dokter menentukan apakah konseling atau tes genetik tepat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mendengar orang tua didiagnosis kanker bisa memunculkan kekhawatiran tentang risiko anak dan anggota keluarga lain. Perlu dipahami bahwa kanker itu sendiri tidak diwariskan, tetapi sebagian perubahan gen yang meningkatkan risiko kanker dapat diturunkan dari orang tua kepada anak.

“Sebetulnya yang diturunkan bukan kankernya, tetapi gennya. Mutasi pada gen tertentu menyebabkan seseorang memiliki kerentanan untuk mengalami kanker,” jelas dr. Ditia Gilang Shah Putra Rahim, Sp.A, dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, mengutip laman IPB University.

Perubahan gen tidak selalu berarti kanker akan muncul

Gen berisi instruksi yang membantu sel bekerja dan tumbuh. Perubahan gen tertentu dapat mengganggu mekanisme yang menjaga pertumbuhan sel tetap terkendali. Sebagian perubahan itu muncul sepanjang hidup, misalnya ketika sel membelah atau setelah terpapar faktor lingkungan, dan sebagian kecil sudah dibawa sejak lahir karena diwarisi dari orang tua.

National Cancer Institute memperkirakan sekitar 5–10 persen dari seluruh kanker berkaitan dengan perubahan gen berbahaya yang diwariskan. Artinya, sebagian besar kanker tidak terjadi karena seseorang mewarisi varian gen dari orang tuanya. Memiliki varian yang meningkatkan risiko pun tidak berarti seseorang pasti akan terkena kanker.

Pada beberapa kondisi, seperti perubahan pada gen BRCA1, risiko kanker dapat meningkat karena fungsi gen yang membantu menjaga dan memperbaiki DNA terganggu. Namun, satu perubahan gen bukanlah kepastian bahwa kanker akan berkembang. Proses terjadinya kanker biasanya melibatkan perubahan lain seiring waktu.

“Di dalam tubuh ada dua salinan BRCA1. Jika salah satunya mengalami mutasi, salinan lainnya masih dapat membantu memperbaiki DNA yang rusak. Jadi, mewarisi mutasi gen tidak berarti seseorang pasti mengalami kanker,” paparnya.

Risiko mewarisi gen bukan peluang terkena kanker

ilustrasi DNA (unplash.com/DNA particles)

Untuk sebagian varian yang diwariskan dengan pola autosomal dominan, anak dari orang tua pembawa varian memiliki peluang 1 banding 2 untuk mewarisi varian tersebut. Angka ini merujuk pada peluang mewarisi perubahan gen, bukan peluang terkena kanker.

Peluang kanker dipengaruhi jenis gen, usia, faktor kesehatan lain, dan pola pewarisan yang berlaku. Tidak semua perubahan gen kanker mengikuti pola yang sama.

Kanker yang muncul pada beberapa anggota keluarga juga belum tentu disebabkan oleh perubahan gen yang diwariskan. Kerabat dapat memiliki kebiasaan atau lingkungan yang sama, seperti paparan asap rokok. Beberapa jenis kanker juga cukup sering terjadi sehingga dapat muncul di keluarga secara kebetulan. Karena itu, riwayat kanker keluarga perlu dilihat dari jenis kanker, usia saat didiagnosis, dan hubungan kekerabatan.

Apa yang ditemukan dalam penelitian di Indonesia?

Studi yang terbit di jurnal Scientific Reports pada 2025 memeriksa 159 orang dari 55 keluarga di Indonesia yang memiliki riwayat kanker. Peneliti menemukan varian gen patogen pada 10 keluarga; enam di antaranya dikonfirmasi sebagai keluarga dengan kanker herediter. Dalam kelompok penelitian ini, varian patogen lebih sering ditemukan pada kasus yang terdiagnosis sebelum usia 40 tahun dibandingkan pada kasus yang muncul pada usia lebih tua.

Temuan itu menunjukkan bahwa pemeriksaan genetik dapat membantu sebagian keluarga. Namun, peserta penelitian memang dipilih karena keluarganya memiliki riwayat kanker, tidak menggambarkan persentase seluruh keluarga di Indonesia yang membawa varian gen kanker.

Kapan riwayat keluarga perlu dibicarakan dengan dokter?

ilustrasi konsultasi dokter (vecteezy.com/korawat thatinchan)

Konseling atau pemeriksaan genetik bisa dipertimbangkan jika kanker muncul pada usia muda, seseorang mengalami lebih dari satu jenis kanker, atau ada beberapa anggota keluarga dekat yang memiliki kanker yang sama atau saling berkaitan. Riwayat kanker yang jarang terjadi atau adanya mutasi gen yang sudah diketahui dalam keluarga juga bisa menjadi alasan untuk berkonsultasi. Dokter atau konselor genetik akan meninjau riwayat kesehatan keluarga secara menyeluruh.

Jika memungkinkan, tes genetik biasanya dilakukan terlebih dahulu pada anggota keluarga yang pernah atau sedang menderita kanker. Hasilnya dapat membantu menentukan apakah anggota keluarga lain yang sehat perlu menjalani pemeriksaan serupa. Tes untuk mencari gen yang diwariskan juga berbeda dengan pemeriksaan pada jaringan tumor yang digunakan untuk membantu menentukan pengobatan.

Hasil tes yang positif tidak berarti seseorang pasti akan terkena kanker, tetapi dapat membantu dokter menyusun langkah pemantauan atau pencegahan yang sesuai. Sebaliknya, hasil negatif tidak selalu berarti risikonya hilang, terutama jika riwayat kanker dalam keluarga masih kuat.

Sebagai langkah awal, ketahui jenis kanker yang pernah dialami orang tua, saudara kandung, dan kerabat dekat lainnya, termasuk usia saat diagnosis. Informasi ini dapat membantu dokter atau konselor genetik menilai apakah pemeriksaan lebih lanjut diperlukan.

Referensi

IPB University, “Apakah Kanker Diturunkan dari Orang Tua? Dokter IPB University Jelaskan Peran Gen dan Kapan Perlu Tes Genetik,” diakses 27 Oktober 2026.

National Cancer Institute, “Genetic Testing for Inherited Cancer Risk,” diakses 27 Oktober 2026.

National Cancer Institute, “The Genetics of Cancer,” diakses 27 Oktober 2026.

National Cancer Institute, “Cancer Genetics Risk Assessment and Counseling (PDQ®)–Health Professional Version,” diakses 27 Oktober 2026.

Muflihatul Muniroh et al., “Pathogenic Variants in Affected and Unaffected Individuals from Indonesian Familial Cancer: A Multigene Panel Analysis,” Scientific Reports 15, no. 1 (2025): 43981, https://doi.org/10.1038/s41598-025-27710-6.

Centers for Disease Control and Prevention, “Genetic Counseling,” diakses 27 Oktober 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article