Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kanker Payudara Tidak Selalu Menyebabkan Nyeri, Ini Penyebabnya

5 min read
Kanker Payudara Tidak Selalu Menyebabkan Nyeri, Ini Penyebabnya
ilustrasi seorang perempuan mengalami nyeri pada payudara (magnific.com/kues1)

  • Kanker payudara tahap awal sering tidak menimbulkan nyeri karena tumor kecil belum menekan saraf atau jaringan sekitar; benjolan tanpa rasa sakit tetap perlu diperiksa.
  • Nyeri dapat muncul saat tumor membesar, menekan jaringan, menyebar, atau pada kanker inflamasi; namun intensitas nyeri tidak menentukan stadium maupun penyebaran kanker.
  • Nyeri payudara lebih sering terkait hormon atau kondisi nonkanker. Waspadai benjolan, perubahan kulit atau puting, cairan abnormal, serta lakukan pemeriksaan medis dan skrining sesuai rekomendasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kanker payudara sering dikaitkan dengan benjolan yang terasa nyeri. Padahal, benjolan akibat kanker tidak selalu menimbulkan rasa sakit. Pada tahap awal, kanker payudara bahkan dapat berkembang tanpa gejala yang jelas sehingga perubahan pada payudara kerap tidak disadari.

Hal ini karena tumor yang masih kecil belum tentu menekan saraf atau memengaruhi jaringan di sekitarnya. Karena itu, ada atau tidaknya nyeri tidak bisa dijadikan satu-satunya tanda kanker payudara. Memahami hal ini penting agar perubahan pada payudara tidak diabaikan hanya karena tidak sakit.

  1. 1. Ukuran tumor yang masih kecil belum tentu mengganggu saraf

    Nyeri muncul ketika jaringan mengalami kerusakan atau saraf teriritasi. Namun, tidak semua pertumbuhan sel abnormal langsung memicu respons tersebut.

    Pada kanker payudara stadium awal, tumor sering kali masih terbatas di jaringan payudara dan belum menekan saraf atau struktur sensitif di sekitarnya. Akibatnya, kanker dapat berkembang tanpa menimbulkan rasa sakit.

    Karena gejalanya sering tidak jelas, sebagian orang baru menyadari adanya kanker setelah menemukan benjolan, melihat perubahan pada payudara, atau menjalani skrining. Itulah sebabnya, benjolan yang tidak terasa nyeri tetap perlu diperiksa. Sebaliknya, benjolan yang terasa sakit juga tidak selalu berarti kanker.

  2. 2. Kapan kanker payudara bisa menyebabkan nyeri?

    Walaupun sering tidak menimbulkan nyeri pada tahap awal, kanker payudara dapat menyebabkan rasa sakit dalam kondisi tertentu. Ini bisa terjadi ketika tumor membesar dan mulai menekan saraf, otot, tulang rusuk, atau jaringan di sekitarnya. Nyeri juga dapat muncul saat kanker menyebar ke bagian tubuh lain, termasuk tulang, dan biasanya terasa lebih berat atau menetap.

    Beberapa jenis kanker payudara bahkan dapat menimbulkan nyeri sejak awal. Salah satunya adalah kanker payudara inflamasi, yang dapat menyebabkan payudara membengkak, kemerahan, terasa hangat, dan nyeri akibat gangguan pada aliran pembuluh getah bening di kulit.

    Meski demikian, rasa sakit bukan penentu stadium kanker. Tingkat keparahan dan penyebaran kanker hanya dapat dinilai melalui pemeriksaan medis, bukan berdasarkan intensitas nyeri yang dirasakan.

  3. 3. Nyeri payudara tidak selalu menandakan kanker

    Seorang perempuan memegang area dadanya sebagai ilustrasi nyeri payudara dan rasa tidak nyaman yang dirasakan.
    ilustrasi nyeri payudara (unsplash.com/Sasun Bughdaryan)

    Nyeri payudara merupakan keluhan yang cukup umum dan sebagian besar tidak disebabkan oleh kanker. Penyebabnya bisa berupa perubahan hormon menjelang menstruasi, penggunaan kontrasepsi hormonal, terapi hormon, kista jinak, infeksi, atau efek samping obat tertentu.

    Nyeri yang dipengaruhi hormon biasanya terasa pada kedua payudara dan berubah mengikuti siklus menstruasi. Sementara itu, nyeri yang menetap di satu titik atau hanya pada satu payudara perlu mendapat perhatian, terutama jika disertai perubahan lain.

    Meski demikian, pola nyeri saja tidak dapat memastikan ada tidaknya kanker. Kanker payudara tidak selalu menyebabkan nyeri pada satu sisi, dan nyeri pada satu payudara juga belum tentu berbahaya.

    Karena itu, jangan langsung menganggap nyeri payudara sebagai tanda kanker. Namun, keluhan yang berlangsung terus-menerus atau disertai gejala tidak biasa sebaiknya tidak diabaikan dan perlu diperiksakan ke dokter.

  4. 4. Kenali gejala kanker payudara selain nyeri

    Karena kanker payudara dapat berkembang tanpa menimbulkan nyeri, penting untuk mengenali perubahan lain pada payudara. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:

    • Muncul benjolan atau penebalan baru di payudara atau ketiak.
    • Perubahan ukuran atau bentuk payudara tanpa sebab yang jelas.
    • Kulit payudara tampak berlekuk, tertarik, atau menyerupai kulit jeruk.
    • Puting tertarik ke dalam atau mengalami perubahan bentuk yang baru.
    • Keluar cairan tidak biasa dari puting, terutama jika bercampur darah.
    • Kulit payudara menjadi kemerahan, bersisik, atau berubah tekstur.
    • Sebagian payudara membengkak atau terasa berbeda dari biasanya.

    Satu atau beberapa gejala tersebut tidak selalu berarti kanker payudara karena dapat disebabkan oleh kondisi lain yang tidak ganas. Namun, perubahan tersebut tetap perlu diperiksakan untuk mengetahui penyebabnya. Nyeri yang menetap di satu area, terutama selama beberapa minggu atau disertai benjolan maupun perubahan kulit, juga sebaiknya tidak diabaikan.

  5. 5. Mengapa pemeriksaan skrining tetap penting?

    Salah satu tantangan dalam mendeteksi kanker payudara adalah penyakit ini dapat berkembang tanpa menimbulkan gejala. Jika hanya mengandalkan rasa sakit sebagai tanda peringatan, kanker bisa baru terdeteksi setelah muncul perubahan yang lebih jelas.

    Mammografi merupakan pemeriksaan pencitraan yang dapat membantu mendeteksi kelainan payudara, termasuk tumor yang belum dapat diraba atau belum menimbulkan nyeri. Karena itu, pemeriksaan ini menjadi salah satu metode skrining penting untuk menemukan kanker payudara sedini mungkin.

    Waktu skrining perlu disesuaikan dengan usia, riwayat kesehatan, faktor risiko, dan rekomendasi medis yang berlaku. Orang dengan riwayat keluarga kanker payudara yang kuat, risiko genetik tertentu, atau riwayat radioterapi pada area dada mungkin memerlukan strategi skrining yang berbeda.

  6. 6. Apa yang perlu dilakukan jika payudara terasa nyeri?

    Ilustrasi pemeriksaan payudara sebagai bagian dari upaya mengenali perubahan dan menjaga kesehatan.
    ilustrasi memeriksa payudara (unsplash.com/Sasun Bughdaryan)

    Jika mengalami nyeri payudara, perhatikan kapan keluhan muncul, berapa lama berlangsung, apakah terjadi pada satu atau kedua payudara, serta apakah berkaitan dengan siklus menstruasi. Amati juga adanya benjolan, perubahan pada puting, atau kelainan kulit yang menyertainya.

    Informasi tersebut dapat membantu dokter menilai kemungkinan penyebab dan menentukan perlunya pemeriksaan lanjutan. Karena itu, jangan mencoba menegakkan diagnosis hanya berdasarkan lokasi atau tingkat nyeri.

    Segera temui dokter jika nyeri menetap, memburuk, atau disertai benjolan baru, cairan puting yang tidak biasa, perubahan kulit, maupun pembengkakan kelenjar di ketiak. Pemeriksaan segera juga diperlukan jika payudara tiba-tiba menjadi merah, hangat, dan bengkak, terutama bila disertai demam, karena infeksi bisa menjadi penyebabnya.

    Jadi, kanker payudara tidak selalu menimbulkan nyeri karena tumor pada tahap awal dapat tumbuh tanpa memengaruhi saraf atau jaringan di sekitarnya. Sebaliknya, nyeri payudara lebih sering disebabkan oleh kondisi selain kanker. Kenali perubahan pada payudara dan segera periksakan diri jika muncul gejala yang mencurigakan.

    Referensi

    American Cancer Society. Diakses pada Oktober 2026. "Does Breast Pain Mean Cancer?"

    Cleveland Clinic. Diakses pada Oktober 2026. "9 Myths About Breast Cancer: What’s True and What’s Not."

    Living Beyond Breast Cancer. Diakses pada Oktober 2026. "Pain."

    SELF. Diakses pada Oktober 2026. "Yes, Breast Cancer Can Hurt—Here’s Why Doctors Want to Put This Myth to Rest."

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More