ilustrasi menghabiskan waktu berkualitas bersama sahabat (pexels.com/Matheus Ferrero)
Solusi dari kesepian bukan berarti harus punya banyak teman. Penelitian menyebut, kualitas hubungan lebih penting daripada jumlah hubungan.
Beberapa langkah yang dapat membantu antara lain:
Pertahankan hubungan yang bermakna. Kontak rutin dengan keluarga, sahabat, atau komunitas dapat membantu mengurangi perasaan terisolasi.
Bergabung dengan aktivitas sosial. Kelompok olahraga, komunitas hobi, kegiatan sukarela, atau organisasi sosial dapat membantu memperluas interaksi sosial.
Jaga kesehatan mental. Jika kesepian berlangsung lama dan memengaruhi kehidupan sehari-hari, bantuan profesional dari psikolog atau psikiater dapat membantu.
Tetap aktif secara fisik. Aktivitas fisik tidak hanya baik untuk jantung, tetapi juga terbukti membantu memperbaiki suasana hati dan meningkatkan interaksi sosial.
Kesepian memang tidak memiliki tanda yang bisa diukur seperti tekanan darah atau tingkat kolesterol. Akan tetapi, makin banyak penelitian menunjukkan bahwa dampaknya terhadap kesehatan kardiovaskular tidak bisa dianggap remeh.
Orang yang mengalami kesepian kronis cenderung memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung, stroke, dan kematian dini. Hubungan ini diduga terjadi melalui berbagai mekanisme, mulai dari peningkatan hormon stres dan peradangan hingga perubahan perilaku yang kurang sehat.
Jadi, selain pola makan dan rutin berolahraga, memiliki hubungan sosial yang bermakna dan terhubung dengan orang lain juga merupakan bagian penting dari jantung sehat sekaligus kesehatan secara menyeluruh.
Referensi
Nicole K Valtorta et al., “Loneliness and Social Isolation as Risk Factors for Coronary Heart Disease and Stroke: Systematic Review and Meta-analysis of Longitudinal Observational Studies,” Heart 102, no. 13 (April 18, 2016): 1009–16, https://doi.org/10.1136/heartjnl-2015-308790.
Laura Alejandra Rico-Uribe et al., “Association of Loneliness With All-cause Mortality: A Meta-analysis,” PLoS ONE 13, no. 1 (January 4, 2018): e0190033, https://doi.org/10.1371/journal.pone.0190033.
John T. Cacioppo and Louise C. Hawkley, “Perceived Social Isolation and Cognition,” Trends in Cognitive Sciences 13, no. 10 (September 1, 2009): 447–54, https://doi.org/10.1016/j.tics.2009.06.005.
John T. Cacioppo et al., “Loneliness and Health: Potential Mechanisms,” Psychosomatic Medicine 64, no. 3 (May 1, 2002): 407–17, https://doi.org/10.1097/00006842-200205000-00005.
Louise C. Hawkley et al., “Loneliness Predicts Increased Blood Pressure: 5-year Cross-lagged Analyses in Middle-aged and Older Adults.,” Psychology and Aging 25, no. 1 (March 1, 2010): 132–41, https://doi.org/10.1037/a0017805.
American Heart Association. “Inflammation and Heart Disease.” Diakses Juni 2026.
World Health Organization. "Social Connection as a Public Health Priority. Diakses Juni 2026.
Julianne Holt-Lunstad, “Social Connection as a Public Health Issue: The Evidence and a Systemic Framework for Prioritizing the ‘Social’ in Social Determinants of Health,” Annual Review of Public Health 43, no. 1 (January 12, 2022): 193–213, https://doi.org/10.1146/annurev-publhealth-052020-110732.
Liaoyao Wang et al., “Association of Social Isolation, Loneliness and Risk of Cardiovascular Diseases: Meta-analysis of Cohort Studies,” BMC Public Health 25, no. 1 (September 24, 2025): 3082, https://doi.org/10.1186/s12889-025-24300-z.
National Heart, Lung, and Blood Institute. “Heart Disease Risk Factors.” Diakses Juni 2026.