Dalam sebuah studi eksperimental, 18 orang dewasa sehat terpapar asap dari pembakaran vegetasi selama 15 menit. Konsentrasi rata-rata PM2.5 dalam eksperimen mencapai 1.903 mikrogram per meter kubik, menggambarkan kondisi paparan yang sangat berat.
Setelah paparan, peserta mengalami peningkatan rasa kering, tidak nyaman, dan sensasi terbakar. Peneliti juga menemukan lebih banyak kemerahan serta kerusakan ringan pada permukaan kornea dan konjungtiva.
Tear breakup time—ukuran berapa lama lapisan air mata tetap stabil setelah berkedip—turun dari rata-rata 4,3 detik menjadi 2,8 detik. Kadar interleukin-1β, penanda yang berkaitan dengan peradangan, juga meningkat pada sebagian besar peserta.
Artinya, asap dapat mengganggu kestabilan lapisan air mata dan memicu respons peradangan pada permukaan mata.
Namun, penelitian ini kecil dan menggunakan paparan sangat tinggi selama 15 menit. Hasilnya belum memberi tahu secara pasti apa yang terjadi pada paparan karhutla berkadar lebih rendah selama berhari-hari.