Ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik. Pasalnya, jemaah harus berjalan jauh, berpindah tempat, menghadapi cuaca ekstrem, berada di tengah kerumunan, dan sering kali kurang tidur. Bagi orang dengan asma, kondisi-kondisi tersebut dapat menjadi tantangan karena semuanya berpotensi memicu sesak napas atau serangan asma.
Meski begitu, memiliki asma bukan berarti seseorang tidak bisa menjalankan ibadah haji dengan aman. Kuncinya adalah memastikan asma terkontrol dengan baik sebelum berangkat haji, memahami pemicu yang paling sering menyebabkan kambuh, dan menyiapkan strategi yang realistis selama di Tanah Suci.
Penelitian menunjukkan, jemaah dengan riwayat serangan asma dalam satu tahun terakhir dan obesitas memiliki risiko lebih tinggi mengalami kekambuhan selama haji. Dalam satu studi pada jemaah asal Indonesia, sekitar 40 persen peserta dengan asma mengalami eksaserbasi (meningkatnya atau memperburuknya gejala suatu penyakit) selama di Arab Saudi.
