ilustrasi ikan bakar (pexels.com/Official Akfotos)
Protein tetap dibutuhkan untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. Orang yang hidup dengan satu ginjal tidak perlu menghilangkannya dari menu.
Yang perlu dihindari adalah konsumsi protein terlalu banyak, misalnya diet tinggi protein, makan daging dalam porsi besar setiap waktu makan, atau menambahkan protein bubuk meski kebutuhan sudah terpenuhi.
Protein dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan aliran darah dan tekanan penyaringan di dalam glomerulus, yaitu unit penyaring ginjal. Penelitian pada manusia juga menemukan hubungan antara asupan protein dan peningkatan laju penyaringan pada setiap nefron, meskipun dampak jangka panjangnya pada orang dengan satu ginjal masih harus diteliti.
Bagi orang dengan satu ginjal dan fungsi ginjal normal, belum ada angka protein khusus yang berlaku untuk semua orang. Kebutuhan dipengaruhi berat badan, usia, aktivitas fisik, kehamilan, dan kondisi kesehatan.
Apabila sudah mengalami penyakit ginjal kronis stadium G3–G5 dan belum menjalani dialisis, pedoman Kidney Disease: Improving Global Outcomes (KDIGO) 2024 menyarankan asupan protein sekitar 0,8 gram per kilogram berat badan per hari. Diet tinggi protein di atas 1,3 gram per kilogram per hari juga disarankan untuk dihindari pada pasien yang berisiko mengalami perburukan penyakit ginjal.
Contohnya, 0,8 gram per kilogram pada seseorang dengan berat badan 60 kilogram setara dengan sekitar 48 gram protein sehari. Ini adalah jumlah protein murni, bukan berat lauk. Sebanyak 100 gram daging umumnya hanya menyediakan sekitar 25 gram protein.
Orang lanjut usia, atlet, ibu hamil, orang dengan kekurangan gizi, dan pasien dialisis dapat memiliki kebutuhan berbeda.