ilustrasi bayi di kursi makan bersama orang tuanya (pexels.com/Vanessa Loring)
Gula alami yang terdapat dalam buah utuh atau laktosa dalam susu tidak sama dengan gula bebas atau gula yang ditambahkan ke makanan dan minuman.
WHO merekomendasikan gula bebas dibatasi hingga kurang dari 10 persen total energi harian dan menyarankan pengurangan hingga di bawah 5 persen untuk manfaat tambahan. Pada bayi dan anak kecil, gula tidak perlu ditambahkan ke makanan pendamping ASI serta makanan tinggi gula dan minuman manis sebaiknya dihindari.
Jadi, tidak perlu takut gula dari buah atau karbohidrat. Yang menjadi perhatian adalah paparan berlebihan terhadap gula tambahan dan makanan atau minuman yang sangat manis sejak periode kehidupan yang sangat dini.
Referensi
Chen Zhu and Weilong Zhang, “Early-Life Sugar Restriction Causally Reduces Adult Cancer Incidence and Slows Biological Aging,” Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America 123, no. 32 (2026): e2610287123, https://doi.org/10.1073/pnas.2610287123.
Haoxian Tang et al., “Sugar Rationing during the First 1000 Days of Life and Lifelong Risk of Heart Failure,” Nature Communications 17 (2026): 1894, https://doi.org/10.1038/s41467-026-68713-9.
Tadeja Gracner, Claire Boone, and Paul J. Gertler, “Exposure to Sugar Rationing in the First 1000 Days of Life Protected against Chronic Disease,” Science 386, no. 6725 (2024): 1043–48, https://doi.org/10.1126/science.adn5421.
Chen Zhu and Weilong Zhang, “Early-Life Sugar Restriction and Long-Term Risk of Cancer: A Natural Experiment Study in the UK,” medRxiv, November 23, 2025, preprint preceding the peer-reviewed PNAS article, https://doi.org/10.1101/2025.11.22.25340786.
World Health Organization, "WHO Guideline for Complementary Feeding of Infants and Young Children 6–23 Months of Age," diakses Agustus 2026.
World Health Organization, “Healthy Diet,” diakses Agustus 2026.