gambar orang yang sedang melakukan pemeriksaan ginjal (freepik.com/Freepik)
Gagal ginjal sebenarnya bisa disebabkan oleh banyak hal. Dilansir Mayo Clinic, beberapa penyebab di antaranya berasal dari kondisi medis lain seperti penyakit autoimun dan lupus, cacat pada struktur ginjal yang membuat ginjal gagal berfungsi, infeksi saluran kemih, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, hingga diabetes tipe 1 dan 2 menjadi beberapa penyebab gagal ginjal yang sulit untuk dihindari.
Selain kondisi medis, genetika juga memiliki peran penting. Pasalnya seseorang dengan riwayat keluarga menderita penyakit ginjal polikistik juga memiliki risiko yang tinggi terkena berbagai penyakit ginjal termasuk gagal ginjal. Sedangkan pada anak muda, gagal ginjal lebih banyak disebabkan oleh gaya hidup yang buruk, kegemukan, merokok, hingga penyalahgunaan obat terlarang.
Mengingat gejala gagal ginjal seringkali tampak samar, pemeriksaan di rumah sakit menjadi satu-satunya cara untuk mengetahuinya. Nantinya dokter akan menanyakan riwayat medis, termasuk juga bertanya apakah keluarga memiliki riwayat penyakit ginjal, diabetes, atau tekanan darah tinggi. Terakhir, dokter juga akan melakukan tes seperti tes kadar elektrolit, tes kreatinin, tes hormon paratiroid, dan tes lainnya untuk mengonfirmasi diagnosis mereka.
Referensi
“Chronic Kidney Disease.” Cleveland Clinic. Diakses pada April 2026.
“Chronic Kidney Disease — Symptoms and Causes.” Mayo Clinic. Diakses pada April 2026.
“Chronic Kidney Disease: Symptoms, Causes, and More.” Healthline. Diakses pada April 2026.
“What to Know About Chronic Kidney Disease.” Medical News Today. Diakses pada April 2026.
“Children and Teens: Chronic Kidney Disease (CKD).” National Kidney Foundation. Diakses pada April 2026.
“Chronic Kidney Disease in Young Adults.” Kauvery Hospitals. Diakses pada April 2026.