Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Penyebab Gagal Ginjal di Usia Muda, Waspada Sejak Dini!
ilustrasi seseorang yang menderita gagal ginjal (freepik.com/Stockking)
  • Gagal ginjal kini banyak menyerang usia muda, bukan hanya orang tua, dan sering kali baru terdeteksi saat sudah kronis hingga memerlukan cuci darah rutin.
  • Penyakit ini berbahaya karena gejalanya samar di awal, seperti pembengkakan, nyeri punggung bawah, anemia, dan tekanan darah tinggi yang muncul di tahap lanjut.
  • Penyebab utama pada anak muda meliputi gaya hidup buruk, obesitas, merokok, serta penyalahgunaan obat; sementara faktor medis dan genetik juga berperan besar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Di masa lalu, gagal ginjal identik dengan penyakit orang tua. Namun jika kamu mengikuti perkembangan media sosial, kamu pasti beberapa kali menemukan cerita pengalaman seseorang yang terkena gagal ginjal di usia muda. Lebih parahnya lagi, dalam banyak kasus, gagal ginjal yang diderita sudah memasuki tahap lanjut bahkan kronis hingga membuat mereka harus melakukan cuci darah secara rutin.

Sama seperti penyakit lainnya, gagal ginjal sebetulnya bisa mengenai siapa aja. Namun di masa lalu, penyakit ini lebih banyak diderita orang tua ketimbang anak muda, biasanya hal ini disebabkan oleh penyakit lainnya seperti diabetes. Lalu bagaimana dengan anak muda? Apa penyebab gagal ginjal di usia muda?

1. Gagal ginjal terjadi ketika ginjal gak bisa berfungsi secara maksimal

gambar replika ginjal manusia (unsplash.com/Robina Weermeijer)

Setiap orang memiliki masing-masing dua ginjal. Ginjal adalah organ berbentuk kacang seukuran genggaman tangan yang terletak di kedua sisi tulang belakang, tepat di bawah rusak. Meski ukurannya gak terlalu besar, ginjal merupakan organ dengan fungsi yang sangat penting bagi tubuh. Dilansir Cleveland Clinic, ginjal sendiri memiliki banyak fungsi. Namun fungsi utamanya adalah untuk menyaring dan membersihkan darah dari racun, dan limbah.

Nah, limbah dan racun yang sudah disaring ginjal kemudian dibuang dalam bentuk urine. Fungsi lain ginjal yang gak kalah penting adalah menyeimbangkan jumlah elektrolit dan mineral di dalam tubuh, menghasilkan hormon serta mengontrol tekanan darah, memproduksi sel darah merah, hingga menjaga agar tulang tetap kuat. Gak tanggung-tanggung, untuk bisa melakukan tugasnya dengan baik, masing-masing ginjal kita bahkan dilengkapi dengan 1 juta unit penyaring kecil yang disebut nefron. Ketika nefron itu terluka atau muncul jaringan parut, maka ginjal gak bisa berfungsi dengan baik, dan memicu terjadinya penyakit ginjal. 

2. Gagal ginjal gak selalu menunjukkan gejala

ilustrasi orang yang habis muntah (freepik.com/Stockking)

Jahatnya penyakit seperti gagal ginjal adalah, penyakit ini gak memiliki gejala yang samar atau bahkan gak menunjukkan gejala apapun di tahap awal kemunculannya. Alhasil banyak orang yang gak menyadarinya. Gagal ginjal baru menunjukkan gejala ketika sudah di tahap 3 atau bahkan setelah kondisinya sudah kronis.

Dilansir Medical News Today, gejala yang muncul meliputi pembengkakan pada pergelangan tangan dan kaki (edema), nyeri punggung bawah, buang air kecil lebih sering, anemia, hingga tekanan darah tinggi. Sedangkan ketika sudah memasuki tahap 5 atau kronis, gejala yang muncul meliputi gatal, kram otot, mual, muntah, lebih sering buang air kecil, kesulitan tidur, kesulitan bernapas, hingga penurunan produksi urine.

3. Lalu apa penyebab gagal ginjal di usia muda?

gambar orang yang sedang melakukan pemeriksaan ginjal (freepik.com/Freepik)

Gagal ginjal sebenarnya bisa disebabkan oleh banyak hal. Dilansir Mayo Clinic, beberapa penyebab di antaranya berasal dari kondisi medis lain seperti penyakit autoimun dan lupus, cacat pada struktur ginjal yang membuat ginjal gagal berfungsi, infeksi saluran kemih, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, hingga diabetes tipe 1 dan 2 menjadi beberapa penyebab gagal ginjal yang sulit untuk dihindari.

Selain kondisi medis, genetika juga memiliki peran penting. Pasalnya seseorang dengan riwayat keluarga menderita penyakit ginjal polikistik juga memiliki risiko yang tinggi terkena berbagai penyakit ginjal termasuk gagal ginjal. Sedangkan pada anak muda, gagal ginjal lebih banyak disebabkan oleh gaya hidup yang buruk, kegemukan, merokok, hingga penyalahgunaan obat terlarang.

Mengingat gejala gagal ginjal seringkali tampak samar, pemeriksaan di rumah sakit menjadi satu-satunya cara untuk mengetahuinya. Nantinya dokter akan menanyakan riwayat medis, termasuk juga bertanya apakah keluarga memiliki riwayat penyakit ginjal, diabetes, atau tekanan darah tinggi. Terakhir, dokter juga akan melakukan tes seperti tes kadar elektrolit, tes kreatinin, tes hormon paratiroid, dan tes lainnya untuk mengonfirmasi diagnosis mereka.

Referensi

“Chronic Kidney Disease.” Cleveland Clinic. Diakses pada April 2026.

“Chronic Kidney Disease — Symptoms and Causes.” Mayo Clinic. Diakses pada April 2026.

“Chronic Kidney Disease: Symptoms, Causes, and More.” Healthline. Diakses pada April 2026.

“What to Know About Chronic Kidney Disease.” Medical News Today. Diakses pada April 2026.

“Children and Teens: Chronic Kidney Disease (CKD).” National Kidney Foundation. Diakses pada April 2026.

“Chronic Kidney Disease in Young Adults.” Kauvery Hospitals. Diakses pada April 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team