ilustrasi scalp psoriasis (healthline.com)
Scalp psoriasis termasuk penyakit autoimun yang membuat kulit kepala menjadi tebal seperti berkerak, berwarna putih kemerahan, gatal, dan bisa menimbulkan sensasi seperti terbakar. Penyebabnya belum diketahui secara pasti, namun hal ini diduga akibat dari pertumbuhan sel kulit yang terlalu cepat.
Penyakit scalp psoriasis tidaklah menular, dan tidak menyebabkan kerontokan rambut yang permanen. Akan tetapi, kondisi ini dapat menyebar ke bagian lain di sekitar kepala, yakni di belakang telinga, kening, tengkuk, dan di sekitar garis rambut.
Berdasarkan Healthline, ada tujuh faktor yang dapat memicu seseorang mengalami scalp psoriasis atau memperburuk kondisi tersebut, di antaranya yaitu:
- Kekurangan vitamin D
- Mengalami infeksi kulit atau radang tenggorokan
- Mengalami luka pada kulit
- Konsumsi obat-obatan tertentu, seperti litium, beta-blockers, antimalaria, dan iodides
- Kecanduan alkohol
- Merokok
- Mengalami stres
Mengurangi dampak scalp psoriasis harus dilakukan melalui konsultasi dengan dokter karena pengobatan akan diberikan tergantung dari tingkat keparahannya. Pengobatan yang diberikan bisa berupa sampo medis, krim untuk pengobatan luar, atau obat-obatan yang harus diminum.
Namun untuk membantu meredakan gejalanya, dapat dilakukan dengan mengaplikasikan lidah buaya atau minyak kelapa pada kulit yang terdampak selama beberapa menit. Sementara itu, untuk mengurangi inflamasi bisa dengan mengoleskan tea tree oil, mandi dengan garam epsom, serta mengonsumsi makanan yang mengandung omega-3, vitamin D, ataupun kunyit.