Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Merasa Lemas setelah Demam Turun? Ini Penyebabnya

5 min read
Merasa Lemas setelah Demam Turun? Ini Penyebabnya
ilustrasi seseorang duduk bersandar di kursi, merasa lemas (magnific.com/stockking)
  • Lemas setelah demam turun terjadi karena tubuh masih memakai energi untuk pemulihan infeksi, memperbaiki jaringan, dan meredakan peradangan yang dapat memicu pegal serta kelelahan.

  • Dehidrasi, berkurangnya asupan makan, dan kualitas tidur yang terganggu selama sakit dapat memperpanjang rasa lemas, pusing, atau sulit berkonsentrasi setelah suhu normal.

  • Pemulihan perlu dilakukan bertahap dengan cairan, makanan bergizi, tidur cukup, dan aktivitas ringan; pemeriksaan diperlukan bila lemas berat, memburuk, menetap, atau disertai gejala darurat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Demam reda, tetapi tubuh justru terasa lemas, pegal, atau bahkan sedikit pusing. Kondisi ini cukup sering terjadi setelah infeksi. Suhu tubuh yang kembali normal memang menjadi tanda yang baik, tetapi bukan berarti tubuh sudah sepenuhnya pulih.

Selama sakit, tubuh menggunakan lebih banyak energi untuk melawan infeksi dan memperbaiki jaringan yang terdampak. Di sisi lain, kurang minum, nafsu makan yang menurun, tidur terganggu, hingga terlalu lama berbaring juga bisa membuat energi terkuras.

Lantas, kenapa tubuh masih terasa lemas setelah demam turun?

  1. 1. Tubuh menghabiskan banyak energi untuk melawan infeksi

    Demam biasanya muncul ketika sistem kekebalan tubuh sedang bekerja melawan infeksi. Pada kondisi ini, tubuh mengarahkan lebih banyak energi untuk menghasilkan respons imun, mengatur suhu tubuh, dan memperbaiki jaringan yang mengalami gangguan.

    Meski suhu tubuh sudah kembali normal, tetapiproses pemulihan tersebut belum tentu selesai. Sistem kekebalan tubuh masih bisa bekerja selama beberapa waktu sehingga tubuh belum langsung kembali bugar.

    Selain itu, zat-zat peradangan yang dilepaskan tubuh ketika melawan infeksi dapat memicu rasa lelah, pegal, dan tidak berenergi.

    Sensasi seperti ini merupakan salah satu cara tubuh mendorong kita untuk beristirahat agar energi dapat digunakan untuk proses pemulihan.

  2. 2. Demam bisa membuat tubuh kekurangan cairan

    Suhu tubuh yang tinggi dapat meningkatkan pengeluaran cairan, terutama melalui keringat. Kondisi ini bisa makin parah jika selama sakit kamu jarang minum, mengalami muntah atau diare, maupun bernapas lebih cepat dari biasanya.

    Kekurangan cairan atau dehidrasi dapat menyebabkan tubuh terasa lemas, pusing, sakit kepala, mulut kering, sangat haus, dan lebih jarang buang air kecil.

    Itulah sebabnya rasa lemas setelah demam terkadang terjadi karena tubuh belum mengganti cairan yang hilang. Tetap prioritaskan air putih. Namun, jika sebelumnya banyak berkeringat, muntah, atau diare, elektrolit mungkin dibutuhkan untuk membantu menggantikan cairan dan mineral yang hilang.

    Sup, buah dengan kandungan air tinggi, dan makanan berkuah juga dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan.

  3. 3. Nafsu makan menurun selama sakit

    Ilustrasi perempuan yang menggambarkan kondisi tidak nafsu makan atau kehilangan selera makan sehari-hari.
    ilustrasi perempuan tidak nafsu makan (magnific.com/magnific)

    Saat demam, nafsu makan sering kali ikut berkurang. Hidung tersumbat, mual, sakit tenggorokan, atau rasa tidak nyaman lainnya dapat membuat seseorang makan jauh lebih sedikit daripada biasanya.

    Padahal, tubuh tetap butuh energi dan zat gizi untuk menjalankan aktivitas serta memperbaiki jaringan yang terdampak selama sakit. Jika asupan makanan berkurang selama beberapa hari, tubuh bisa terasa lebih lemas ketika demam sudah mereda.

    Kondisi ini bisa makin terasa jika sebelumnya disertai muntah atau diare. Setelah nafsu makan mulai kembali, cobalah makan secara bertahap dengan menu yang mengandung karbohidrat, protein, sayur, dan buah agar kebutuhan energi dan nutrisi kembali terpenuhi.

  4. 4. Kualitas tidur bisa terganggu

    Demam mungkin sudah turun, tetapi tubuh belum tentu cukup beristirahat selama sakit. Batuk, hidung tersumbat, nyeri tubuh, keringat malam, atau rasa tidak nyaman dapat kamu sering terbangun dari tidur.

    Kurang tidur selama satu atau dua malam saja bisa menyebabkan kantuk dan sulit berkonsentrasi pada siang hari. Jika berlangsung selama beberapa malam, rasa lelah bisa memberat dan aktivitas fisik pun terasa lebih sulit.

    Karena itu, tidur cukup tetap menjadi bagian penting dari proses pemulihan setelah demam.

  5. 5. Terlalu lama tidak bergerak bisa membuat tubuh terasa lemah

    Beristirahat memang penting saat sedang sakit. Namun, beberapa hari dengan aktivitas fisik yang sangat minim juga dapat membuat otot terasa lebih lemah.

    Kondisi ini biasanya lebih terasa pada kaki dan punggung ketika seseorang mulai kembali beraktivitas. Akibatnya, tubuh bisa terasa berat meski infeksi yang menyebabkan demam sebenarnya sudah membaik.

    Jika sudah tidak demam dan kondisi tubuh terasa cukup stabil, aktivitas bisa dimulai kembali secara perlahan. Misalnya, dengan berjalan sebentar di sekitar rumah atau melakukan aktivitas ringan sehari-hari.

    Tidak perlu langsung berolahraga dengan intensitas tinggi. Tingkatkan aktivitas secara bertahap dan perhatikan respons tubuh. Jika aktivitas justru membuat rasa lelah atau pusing semakin berat, sebaiknya kembali beristirahat.

  6. 6. Kapan lemas setelah demam perlu diperiksakan?

    Tenaga medis berjas putih berkonsultasi dengan pasien di ruang pemeriksaan sambil membahas kondisi kesehatan.
    ilustrasi konsultasi dengan dokter (pexels.com/cottonbro studio)

    Rasa lemas setelah demam biasanya akan berangsur membaik dalam beberapa hari. Namun, lama pemulihan bisa berbeda-beda tergantung jenis infeksi dan kondisi kesehatan seseorang.

    Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika rasa lemas sangat berat, memburuk, atau tidak menunjukkan tanda-tanda membaik. Segera cari pertolongan medis jika disertai sesak napas, nyeri dada, kebingungan, pingsan, muntah terus-menerus, tidak mampu minum, buang air kecil sangat sedikit, atau demam kembali muncul.

    Pada sebagian orang, kelelahan juga dapat bertahan lebih lama setelah infeksi tertentu. Jika rasa lemas berlangsung terus-menerus, penyebabnya tidak selalu berkaitan dengan infeksi sebelumnya. Kondisi seperti anemia, gangguan tiroid, efek obat, atau infeksi yang masih berlangsung juga dapat menyebabkan kelelahan.

    Jadi, demam yang turun memang merupakan tanda tubuh mulai membaik, tetapi bukan berarti proses pemulihan sudah selesai. Tubuh mungkin masih butuh waktu untuk mengembalikan energi yang terkuras selama melawan penyakit.

    Cukupi kebutuhan cairan, kembali makan bergizi, tidur yang cukup, dan mulai beraktivitas secara perlahan. Dengan begitu, tubuh memiliki kesempatan untuk memulihkan tenaga tanpa dipaksa kembali ke kondisi normal terlalu cepat.

    Referensi

    Cleveland Clinic. Diakses pada September 2026. "Post-Viral Syndrome."

    Dr. Oracle. Diakses pada September 2026. "What Causes Weakness After a Viral Fever or Major Illness?"

    LBS Healthcare. Diakses pada September 2026. "Why You Feel Tired After Fever: Recovery Insights."

    National Health Services. Diakses pada September 2026. "Dehydration."

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More