Ada hari-hari ketika seseorang merasa lebih lapar dari biasanya, makan lebih banyak saat kumpul-kumpul, atau mencari makanan untuk meredakan stres. Kalau kamu mengalaminya, itu bukan berarti binge-eating disorder (BED). Pembedanya bukan cuma porsi makan, melainkan pola berulang, rasa kehilangan kendali, dan tekanan yang menyertainya.
Psikiater dr. Putri Nugraheni, Sp.KJ, menjelaskan bahwa gangguan mental dapat menimbulkan penderitaan dan mengganggu aktivitas sehari-hari. “Binge eating disorder berbeda dengan nafsu makan tinggi. Karena yang kita sebut disorder atau penyakit mental itu harus punya dua karakteristik: pertama menyebabkan gangguan fungsi sehari-hari, kedua menyebabkan penderitaan bagi dirinya atau orang-orang di sekitarnya.” Hal ini ia katakan dalam diskusi media "Lebih dari Sekadar Angka di Timbangan: Hubungan Obesitas dan Kesehatan Mental" pada Kamis (5/11) di Jakarta.
Tenaga profesional juga menilai bentuk episode makan, frekuensi, durasi, dan gejala lain yang menyertainya untuk mendiagnosis binge eating disorder.