"Signs and Symptoms of Kidney Disease." National Kidney Foundation. Diakses Februari 2026.
"Chronic Kidney Disease (CKD): Symptoms & Treatment." Cleveland Clinic. Diakses Februari 2026.
"Chronic kidney disease – symptoms and causes." Mayo Clinic. Diakses Februari 2026.
"Kidney Failure: Causes, Types, and Symptoms." Healthline. Diakses Februari 2026.
7 Tanda yang Menunjukkan Ada Masalah dengan Ginjalmu

Masalah ginjal sering berkembang tanpa gejala jelas pada tahap awal, sehingga banyak orang baru mengetahuinya saat penyakit sudah lanjut.
Beberapa gejala seperti urine berbusa, darah dalam urine, pembengkakan, dan kelelahan bisa menjadi tanda fungsi ginjal menurun.
Perubahan pola buang air kecil, pusing, dan gatal kulit bisa menunjukkan bahwa ginjal sudah mulai tidak efektif dalam menyaring limbah dan mengatur keseimbangan cairan tubuh.
Ginjal adalah salah satu organ yang paling sibuk dalam tubuh. Setiap harinya, mereka menyaring sekitar 150–180 liter darah untuk membuang limbah, menjaga keseimbangan cairan, dan mengatur elektrolit penting seperti kalium dan natrium. Ketika fungsi ginjal mulai menurun, tubuh sering memberikan “sinyal halus” sebelum gejala yang lebih serius muncul.
Sayangnya, banyak orang tidak menyadari bahwa ada sesuatu yang salah sampai kondisi ginjal sudah cukup parah. Penyakit ginjal kronis (PGK) sering berkembang secara perlahan dan bisa tidak menunjukkan gejala dalam jangka waktu lama.
Mengenali tanda-tanda awal masalah ginjal penting karena dapat membantu kamu atau orang terdekatmu mendapatkan penanganan lebih cepat, sehingga memperlambat progresi penyakit, mencegah komplikasi yang lebih serius, dan meningkatkan kualitas hidup.
1. Urine berbusa atau berbuih
Salah satu tanda paling khas bahwa ginjal tidak bekerja optimal adalah urine yang tampak berbuih atau berbusa secara konsisten. Ini bisa menunjukkan adanya protein dalam urine (proteinuria), sesuatu yang seharusnya tidak terjadi bila filter ginjal bekerja baik.
Protein dalam urine biasanya menggambarkan kerusakan pada glomeruli, unit penyaring kecil di dalam ginjal. Bila protein bocor ke dalam urine, gelembung yang terbentuk bisa mirip dengan buih pada soda atau sabun.
Munculnya urine berbusa berulang kali, terutama jika disertai gejala lain seperti pembengkakan, perlu segera diperiksa oleh tenaga kesehatan melalui tes urine untuk mengetahui apakah ginjal benar-benar mulai gagal menyaring protein dengan baik.
2. Darah dalam urine (hematuria)

Melihat urine berwarna merah, cokelat, atau seperti teh bisa membuat siapa pun terkejut. Darah dalam urine (hematuria) bisa menandakan filter ginjal atau saluran kemih mengalami kerusakan atau iritasi.
Walau tidak selalu berasal dari ginjal (bisa juga dari batu ginjal atau infeksi saluran kemih), tetapi hematuria tidak pernah dianggap normal dan perlu evaluasi medis lebih lanjut.
Darah dalam urine menunjukkan bahwa struktur jaringan yang tipis di ginjal atau uretra sedang terjadi gangguan, dan makin cepat ditindaklanjuti, makin besar peluang mendapatkan pengobatan.
3. Perubahan pola buang air kecil
Ginjal mengatur volume dan komposisi urine. Ketika mereka tidak bekerja dengan baik, frekuensi buang air kecil bisa meningkat atau menurun.
Orang yang ginjalnya mulai bermasalah mungkin merasa ingin buang air kecil lebih sering, terutama pada malam hari (nokturia), walau jumlahnya sedikit. Sebaliknya, terkadang urine yang dihasilkan sangat sedikit karena ginjal gagal memproduksi urine secara efektif.
Perubahan pola ini sering kali mudah diabaikan karena bisa dipengaruhi oleh pola minum atau infeksi ringan, tetapi jika berlangsung terus-menerus selama beberapa minggu, ini bisa menjadi tanda adanya masalah pada fungsi penyaringan.
4. Pembengkakan

Ginjal bertanggung jawab untuk mengatur cairan tubuh. Ketika fungsinya menurun, ginjal tidak mampu mengeluarkan cairan yang cukup dari aliran darah sehingga cairan tersebut dapat menumpuk di jaringan tubuh.
Akibatnya, bisa terjadi pembengkakan (edema), terutama di area seperti pergelangan kaki, kaki, atau sekitar mata. Kadang pembengkakan ini juga terasa di tangan atau perut.
Pembengkakan yang tidak hilang meski sudah istirahat atau mengurangi asupan garam harus diperhatikan karena bisa menunjukkan tubuh kehilangan kemampuan untuk mengatur keseimbangan cairan secara efektif, yang merupakan salah satu fungsi utama ginjal.
5. Rasa lelah, kelemahan, dan kesulitan berkonsentrasi
Ginjal sehat membantu tubuh memproduksi hormon yang diperlukan untuk pembentukan sel darah merah, yakni eritropoietin. Ketika ginjal bermasalah, produksi hormon ini bisa menurun, menyebabkan anemia yang ditandai dengan kelelahan, lemas, dan sulit berkonsentrasi.
Selain itu, limbah yang tidak tersaring dapat menumpuk dalam darah, membuat kamu merasa lelah kronis meskipun tidur cukup. Perasaan lelah sepanjang hari yang tidak hilang setelah istirahat perlu ditindaklanjuti oleh dokter.
Kombinasi kelelahan yang tidak biasa, kesulitan fokus, dan kelemahan umum bisa menjadi sinyal bahwa ginjal tidak lagi mendukung fungsi tubuh secara optimal.
6. Susah tidur dan gangguan tidur

Salah satu tanda yang sering terlewatkan adalah gangguan tidur. Akumulasi limbah dalam darah (uremia) yang terjadi ketika ginjal tidak mampu menyaring dengan baik dapat memengaruhi tidur.
Beberapa orang dengan gangguan ginjal juga mengalami sleep apnea atau gangguan napas saat tidur, yang membuat tidur menjadi tidak nyaman dan membuat mereka sering terbangun.
Tidur yang tidak nyenyak, sering terbangun, atau rasa tidak segar pada pagi hari bisa menjadi bagian dari gejala ginjal yang lebih luas, terutama jika bersamaan dengan tanda-tanda lain yang disebutkan sebelumnya.
7. Kulit kering dan gatal
Ketika ginjal mulai kehilangan kemampuan untuk mengatur mineral dan membuang limbah, ada kemungkinan terjadi ketidakseimbangan mineral di dalam darah, seperti fosfor dan kalsium. Kondisi ini sering memunculkan gejala pada kulit seperti kulit kering, bersisik, atau terus-terusan gatal.
Kulit kering yang terus terjadi, meskipun sudah pakai losion atau perawatan kulit lainnya, bisa jadi merupakan manifestasi dari penumpukan limbah tubuh yang seharusnya dibuang oleh ginjal.
Karena kulit adalah organ terbesar tubuh dan sangat responsif terhadap perubahan internal, perubahan kualitas kulit ini patut diperhatikan.
Kapan harus menemui dokter?

Masalah ginjal sering tidak menimbulkan gejala jelas sampai penyakit sudah cukup lanjut, sehingga pemeriksaan rutin sangat penting, terutama jika kamu memiliki faktor risiko seperti diabetes, tekanan darah tinggi, obesitas, atau riwayat keluarga penyakit ginjal.
Segera temui dokter jika kamu merasakan lebih dari satu gejala yang disebutkan di atas, khususnya jika berlangsung selama beberapa minggu, makin parah, atau disertai gejala lain seperti tekanan darah tinggi yang sulit dikendalikan, darah dalam urine, atau sakit hebat saat buang air kecil.
Pemeriksaan seperti tes darah (misalnya eGFR, kreatinin) dan tes urine (albuminuria) bisa membantu dokter mengetahui fungsi ginjalmu lebih awal sebelum terjadi kerusakan lebih lanjut.
Ginjal berperan vital dalam menyaring zat sisa, mengatur cairan, dan menjaga keseimbangan elektrolit. Karena itu, mengenali tanda-tanda awal gangguan ginjal dapat menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan tubuh.
Meskipun banyak gejala ginjal bisa mirip dengan kondisi lain, tetapi jika tanda tersebut berlangsung terus-menerus atau makin memburuk, diskusikan dengan dokter. Deteksi dan penanganan dini dapat membantu mencegah komplikasi lebih serius di kemudian hari.
Referensi









![[QUIZ] Seberapa Jeli Matamu Menebak Menu Buka Puasa? Uji Lewat Kuis Ini](https://image.idntimes.com/post/20260225/menu-potluck-untuk-bukber-di-kantor-es-pisang-ijo_c62fd7d8-b9cb-41eb-a5b3-99be7e1a483d.jpg)




![[QUIZ] Kalau Punya Anak, Kamu Bakal Jadi Tipe Bapak Seperti Apa?](https://image.idntimes.com/post/20250517/premium-photo-1664279990106-9f5c41bd7f5a-b87dbf88049ea09327ded00ec8bf5046-e7f7326c95d633244190a220a2836080.jpeg)




