Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pertolongan Pertama GERD Kambuh saat Mudik
Suasana mudik di Stasiun Pasar Senen, Senin (16/3/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

  • GERD sering kambuh saat mudik karena perubahan pola makan, stres, dan posisi duduk lama yang menekan perut sehingga asam lambung mudah naik.
  • Pertolongan pertama saat GERD kambuh di perjalanan meliputi melonggarkan pakaian, menegakkan posisi duduk, bernapas dalam, serta segera berbuka dengan air hangat bila gejala berat muncul.
  • Penderita GERD disarankan menjaga pola makan sahur dan buka puasa, menghindari makanan pemicu, tidak langsung tidur setelah makan, serta mengelola stres agar mudik tetap nyaman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jelang Lebaran, jutaan orang berbondong-bondong mudik, tak peduli jika menempuh jarak jauh. Mudik pun sering dilakukan saat masih puasa Ramadan. Namun, mudik saat masih puasa harus mendapat perhatian ekstra, terutama pada orang dengan masalah asam lambung. Perubahan jam makan, kelelahan fisik, hingga stres selama di perjalanan sering kali memicu naiknya asam lambung.

Salah satu keluhan yang dapat muncul adalah gangguan lambung seperti gastroesophageal reflux disease (GERD), yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, mengganggu perjalanan, hingga bisa bikin batal puasa.

Nah, agar mudik nyaman dan puasa lancar, kamu harus tahu penanganan yang tepat jika GERD kambuh saat perjalanan mudik.

1. Faktor pemicu GERD

Dijelaskan oleh dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi, Dr. dr. Hasan Maulahela, Sp.PD, Subsp. G.E.H.(K) RS Pondok Indah, GERD atau penyakit refluks asam lambung adalah gangguan pencernaan ketika cairan asam lambung naik dari lambung ke kerongkongan dan mengiritasi lapisan bagian dalam saluran pencernaan yang dilewati asam lambung.

Umumnya saat kambuh, pasien mengalami rasa asam atau pahit di mulut (regurgitasi asam) dan sensasi perih atau panas terbakar di dada dan ulu hati (heartburn). Selain itu, mereka juga kerap merasakan mual dan muntah, begah, nyeri dada, bahkan gangguan pernapasan.

GERD yang kambuh saat mudik bisa dipicu oleh beberapa kondisi, seperti:

  • Terburu-buru makan dan minum saat sahur atau ketika berbuka saat perjalanan.

  • Mengonsumsi makanan pedas, berlemak, atau minuman berkafein berlebihan.

  • Posisi duduk terlalu lama yang menyebabkan tekanan pada area perut, sehingga mendorong asam lambung naik.

  • Stres dan kelelahan dalam perjalanan.

2. Pertolongan pertama GERD saat mudik

ilustrasi penyakit asam lambung kambuh (freepik.com/krakenimages.com)

Saat kamu merasakan gejala GERD tapi masih dalam perjalanan dan belum waktunya berbuka puasa, lakukan langkah-langkah di bawah ini untuk meredakan gejala:

  • Longgarkan pakaian. Jika menggunakan ikat pinggang atau pakaian yang ketat, segera longgarkan. Tekanan pada perut dapat memperburuk aliran balik asam lambung.

  • Atur posisi duduk. Tegakkan posisi duduk, jangan membungkuk atau meringkuk. Jika memungkinkan, sandarkan punggung dengan posisi kepala dan dada lebih tinggi dari perut untuk memanfaatkan gaya gravitasi agar asam lambung tidak terus naik.

  • Lakukan pernapasan dalam. Tarik napas melalui hidung dan buang perlahan melalui mulut. Hal ini membantu merelaksasi otot saluran cerna dan mengurangi rasa panik yang dapat memperburuk produksi asam lambung.

Jika kondisi tidak mereda dan terjadi gejala berat yang ditandai dengan nyeri ulu hati sangat hebat disertai muntah atau sesak napas, sebaiknya jangan memaksakan diri. Segerakan berbuka dengan air hangat (bukan air dingin atau air dengan es batu) dan konsumsi obat jika perlu.

Hindari mengonsumsi makanan maupun minuman yang dapat memperburuk kondisi. Namun, jika gejala GERD tak kunjung pulih, segera kunjungi unit darurat rumah sakit terdekat untuk penanganan yang tepat. Penting untuk mengetahui alamat-alamat rumah sakit di jalur mudik yang kamu lewati.

3. Sebelum mudik, perhatikan hal-hal ini

Jika kamu memiliki GERD, berikut ini tips mudik sambil berpuasa dengan aman:

  • Jangan lewatkan sahur meski sedang dalam perjalanan. Pilih karbohidrat kompleks dan serat tinggi dengan porsi yang cukup. Upayakan untuk tidak terburu-buru saat makan dan minum

  • Hindari "balas dendam" saat berbuka puasa. Makan dalam porsi kecil tetapi sering lebih baik dibandingkan dengan sekali makan besar yang membuat lambung menjadi “kaget”.

  • Jangan langsung tidur setelah makan. Beri jeda minimal 3 jam setelah makan (sahur/buka) sebelum berbaring.

  • Kelola stres dengan baik. Perjalanan macet dapat memicu stres yang meningkatkan asam lambung. Tetaplah tenang dan beristirahatlah secara berkala di rest area

Jangan biarkan GERD mengganggu perjalanan mudik dan momen bertemu keluarga saat Lebaran. Dengan menjaga pola makan dan deteksi dini melalui endoskopi, kamu tetap dapat menjalani mudik serta ibadah puasa dengan nyaman dan tenang. Jika gejala berulang, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke pusat kesehatan terdekat.

Editorial Team