ilustrasi minyak goreng dalam bentuk botol spray (magnific.com/magnific)
Untuk orang yang sedang berusaha menurunkan LDL, keduanya bukan pilihan utama karena mengandung lebih banyak lemak jenuh dibandingkan minyak nabati nontropis.
Metaanalisis 16 uji klinis dalam jurnal Circulation menemukan bahwa minyak kelapa meningkatkan LDL sekitar 10,5 mg/dL dibandingkan minyak nabati nontropis.
Jika bisa memilih, minyak kanola, zaitun, kedelai, bunga matahari, safflower, atau jagung merupakan pilihan yang lebih sesuai untuk orang dengan kolesterol tinggi. Meski demikian, yang lebih menentukan adalah konsisten mengganti sumber lemak jenuh dengan lemak tak jenuh serta tetap membatasi jumlah minyak secara keseluruhan.
Referensi
American Heart Association, “Fats in Foods,” diakses Agustus 2026.
American Heart Association, “Healthy Cooking Oils,” diakses Agustus 2026.
Saeed Ghobadi, Zahra Hassanzadeh-Rostami, Fatemeh Mohammadian, Morteza Zare, and Shiva Faghih, “Effects of Canola Oil Consumption on Lipid Profile: A Systematic Review and Meta-Analysis of Randomized Controlled Clinical Trials,” Journal of the American College of Nutrition 38, no. 2 (2019): 185–196, https://doi.org/10.1080/07315724.2018.1475270.
Lukas Schwingshackl, Beatrice Bogensberger, Ana Benčič, Sven Knüppel, Heiner Boeing, and Georg Hoffmann, “Effects of Oils and Solid Fats on Blood Lipids: A Systematic Review and Network Meta-Analysis,” Journal of Lipid Research 59, no. 9 (2018): 1771–1782, https://doi.org/10.1194/jlr.P085522.
Nithya Neelakantan, Jowy Yi Hoong Seah, and Rob M. van Dam, “The Effect of Coconut Oil Consumption on Cardiovascular Risk Factors: A Systematic Review and Meta-Analysis of Clinical Trials,” Circulation 141, no. 10 (2020): 803–814, https://doi.org/10.1161/CIRCULATIONAHA.119.043052.