Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Sayuran yang Lebih Sehat dalam Bentuk Kalengan daripada Segar
ilustrasi sayuran kalengan (magnific.com/freepik)
  • Beberapa sayuran seperti labu, kacang-kacangan, dan tomat justru bisa lebih bergizi dalam bentuk kalengan karena proses pengalengan menjaga atau meningkatkan penyerapan nutrisi tertentu.
  • Sayuran kalengan menawarkan kepraktisan tinggi, masa simpan panjang, serta kandungan serat, protein nabati, dan antioksidan yang tetap terjaga tanpa perlu persiapan rumit seperti versi segarnya.
  • Pemilihan produk kalengan rendah garam atau gula penting agar tetap sehat, menjadikannya solusi efisien bagi gaya hidup sibuk tanpa mengorbankan kualitas gizi harian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tidak semua makanan kalengan selalu lebih buruk daripada versi segarnya. Beberapa jenis sayuran justru bisa kandungan gizinya bisa dipertahankan dengan baik melalui proses pengalengan. Dalam kondisi tertentu, sayuran kalengan bahkan dapat menjadi pilihan yang praktis, tahan lama, dan tetap menyehatkan untuk dikonsumsi.

Proses pengalengan biasanya dilakukan tidak lama setelah sayuran dipanen, sehingga nutrisi pentingnya masih terjaga. Beberapa vitamin memang bisa berkurang, tetapi ada juga zat gizi tertentu yang justru jadi lebih mudah diserap tubuh setelah diproses.

Karena itu, tidak heran jika ada beberapa sayuran yang dianggap lebih menguntungkan saat dikonsumsi dalam bentuk kalengan dibanding ketika sudah terlalu lama disimpan dalam kondisi segar.

Yuk, ketahui apa saja sayuran yang lebih sehat dalam bentuk kalengan daripada segar!

1. Labu

Memasak labu mentah bisa memakan waktu cukup lama, itulah mengapa memilih labu kalengan sangat praktis. Ketika kamu membutuhkan labu yang dihaluskan untuk kue atau saus, atau sekadar menginginkan labu saat sedang tidak musim, labu kalengan adalah pilihan yang tepat. Selain praktis, labu kalengan tetap mempertahankan semua manfaat beta-karoten dan serat.

Labu menyediakan 3,5 gram per 1/2 cangkir sajian labu kalengan. Sebagian besar serat tersebut adalah serat larut, yang membentuk gel di saluran pencernaan, sehingga memudahkan pengeluaran feses dan membantu menurunkan kolesterol.

Menambahkan labu kalengan ke dalam pola makan juga merupakan cara yang baik untuk mendapatkan lebih banyak kalium. Sebagian besar orang tidak mendapatkan cukup mineral ini yang memainkan peran penting dalam hidrasi dan pengendalian tekanan darah. Pilihlah labu kalengan 100 persen tanpa tambahan gula atau garam. 

2. Kacang-kacangan

Kacang kalengan terjangkau, mudah didapat, bernutrisi, dan praktis. Tidak seperti kacang kering, yang sering kali perlu direndam dan kemudian dimasak, kacang kalengan bisa langsung ditambahkan ke dalam masakan dan tetap bernutrisinya.

Kacang kalengan menawarkan bonus berupa 7 hingga 9 gram protein nabati ditambah 5 hingga 8 gram serat per setengah cangkir setelah ditiriskan. Kacang kalengan juga mengandung folat, kalium, zat besi, dan zink, serta antioksidan.

3. Bit

ilustrasi jus bit (magnific.com/freepik)

Bit segar membutuhkan pengupasan, pemotongan, dan waktu memasak yang relatif lama. Bit kalengan menawarkan banyak nutrisi yang sama, termasuk folat, kalium, dan nitrat, tetapi dengan persiapan yang jauh lebih sedikit.

Karena bit kalengan sudah dimasak dan dilunakkan, bit dapat dengan mudah ditambahkan ke salad atau dalam saus. Masa simpannya yang lebih lama juga membantu mengurangi pemborosan makanan, terutama bagi orang yang tidak cukup sering menggunakan bit untuk membenarkan pembelian bit segar.

4. Artichoke

Artichoke segar utuh mungkin lebih sulit ditemukan dan membutuhkan waktu memasak yang cukup lama hingga siap dimakan. Nah, artichoke kalengan membuat sayuran ini jauh lebih mudah dinikmati kapan pun.

Artichoke kaya akan serat dan mengandung senyawa seperti cynarin dan antioksidan nabati lainnya. Ini dapat mendukung pencernaan dengan membantu tubuh memecah lemak dan mendukung fungsi hati yang normal.

Versi kalengan sudah dimasak dan empuk, sehingga mudah ditambahkan ke hidangan pasta, salad, pizza, atau saus cocolan. Varietas yang dikemas dalam air biasanya merupakan pilihan terbaik jika ingin membatasi kelebihan natrium atau minyak.

5. Tomat

Banyak orang mengira tomat segar selalu lebih sehat dibandingkan tomat kalengan. Padahal, proses pemanasan saat pengalengan justru membantu tubuh menyerap likopen lebih baik. Likopen adalah antioksidan alami pada tomat yang dikenal baik untuk kesehatan jantung dan membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan.

Selain itu, tomat kalengan juga bisa menjadi pilihan yang lebih sehat dibanding saus tomat instan atau saus pasta siap pakai. Sebab, produk saus kemasan biasanya mengandung tambahan gula, garam, dan bahan pengawet yang lebih tinggi. Tomat kalengan bisa langsung diolah menjadi sup, pasta, tumisan, hingga saus homemade yang rasanya tetap segar dan lebih sehat.

6. Bayam

ilustrasi sayur bayam (magnific.com/user14908974)

Bayam segar menyusut drastis saat dimasak, artinya dibutuhkan volume yang besar untuk menghasilkan porsi kecil sekalipun. Bayam kalengan menawarkan alternatif yang lebih baik. Ini adalah sumber nutrisi terkonsentrasi seperti zat besi, folat, dan vitamin K dalam bentuk siap pakai.

Seperti tomat kalengan, proses memasak juga dapat membuat nutrisi tertentu lebih mudah diserap. Memasak bayam membantu mengurangi oksalat, senyawa alami yang dapat mengganggu penyerapan mineral seperti zat besi dan kalsium.

Bayam kalengan cocok dimasak dalam sup, saus pasta, hidangan telur, dan kaserol. Karena bayam secara alami memiliki rasa yang khas, membumbui dengan bawang putih, jus lemon, atau rempah-rempah dapat membantu meningkatkan rasa dan tekstur.

7. Kacang polong

Kacang polong segar memiliki musim panen yang sangat singkat dan mulai kehilangan rasa manis segera setelah panen. Kacang polong kalengan menawarkan alternatif praktis yang tetap menyediakan serat, protein nabati, vitamin C, dan folat.

Kacang polong kalengan cocok digunakan dalam sup, pai, hidangan nasi, dan salad pasta. Karena harganya murah dan tahan lama, kacang polong kalengan juga dapat memudahkan untuk menyimpan sayuran untuk makanan cepat saji tanpa harus sering pergi ke toko bahan makanan.

Sayuran kalengan bisa menjadi alternatif yang sehat, praktis, dan ekonomis, terutama bagi orang yang memiliki aktivitas padat atau sulit mendapatkan sayuran segar setiap hari. Meski begitu, penting untuk tetap memperhatikan label kemasan dan memilih produk dengan kandungan garam atau gula tambahan yang rendah. Dengan memilih produk yang tepat, sayuran kalengan tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat dan seimbang.

Referensi

British Heart Foundation. Diakses pada Mei 2026. "6 Surprisingly Healthy Canned Foods."

Eating Well. Diakses pada Mei 2026. "4 Vegetables You Should Always Buy Canned, Not Fresh."

Health. Diakses pada Mei 2026. "8 Vegetables That Are Surprisingly Better Canned Than Fresh, According to a Nutritionist."

Editorial Team

Related Article