Race pack sudah diambil. Nomor peserta sudah terpasang. Bulan-bulan latihan yang menantang telah terlewati. Namun, pada akhirnya karena satu dan lain hal, kamu tidak bisa menyelesaikan race, alias did not finish (DNF).
Bagi beberapa orang, DNF bisa terasa menyedihkan layaknya kehilangan. Target yang sudah dibayangkan tak tercapai, sementara secara mental kenyataan ini sulit diterima. Perasaan sedih atau kecewa setelah DNF bukan reaksi yang aneh. Dalam studi kualitatif terhadap enam peserta ultramaraton, pelari yang tidak finis menceritakan perasaan kecewa maupun penerimaan setelah lomba, meski pengalaman mereka berbeda-beda dan studi ini tidak menggambarkan semua pelari.
DNF juga tidak selalu terjadi karena kurang berusaha. Cedera, sakit, kelelahan berat, gangguan pencernaan, cuaca buruk, atau tidak mencapai batas waktu bisa memaksa seseorang untuk berhenti. Studi terhadap 211 peserta dua lomba lari gunung jarak jauh di Spanyol pada 2025 menemukan beragam alasan tersebut. Peneliti juga menyoroti bahwa menjaga kesehatan dapat menjadi pertimbangan saat memutuskan untuk berhenti.
