Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Terkena Water Cannon di Mata, Seberapa Berbahaya?
ilustrasi aparat menggunakan water cannon dalam unjuk rasa (pexels.com/Jorge Soto Farias)
  • Water cannon bertekanan tinggi dapat menyebabkan trauma tumpul pada mata, bukan sekadar iritasi karena terkena air.

  • Cedera yang pernah dilaporkan meliputi perdarahan di dalam mata, kerusakan iris, perdarahan vitreus, dislokasi lensa, hingga robekan dan lepasnya retina.

  • Nyeri hebat, pandangan kabur atau menurun, kilatan cahaya, banyak floaters, atau darah di dalam mata setelah terkena water cannon perlu segera diperiksa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ketika water cannon atau meriam air ditembakkan dalam demonstrasi atau aksi massa, refleks pertama mungkin menutup mata dan memalingkan wajah. Namun, jika semprotan bertekanan tinggi mengenai mata secara langsung, itu berpotensi bahaya.

Dorongan air yang kuat dapat bekerja seperti benturan benda tumpul pada mata. Permukaan mata mungkin tampak relatif utuh, tetapi gaya benturan dapat diteruskan ke struktur di dalam bola mata dan menyebabkan cedera yang jauh lebih serius.

1. Bisa menyebabkan perdarahan di dalam mata

Ada bukti dari sebuah case series dalam jurnal Case Reports in Ophthalmology pada 2026. Para peneliti mengevaluasi 11 mata dari 9 pasien yang terkena langsung water cannon bertekanan tinggi saat demonstrasi.

Cedera yang paling sering ditemukan adalah hifema, yaitu perdarahan di ruang depan mata, terjadi pada 8 dari 11 mata.

Pasien juga mengalami midriasis traumatik atau pupil yang melebar akibat trauma, perdarahan vitreus di bagian dalam mata, luka pada kelopak, kerusakan retina, hingga patah tulang di sekitar rongga mata.

Pada hifema, darah terkumpul di antara kornea dan iris, dan pada sebagian kasus dapat menyebabkan penglihatan menurun, nyeri, sensitif terhadap cahaya, serta peningkatan tekanan di dalam mata.

2. Pada kasus berat, lensa dan retina bisa ikut rusak

Benturan water cannon juga dapat mencapai bagian mata yang lebih dalam.

Dalam studi yang sama, 2 dari 9 pasien membutuhkan operasi mata. Cedera yang memerlukan tindakan bedah meliputi lepasnya retina (retinal detachment), dislokasi lensa, dan perdarahan vitreus yang berat. Salah satu pasien mengalami retina lepas pada satu mata dan robekan retina pada mata lainnya.

Retina merupakan jaringan peka cahaya di bagian belakang mata yang sangat penting untuk penglihatan. Cedera pada bagian ini merupakan kegawatdaruratan mata.

Trauma tumpul pada mata secara umum dapat menimbulkan gejala berupa nyeri, sensitif terhadap cahaya, penglihatan menurun, penglihatan ganda, hingga muncul kilatan cahaya atau benda-benda seperti bintik dan benang yang melayang (floaters). Gejala tersebut perlu diperhatikan karena dapat menandakan cedera pada bagian belakang mata.

3. Mata terlihat baik-baik saja belum tentu tidak cedera

Truk water cannon. (commons.wikimedia.org/Blindajes)

Dalam trauma tumpul, yang perlu diperiksa oleh dokter bukan cuma kornea dan bagian depan mata, tetapi juga posisi lensa, tekanan bola mata, retina, serta struktur di sekitar mata. Pada kondisi tertentu, diperlukan CT scan, ultrasonografi mata, atau optical coherence tomography (OCT).

Beberapa komplikasi juga dapat muncul belakangan. Pasien dengan cedera semacam ini perlu dipantau terhadap komplikasi seperti robekan atau lepasnya retina serta glaukoma setelah trauma.

Karena itu, membaiknya rasa sakit setelah beberapa saat tidak selalu memastikan bagian dalam mata tidak mengalami cedera.

4. Apa yang harus dilakukan jika mata terkena water cannon?

Jika semprotan bertekanan tinggi mengenai mata secara langsung, jangan menggosok atau menekan bola mata.

Kompres dingin secara lembut dapat diletakkan di sekitar mata untuk membantu pembengkakan pada cedera ringan, tetapi jangan menekan bola mata. Segera dapatkan pemeriksaan medis setelah mata mengalami benturan.

Segera cari pertolongan medis, terutama jika setelah terkena semprotan muncul:

  • Penglihatan mendadak kabur atau berkurang.

  • Nyeri mata yang berat atau terus memburuk.

  • Darah terlihat di bagian depan mata.

  • Pupil tampak berubah bentuk atau berbeda ukurannya.

  • Penglihatan ganda.

  • Sensitif berat terhadap cahaya.

  • Kilatan cahaya atau banyak floaters baru.

  • Perdarahan atau luka di sekitar mata.

Perubahan penglihatan setelah cedera mata merupakan alasan kuat untuk memperoleh pertolongan medis segera.

Yang membuat water cannon berbahaya bagi mata adalah energi dari semprotan bertekanan tinggi. Benturannya dapat menyebabkan cedera mulai dari perdarahan hingga kerusakan lensa dan retina. Karena sebagian kerusakan terjadi di dalam bola mata dan tidak mudah terlihat, gangguan penglihatan setelah terkena water cannon tidak boleh dibiarkan tanpa penanganan.

Referensi

Ram Cohen, Etti Katzburg, Muhammad Abumanhal, et al., “High-Pressure Water Jet Ocular Injuries during Riot Control: A Case Series,” Case Reports in Ophthalmology 17, no. 1 (2026): 239–247, https://doi.org/10.1159/000550815.

American Academy of Ophthalmology, “Anterior Segment Trauma: Evaluation, Considerations and Initial Management,” diakses Agustus 2026.

American Academy of Ophthalmology, “Blunt Ocular Trauma,” diakses Agustus 2026.

U.S. National Library of Medicine, “Eye Emergencies,” diakses Agustus 2026.

National Eye Institute, “First Aid Tips,” diakses Agustus 2026.

Editorial Team

Related Article