Bluberi yang biasa ditambahkan ke yoghurt menjadi perhatian peneliti karena salah satu senyawa alaminya, pterostilbene.
Tim dari Jepang menemukan bahwa senyawa ini membantu mengurangi penumpukan lemak dalam sel otot dalam percobaan laboratorium.
Penelitian baru yang diterbitkan dalam jurnal Food Bioscience ini meneliti cara sel mengelola lemak, bukan perubahan berat badan setelah seseorang mengonsumsi buah beri.
Peneliti menggunakan sel otot mencit yang disebut C2C12 untuk menyaring sejumlah senyawa dari pangan. Pterostilbene menunjukkan kemampuan menekan penumpukan lemak di dalam sel.
Petunjuk mekanismenya mengarah pada PPARδ, protein yang membantu mengatur penggunaan lemak oleh sel. Menurut penjelasan di laman resmi Shinshu University, pterostilbene memperlambat penghancuran protein tersebut sehingga lebih banyak tersedia untuk menjalankan fungsinya. Sel juga menunjukkan peningkatan penanda pemecahan lemak dan aktivitas gen yang terkait dengan penggunaan asam lemak sebagai bahan bakar.
Hasil ini memberi arah untuk penelitian metabolisme otot, tetapi belum menjadi bukti bahwa beri dapat melangsingkan tubuh atau mengobati diabetes. Efektivitas dan keamanannya masih perlu diuji pada organisme hidup sebelum dapat diterapkan pada manusia. Studi ini pun belum menjadi dasar untuk menentukan porsi buah atau dosis suplemen yang menghasilkan manfaat serupa.
Referensi
Shinshu University, “Pterostilbene Modulates Skeletal Muscle Lipid Metabolism Through PPARδ Stabilization,” diakses September 2026.
Maaya Suzuki et al., “Pterostilbene Suppresses Intracellular Lipid Accumulation in C2C12 Myocytes via PPARδ Stabilization,” Food Bioscience 83 (2026): 109519, https://doi.org/10.1016/j.fbio.2026.109519.
