Comscore Tracker

Cholangiocarcinoma: Jenis, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan

Merupakan kanker langka yang dimulai di saluran empedu

Cholangiocarcinoma adalah kanker langka yang dimulai di saluran empedu. Karenanya, cholangiocarcinoma juga dikenal sebagai kanker saluran empedu. Saluran empedu itu sendiri adalah tabung tipis yang membawa empedu (cairan yang membantu mencerna makanan) dari hati dan kantong empedu ke usus kecil.

Kebanyakan orang terdiagnosis cholangiocarcinoma setelah kanker menyebar telah menyebar di luar saluran empedu. Jenis kanker ini sulit untuk diobati dan memiliki prognosis (peluang untuk pulih) yang buruk. Akan tetapi, banyaknya terapi bertarget dan uji klinis perlahan mengubahnya.

1. Jenis

Cholangiocarcinoma: Jenis, Penyebab, Gejala, Diagnosis, PengobatanIlustrasi jenis cholangiocarcinoma atau kanker saluran empedu (mskcc.org)

Dilansir Cleveland Clinic, para ahli mengategorikan cholangiocarcinoma menjadi beberapa jenis berdasarkan lokasi kanker terjadi di saluran empedu:

  • Cholangiocarcinoma intrahepatik: Terjadi di bagian saluran empedu di dalam hati dan kadang diklasifikasikan sebagai jenis kanker hati.
  • Cholangiocarcinoma hilar: Terjadi di saluran empedu di luar hati. Jenis ini juga disebut cholangiocarcinoma perihilar.
  • Cholangiocarcinoma distal: Terjadi di bagian saluran empedu yang paling dekat dengan usus kecil. Jenis ini juga disebut cholangiocarcinoma ekstrahepatik.

Cholangiocarcinoma sering didiagnosis ketika sudah lanjut, sehingga kesuksesan pengobatan sulit dicapai.

2. Penyebab dan faktor risiko

Cholangiocarcinoma: Jenis, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatanilustrasi cholangiocarcinoma atau kanker saluran empedu (medicinenet.com)

Cholangiocarcinoma terjadi ketika sel-sel di saluran empedu mengembangkan perubahan DNA, dilansir Mayo Clinic. DNA sel berisi instruksi yang memberi tahu sel apa yang harus dilakukan. Perubahan tersebut memberitahu sel untuk berkembang biak di luar kendali dan membentuk massa sel (tumor) yang dapat menyerang dan menghancurkan jaringan tubuh yang sehat. Belum diketahui dengan apa yang menyebabkan perubahan yang mengarah pada cholangiocarcinoma.

Terdapat beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko cholangiocarcinoma, di antaranya:

  • Kolangitis sklerosis primer: Penyakit ini menyebabkan pengerasan dan jaringan parut pada saluran empedu.
  • Penyakit hati kronis: Jaringan parut pada hati yang disebabkan oleh riwayat penyakit hati kronis meningkatkan risiko cholangiocarcinoma.
  • Masalah saluran empedu bawaan. Orang yang lahir dengan kista choledochal, yang menyebabkan saluran empedu melebar dan tidak teratur, memiliki peningkatan risiko cholangiocarcinoma.
  • Terdapat parasit di hati. Di daerah Asia Tenggara, cholangiocarcinoma dikaitkan dengan infeksi cacing hati, yang dapat terjadi dari konsumsi ikan mentah atau setengah matang.
  • Usia yang lebih tua. Cholangiocarcinoma paling sering dialami orang dewasa di atas usia 50 tahun.
  • Merokok. Merokok dikaitkan dengan peningkatan risiko cholangiocarcinoma.
  • Diabetes. Orang dengan diabetes tipe 1 atau tipe 2 mungkin memiliki peningkatan risiko cholangiocarcinoma.
  • Kondisi bawaan tertentu: Beberapa perubahan DNA yang diturunkan dari orangtua ke anak menyebabkan kondisi yang meningkatkan risiko cholangiocarcinoma. Misalnya fibrosis kistik dan sindrom Lynch.

Menambahkan dari Cancer Research UK, ada beberapa faktor yang mungkin dapat meningkatkan risiko kanker saluran empedu, tetapi belum ada cukup bukti. Ini termasuk:

  • Sirosis
  • Infeksi virus hepatitis B atau C
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Diabetes
  • Merokok
  • Riwayat kanker saluran empedu dalam keluarga

3. Gejala

Cholangiocarcinoma: Jenis, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatanilustrasi sakit perut (freepik.com/diana.grytsku)

Kanker saluran empedu mungkin tidak menunjukkan gejala atau sulit dikenali. Dirangkum dari National Health Service, gejala cholangiocarcinoma dapat meliputi:

  • Kulit atau bagian putih mata menjadi berwarna kuning (jaundice).
  • Kulit yang gatal.
  • Warna urine lebih gelap dan feses yang tampak lebih pucat dari biasanya.
  • Kehilangan nafsu makan atau berat badan turun tanpa penyebab yang jelas.
  • Merasa tidak enak badan secara umum.
  • Merasa lelah atau tidak berenergi.
  • Demam tinggi, atau merasa panas atau menggigil.

Gejala lainnya yang dapat memengaruhi perut seperti:

  • Mual dan muntah.
  • Sakit perut di sisi kanan, tepat di bawah tulang rusuk.

4. Diagnosis

Cholangiocarcinoma: Jenis, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatanilustrasi prosedur endoscopic retrograde cholangiopancreatography atau ERCP (hopkinsmedicine.org)

Untuk mendiagnosis cholangiocarcinoma, dokter akan mengevaluasi gejala, meninjau riwayat kesehatan, serta melakukan pemeriksaan fisik. Beberapa tes untuk mendeteksi jenis kanker ini dapat meliputi:

  • Tes fungsi hati: Memeriksa darah untuk zat tingkat tinggi yang mungkin menunjukkan hati tidak bekerja sebagaimana mestinya atau ada penyumbatan saluran empedu, seperti peningkatan enzim hati.
  • Tes penanda tumor: Untuk memeriksa darah atau urine untuk protein dan zat lainnya yang bisa menandakan adanya kanker.
  • Ultrasound (USG) perut: Pemeriksaan menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar hati, pankreas, dan kantong empedu. Ini mungkin tes pencitraan pertama yang perlu dilakukan bila dokter mencurigai adanya kanker saluran empedu.
  • Magnetic resonance cholangiopancreatography (MRCP): MRCP adalah tes pencitraan khusus yang menggunakan mesin MRI. Ini menciptakan gambaran rinci dari hati, saluran empedu, kantong empedu, pankreas dan saluran pankreas.
  • Endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP): ERCP menggunakan endoskop dan kateter (tabung tipis dan fleksibel) untuk memeriksa saluran empedu. Endoskopi dimasukkan ke mulut dan turun ke usus kecil saat pasien dibius. Kateter memberikan pewarna kontras untuk menguraikan bentuk saluran empedu pada sinar-X. Jika dokter mendeteksi adanya penyumbatan saluran empedu, perangkat stent dapat ditempatkan selama ERCP di saluran empedu yang tersumbat untuk membukanya kembali.
  • Percutaneous transhepatic cholangiography (PTC): PTC menciptakan sinar-X dari saluran empedu seperti ERCP. Namun, alih-alih endoskopi dan kateter, dokter memberikan pewarna kontras dengan memasukkan jarum langsung ke saluran empedu dan hati. PTC biasanya dilakukan untuk individu yang tidak dapat menjalani ERCP.
  • Biopsi: Apabila pencitraan dan tes laboratorium menunjukkan kanker, dokter akan melakukan biopsi. Biopsi adalah prosedur untuk mengambil sampel jaringan dari tubuh. Seorang ahli patologi akan memeriksa jaringan di bawah mikroskop untuk memeriksa adanya kanker. Dokter dapat mengambil sampel jaringan saluran empedu selama ERCP, PTC, atau dengan menggunakan jarum kecil melalui kulit.

Baca Juga: Kanker Kantung Empedu: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

5. Stadium

Cholangiocarcinoma: Jenis, Penyebab, Gejala, Diagnosis, PengobatanIlustrasi ukuran tumor cholangiocarcinoma (cholangiocarcinoma.org)

Menurut National Cancer Institute, stadium cholangiocarcinoma dibagi menjadi empat berdasarkan jenisnya.

Cholangiocarcinoma intrahepatik

  • Stadium 0: Sel abnormal ditemukan di lapisan terdalam jaringan yang melapisi saluran empedu intrahepatik dan kemungkinan akan menyebar ke jaringan normal terdekat.
  • Stadium 1: Stadium ini dibagi menjadi stadium 1A dan 1B. Untuk 1A, kanker sudah terbentuk di saluran empedu intrahepatik dan tumornya berukuran 5 sentimeter (cm) atau lebih kecil. Sementara pada stadium 1B, tumor lebih besar dari 5 cm.
  • Stadium 2: Kanker bisa ditemukan di salah satu tempat berikut ini; satu tumor yang menjalar melalui dinding saluran empedu dan ke dalam pembuluh darah; ada lebih dari satu tumor di saluran empedu intrahepatik dan sudah menyebar ke dalam pembuluh darah.
  • Stadium 3: dibagi menjadi 2 yaitu 3A dan 3B. Pada 3A, tumor sudah menyebar melalui lapisan luar organ hati. Sedangkan 3B, kanker sudah menyebar ke organ atau jaringan di dekat hati, seperti duodenum, usus besar, lambung, saluran empedu, dinding perut, diafragma, atau jaringan lain di belakang hati, hingga kelenjar getah bening.
  • Stadium 4: kanker sudah menyebar ke bagian lain dari saluran empedu dan sekitarnya. Seperti tulang, paru-paru, kelenjar getah bening yang lebih jauh, jaringan perut hingga sebagian besar organ di perut.

Cholangiocarcinoma hilar

  • Stadium 0: Sel abnormal sudah ditemukan di jaringan terdalam saluran empedu perihilar dan kemungkinan menyebar ke jaringan normal terdekat.
  • Stadium 1: Kanker sudah menyebar ke lapisan otot dari dinding saluran empedu perihilar.
  • Stadium 2: Kanker sudah menyebar melalui dinding saluran empedu perihilar ke jaringan lemak terdekat atau jaringan hati.
  • Stadium 3
    • Stadium 3A: Kanker menyebar ke cabang di satu sisi arteri hepatik atau vena portal.
    • Stadium 3B: Kanker sudah menyebar ke satu atau lebih dari satu bagian vena dan cabang-cabangnya atau arteri hepatika dan vena.
    • Stadium 3C: Kanker menyebar ke satu hingga tiga kelenjar getah bening di dekatnya.
  • Stadium 4
    • Stadium 4A: Menyebar ke empat atau lebih kelenjar getah bening.
    • Stadium 4B: Menyebar ke bagian lain seperti hati, paru-paru, tulang, otak, kulit, kelenjar getah bening, jaringan yang melapisi dinding perut dan sebagian organ di perut.

Cholangiocarcinoma distal

  • Stadium 0: Sel abnormal ditemukan di jaringan terdalam saluran empedu distal.
  • Stadium 1: Kanker telah terbentuk dan menyebar kurang dari 5 milimeter (mm) ke dalam dinding saluran empedu distal.
  • Stadium 2
    • Stadium 2A: Kanker menyebar kurang dari 5 mm di saluran empedu distal dan menyebar ke satu sampai tiga kelenjar getah bening. Atau 5 sampai 12 mm ke dinding saluran empedu distal.
    • Stadium 2B: Kanker yang menyebar sebesar 5 mm atau lebih ke dinding saluran empedu distal dan menyebar ke satu hingga tiga kelenjar getah bening.
  • Stadium 3
    • Stadium 3A: Menyebar ke dinding saluran empedu distal dan ke empat atau lebih kelenjar getah bening.
    • Stadium 3B: Menyebar ke pembuluh darah besar yang membawa darah ke organ perut.
  • Stadium 4: Kanker menyebar ke bagian lain di dari tubuh, seperti hati, paru-paru, dan organ perut.

6. Pengobatan

Cholangiocarcinoma: Jenis, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatanilustrasi operasi untuk cholangiocarcinoma (baptist-health.com)

Pengobatan cholangiocarcinoma tergantung dari jenis dan stadiumnya. Beberapa pengobatan kanker yang bisa dilakukan berupa:

Operasi:

  • Pengangkatan saluran empedu: Pengangkatan ini dilakukan jika tumor dalam ukuran kecil dan hanya di saluran empedu.
  • Hepatektomi parsial: Membuang bagian hati yang terdapat kanker. Bagian yang diangkat bisa berupa jaringan kecil atau sebagian besar hati.
  • Prosedur Whipple: Untuk mengangkat saluran empedu, kantong empedu dan bagian dari pankreas, lambung dan usus kecil.
  • Bypass: Dilakukan jika kanker menghalangi saluran empedu dan empedu menumpuk di kantong empedu.
  • Pemasangan cincin (stent): Ketika tumor menghalangi saluran empedu, pemasangan stent bisa dilakukan untuk mengalirkan empedu yang menumpuk di area tersebut.
  • Drainase bilier: Guna mengembalikan penyaluran cairan yang tersumbat dengan cara operasi bypass.
  • Transplantasi hati: Seluruh hati yang rusak diangkat dan digantikan dengan hati donor yang sehat. Transplantasi bisa dilakukan untuk jenis kanker saluran empedu perihilar.

Terapi radiasi

Terapi radiasi menggunakan sinar radiasi yang kuat untuk menghancurkan tumor. Ini mungkin diperlukan setelah operasi untuk membunuh sel kanker yang tersisa. Atau, dokter mungkin menyarankan sebelum operasi untuk mengecilkan tumor sebelum mengangkatnya.

Radiasi juga bisa dilakukan lewat radioembolisasi transarterial (TARE), yang menggunakan kateter untuk menanamkan butiran kecil radiasi (sering disebut sebagai "Y90") di pembuluh darah yang memasok tumor. Butiran tersebut memblokir pembuluh darah untuk mencegah darah masuk ke tumor. Pada saat yang sama, butiran tersebut melepaskan radiasi untuk mengecilkan tumor.

Kemoterapi

Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk menghancurkan kanker. Kemoterapi sistemik yang melewati seluruh tubuh dapat digunakan untuk mengecilkan tumor untuk memungkinkan pembedahan. Jika stadium kanker terlalu lanjut, kemoterapi digunakan untuk memperpanjang hidup dan mengurangi gejala kanker. Dalam beberapa kasus, prosedur dapat dilakukan untuk mengirim kemoterapi langsung ke saluran empedu:

  • Kemoembolisasi transarterial (TACE): Menggunakan kateter untuk menanamkan butiran kemoterapi dalam pembuluh darah yang memasok tumor. Pada waktu yang sama, butiran ini melepaskan obat kemoterapi untuk mengecilkan tumor.
  • Infus arteri hepatik (HAI): Menggunakan pompa implan pembedahan untuk menyuntikkan kemoterapi langsung ke arteri utama yang membawa darah ke hati. Akan tetapi, prosedur ini masih kontroversial apakah ini benar-benar efektif atau tidak.

Terapi bertarget

Terapi bertarget menargetkan bagian tertentu dari sel kanker. Beberapa orang dengan kanker saluran empedu yang merupakan hasil dari gen abnormal memiliki protein spesifik pada sel kanker mereka. Terapi yang ditargetkan dapat menyerang sel-sel ini agar tidak membelah.

Imunoterapi

Imunoterapi membantu sistem imun tubuh pasien dalam melawan kanker. Dalam saluran empedu, beberapa sel kanker mengandung protein yang mencegah sel imun untuk menyerang kanker. Imunoterapi menonaktifkan protein tersebut sehingga sel-sel imun dapat melakukan tugasnya dengan lebih baik.

7. Pencegahan

Cholangiocarcinoma: Jenis, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatanilustrasi vaksin hepatitis B (aarp.org)

Untuk meminimalkan risiko cholangiocarcinoma, kamu dapat:

  • Tidak merokok atau berhenti merokok. Merokok dihubungkan dengan peningkatan risiko kanker saluran empedu. Bila kesulitan dalam berhenti merokok, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi ke dokter.
  • Mengurangi risiko dalam mengembangkan penyakit hati. Penyakit hati kronis dikaitkan dengan peningkatan risiko cholangiocarcinoma. Beberapa penyebab penyakit hati tidak bisa dicegah, tetapi beberapa lainnya bisa. Lakukan apa pun yang kamu bisa untuk menjaga kesehatan organ hati.

Sebagai contoh, untuk mengurangi risiko peradangan hati (sirosis), minumlah alkohol dalam batas wajar atau lebih baik hindari. Untuk orang dewasa sehat, batasnya adalah satu minuman per hari untuk perempuan dan dua minuman untuk laki-laki. Selain itu, dapatkan juga vaksin hepatitis B.

Selain itu, jaga berat badan tetap sehat. Dan, ketika bekerja di tempat yang terdapat bahan-bahan kimia, ikuti instruksi keselamatan di tempat kerja.

8. Komplikasi yang bisa terjadi

Cholangiocarcinoma: Jenis, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatanilustrasi pasien dirawat inap di rumah sakit (renalandurologynews.com)

Dilansir Cancer Therapy Advisor, komplikasi cholangiocarcinoma yang sering ditemui biasanya berhubungan dengan obstruksi saluran empedu atau, lebih jarang, keterlibatan pembuluh darah lokal.

Ketika saluran empedu tersumbat oleh tumor, parenkim hati yang bergantung pada saluran empedu untuk drainase akan mengalami atrofi. Jika cholangiocarcinoma (dan karena itu tingkat obstruksi saluran empedu) terletak lebih proksimal dan di perifer, biasanya segmen hati yang terkena akan mengalami atrofi dan segmen lain akan mengalami hipertrofi.

Namun, jika lesi terletak lebih distal, seperti terlihat pada cholangiocarcinoma distal atau bahkan pada lesi hilus, maka sebagian besar parenkim hati tidak akan dapat mengalir dan, pada gilirannya, dapat menyebabkan gagal hati. Drainase setidaknya 25 persen sampai 30 persen dari hati diperlukan untuk mencegah gagal hati.

Cholangiocarcinoma juga dapat menyebabkan komplikasi ketika mereka melibatkan pembuluh darah lokal, baik oleh pembungkus langsung atau trombosis arteri hepatik atau vena portal.

Risiko komplikasi yang terkait dengan cholangiocarcinoma:

  • Obstruksi bilier: tinggi.
  • Gagal hati: rendah, kecuali jika obstruksi bilier distal tidak diobati.
  • Keterlibatan vena portal: rendah; lebih mungkin dengan penyakit lanjut.
  • Keterlibatan arteri hepatik: rendah; lebih mungkin dengan penyakit lanjut.

Prognosis untuk pasien cholangiocarcinoma biasanya buruk. Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun untuk kanker yang belum menyebar di luar saluran empedu adalah 10 persen hingga 15 persen. Angka ini turun menjadi 2 persen jika kanker menyebar ke area tubuh yang jauh dari saluran empedu, seperti paru-paru. Akan tetapi, perawatan yang lebih baru berarti tingkat ini akan meningkat seiring waktu.

Cholangiocarcinoma adalah kanker langka yang lebih sering terjadi pada orang tua. Kamu berisiko lebih tinggi mengembangkannya jika memiliki virus tertentu atau peradangan kronis di saluran empedu atau hati. Jenis kanker ini biasanya butuh kombinasi perawatan termasuk operasi, terapi radiasi, atau kemoterapi.

Baca Juga: 10 Jenis Makanan Pencegah Kanker yang Harus Kamu Konsumsi

Topic:

  • Bunga Semesta Int
  • Nurulia R F

Berita Terkini Lainnya