ilustrasi terapi fisik untuk perawatan sindrom kuboid (chiropody.co.uk)
Seperti dijelaskan di laman BV Foot Clinic, langkah pertama perawatan sindrom kuboid adalah dengan mengistirahatkan kaki. Hindari menempatkan beban atau tekanan pada kaki yang terdampak dan secara signifikan mengurangi atau menghilangkan aktivitas yang mungkin menyebabkan timbulnya kondisi tersebut.
Di rumah, perawatan yang bisa dilakukan adalah dengan metode RICE, yaitu:
- Rest atau mengistirahatkan kaki.
- Ice atau kompres dingin pada kaki.
- Compression atau membungkus area yang cedera untuk mencegah pembengkakan.
- Elevation atau meninggikan bagian tubuh yang sakit di atas ketinggian jantung.
Cuboid whip
Cara melakukannya adalah dengan berbaring telentang, menekuk lutut kaki yang cedera. Terapis akan memegang kaki yang cedera sementara pasien meluruskan lututnya dengan cepat dengan kaki tertekuk.
Dari bagian bawah kaki, terapis akan mendorong tulang kuboid dengan paksa, mengembalikannya ke tempatnya. Dalam beberapa kasus, pasien bisa mendengar kuboid kembali ke tempatnya.
Cuboid squeeze
Metode ini lebih umum digunakan jika rasa sakit lebih buruk pada dorsum (atas) kaki. Pasien akan berbaring telentang dengan kaki rileks, tergantung dari meja. Memegang kaki, terapis akan melenturkannya, mendorong tulang kuboid turun dari dorsum kaki.
Manipulasi tulang kuboid paling efektif jika dilakukan selama 24 jam pertama setelah cedera. Jika sudah merasakan nyeri untuk waktu yang lama, beberapa manipulasi mungkin diperlukan untuk meluruskan kembali tulang dengan benar. Menurut penelitian yang diterbitkan pada akhir 1990-an, manipulasi kuboid berhasil pada 90 persen kasus.
Akan tetapi, para ahli tidak merekomendasikan metode manipulasi untuk orang-orang dengan kondisi medis di kaki, seperti:
- Artritis
- Penyakit tulang
- Patah tulang
- Kondisi yang memengaruhi sirkulasi atau masalah saraf
Ada pula beberapa perawatan lainnya yang bisa efektif untuk merawat sindrom kuboid bila metode manipulasi tidak sepenuhnya berhasil atau tidak bisa dilakukan karena kondisi-kondisi di atas. Contohnya adalah:
- Pemijatan jaringan dalam pada otot betis bisa memberikan kelegaan.
- Ortotik dapat digunakan untuk mendukung keselarasan yang tepat.
- Obat antiinflamasi nonsteroid yang dijual bebas bisa dikonsumsi untuk mengurangi pembengkakan dan nyeri.
- Bantalan kaki atau alat bantu berjalan (foot brace) bisa digunakan untuk menopang sendi yang terkena.
- Mengaplikasikan perban kaki untuk membantu menstabilkan gerakan.
Sebagai upaya terakhir, operasi mungkin direkomendasikan. Ini mungkin dipilih bila pengobatan lain tidak menunjukkan perbaikan.