ilustrasi bersama teman-teman (pexels.com/Yudha Aprilian)
Kesepian dapat dipengaruhi oleh kehilangan orang terdekat, hubungan yang tidak sehat, pindah tempat tinggal, pensiun, gangguan pendengaran, keterbatasan mobilitas, kesulitan ekonomi, kecemasan sosial, atau depresi. Jadi, menyuruh orang yang kesepian untuk mencari teman kurang tepat.
Langkah pertama adalah mengenali hubungan seperti apa yang sebenarnya terasa kurang.
Jika yang hilang adalah kedekatan emosional, menambah puluhan kenalan baru mungkin tidak banyak membantu. Coba fokus pada satu atau dua hubungan yang aman. Mulailah dengan komunikasi rutin dan lebih jujur misalnya, menjadwalkan percakapan mingguan dengan orang yang dipercaya, bukan hanya saling mengirim pesan singkat.
Jika masalah utamanya adalah minim interaksi, kegiatan yang terstruktur dan berulang lebih disarankan. Kelas olahraga, kelompok membaca, komunitas keagamaan, kegiatan sukarela, atau kelompok berdasarkan hobi memberikan kesempatan untuk bertemu orang yang sama secara berkala. Kedekatan biasanya tumbuh melalui pertemuan yang berulang.
Sebuah metaanalisis terhadap 280 studi menemukan bahwa intervensi untuk mengurangi kesepian memberikan efek kecil hingga sedang. Intervensi psikologis menunjukkan hasil paling menjanjikan, disusul pelatihan keterampilan sosial dan emosional, penguatan jaringan sosial, serta dukungan sosial. Namun, kualitas kepastian buktinya masih rendah dan belum ada satu metode yang cocok bagi semua orang.
Terapi psikologis dapat membantu ketika kesepian membuat seseorang terus menghindar, takut ditolak, atau menganggap setiap respons orang lain sebagai tanda bahwa dirinya tidak disukai. Terapi perilaku kognitif (CBT) dan behavioral activation dapat membantu mengenali pola yang mempertahankan kesepian dan secara bertahap kembali melakukan aktivitas yang bermakna, selain membantu seseorang berpikir positif.
Dalam sebuah uji klinis terhadap 1.151 orang lanjut usia di Hong Kong yang hidup sendiri, mengalami kesulitan ekonomi, kesepian, dan tidak terbiasa menggunakan teknologi digital, program behavioral activation dan mindfulness melalui telepon mengurangi kesepian hingga 12 bulan. Program tersebut dibawakan oleh konselor awam yang telah mendapatkan pelatihan. Hasil ini menjanjikan, tetapi belum tentu dapat langsung diterapkan pada semua kelompok usia dan latar belakang.
Sumber dari masalah kesehatan juga perlu dicari. Kesulitan mendengar, misalnya, dapat membuat percakapan melelahkan dan secara perlahan mendorong seseorang menarik diri.
Dalam sebuah uji klinis yang melibatkan 977 orang lanjut usia dengan gangguan pendengaran, intervensi pendengaran membantu peserta mempertahankan jaringan sosial yang lebih besar dan sedikit menurunkan skor kesepian selama tiga tahun. Meski perubahannya kecil dan belum tentu bermakna secara klinis, tetapi temuan ini menunjukkan bahwa mengatasi hambatan fisik dapat membantu.
Kamu bisa mencoba satu langkah sosial yang realistis dan berulang selama beberapa minggu, misalnya menghubungi orang yang dipercaya, mengikuti satu kegiatan rutin, atau meminta bantuan untuk tantangan kesehatan maupun psikologis. Yang terpenting bukan berapa banyak orang yang ditemui, tetapi apakah interaksinya membuat kamu merasa aman, diterima, dan punya tempat untuk berbagi.
Kesepian yang menetap, mulai mengganggu tidur, nafsu makan, pekerjaan, atau disertai kehilangan minat dan perasaan tidak berharga perlu dibicarakan dengan psikolog, psikiater, atau tenaga kesehatan. Apabila muncul pikiran untuk menyakiti diri atau mengakhiri hidup, segera cari pertolongan darurat dan hubungi orang yang dapat mendampingi.
Referensi
World Health Organization, "From Loneliness to Social Connection: Charting a Path to Healthier Societies: Report of the WHO Commission on Social Connection", diakses Juli 2026.
Darren D. Hilliard et al., “Investigating Relationships between Loneliness, Social Isolation and Health,” Nature Communications 17 (2026): 5840, https://doi.org/10.1038/s41467-026-74758-7.
Mathias Lasgaard et al., “Are Loneliness Interventions Effective for Reducing Loneliness? A Meta-Analytic Review of 280 Studies,” American Psychologist 81, no. 1 (2026): 36–52, https://doi.org/10.1037/amp0001578.
Vivien Foong Yee Tang et al., “Behavioral Activation and Mindfulness Interventions in Reducing Loneliness and Improving Well-Being in Older Adults: The HEAL-HOA Randomized Clinical Trial,” JAMA Network Open 9, no. 2 (2026): e2557170, https://doi.org/10.1001/jamanetworkopen.2025.57170.
Nicholas S. Reed et al., “Hearing Intervention, Social Isolation, and Loneliness: A Secondary Analysis of the ACHIEVE Randomized Clinical Trial,” JAMA Internal Medicine 185, no. 7 (2025): 797–806, https://doi.org/10.1001/jamainternmed.2025.1140.