ilustrasi multivitamin (pixabay.com/Ri_Ya)
Multivitamin sering dianggap aman karena mengandung berbagai nutrisi sekaligus. Namun, dosis tinggi dari beberapa komponen dapat memengaruhi kulit.
Kombinasi vitamin B kompleks dalam dosis tinggi, misalnya, dapat berkontribusi terhadap perubahan mikrobiota kulit dan inflamasi.
Penelitian menunjukkan bahwa keseimbangan hormon dan nutrisi sangat berpengaruh terhadap kondisi kulit, termasuk jerawat. Mengonsumsi multivitamin tanpa kebutuhan spesifik dapat meningkatkan risiko efek samping yang tidak diinginkan.
Suplemen yang dikonsumsi sehari-hari dapat memicu jerawat, terutama jika memengaruhi hormon, produksi sebum, atau keseimbangan mikrobiota. Jika jerawat tidak kunjung membaik, mengevaluasi suplemen yang dikonsumsi bisa menjadi langkah penting, selain perawatan kulit dan pola hidup. Langkah terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter.
Referensi
Silverberg N. B. (2012). "Whey protein precipitating moderate to severe acne flares in 5 teenaged athletes." Cutis, 90(2), 70–72.
Dezhi Kang et al., “Vitamin B 12 Modulates the Transcriptome of the Skin Microbiota in Acne Pathogenesis,” Science Translational Medicine 7, no. 293 (June 24, 2015): 293ra103, https://doi.org/10.1126/scitranslmed.aab2009.
"What to Know About Biotin and Acne." WebMD. Diakses April 2026.
National Institutes of Health. “Iodine Fact Sheet." Diakses April 2026.
American Academy of Dermatology. “Acne Causes.” Diakses April 2026.
Christos C. Zouboulis, Mauro Picardo, and Jörg Reichrath, “Endocrine Aspects of Acne and Related Diseases,” Dermato-Endocrinology 1, no. 3 (May 1, 2009): 123–24, https://doi.org/10.4161/derm.1.3.9599.