Hubungi dokter, apoteker, atau fasilitas kesehatan untuk menilai apakah perlu pemeriksaan atau penanganan.
Jangan menunggu gejala muncul untuk meminta saran jika produk diminum anak, ibu hamil, lansia, atau orang dengan penyakit kronis, terutama jika jumlah atau kandungan produk tidak jelas.
Periksa nama produk dan nomor izin edarnya di https://cekbpom.pom.go.id/. Cocokkan informasi produk yang ditemukan dengan merek, bentuk, label, dan kemasan yang dimiliki. Pencarian di basis data membantu memeriksa status registrasi.
Dugaan produk palsu dapat disampaikan kepada BPOM melalui kanal pengaduan resmi, termasuk HALO BPOM 1500533 atau email halobpom@pom.go.id.
Tidak adanya keluhan saat ini belum cukup untuk memastikan produk aman. Namun, dugaan bahwa suatu suplemen palsu juga belum memastikan seseorang mengalami keracunan. Langkah yang tepat adalah berhenti mengonsumsinya, simpan informasi produk, dan meminta penilaian tenaga kesehatan, dan segera lakukann jika muncul gejala berat.
Referensi
IPB University, “Telanjur Minum Vitamin Palsu? Dokter IPB University Bagikan 5 Langkah yang Perlu Dilakukan,” diakses 27 Oktober 2026.
World Health Organization, “Substandard and Falsified Medical Products: Advice to Patients and Consumers,” diakses 27 Oktober 2026.
C. Michael White, “Continued Risk of Dietary Supplements Adulterated With Approved and Unapproved Drugs: Assessment of the US Food and Drug Administration’s Tainted Supplements Database 2007 Through 2021,” Journal of Clinical Pharmacology 62, no. 8 (2022): 928–934, https://doi.org/10.1002/jcph.2046.
National Capital Poison Center, “First Aid Guidelines,” diakses 27 Oktober 2026.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, “Cek Produk: Daftar Produk Suplemen Kesehatan,” diakses 27 Oktober 2026.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, “Pengaduan,” diakses 27 Oktober 2026.