Erling Haaland dikenal sebagai salah satu pesepak bola dari tim Manchester City yang memiliki kondisi fisik luar biasa. Tak hanya itu, dalam kesehariannya, pria ini juga mengonsumsi 2 gelas raw milk atau susu mentah setiap hari sebagai bagian dari pola makan sehatnya. Hal ini tentu membuat banyak orang penasaran dan bertanya-tanya, apakah semua orang sebenarnya bisa mengonsumsi susu mentah?
Kenapa Tidak Semua Orang Bisa Mengonsumsi Raw Milk?

Ternyata, jawabannya tidak sesederhana itu, lho! Rupanya tidak semua orang bisa mengonsumsi raw milk karena kondisi tubuh dan batas toleransi setiap orang berbeda-beda, sehingga responsnya juga akan jauh berbeda. Jadi, sebelum kamu ikut-ikutan tren pola makan sehat ala Erling Haaland dan mengonsumsi raw milk, kenali dulu beberapa alasan penting yang ada di baliknya dan mengapa susu mentah tidak selalu cocok serta aman dikonsumsi oleh semua orang. Yuk, simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini ya!
1. Bisa membawa bakteri patogen meskipun berasal dari peternakan yang terlihat bersih

Susu mentah atau raw milk bisa membawa berbagai macam bakteri dan mikroorganisme patogen, seperti E. coli, Salmonella, Campylobacter, Listeria, Cryptosporidium, dan Brucella. Bakteri-bakteri tersebut berpotensi menyebabkan penyakit serius jika sampai tertelan dan masuk ke dalam tubuh manusia. Adanya kontaminasi ini tidak selalu menunjukkan bahwa peternakan sapi perah tersebut kotor atau memiliki standar kebersihan yang buruk, karena hewan yang tampak sehat pun dapat membawa patogen tanpa menunjukkan gejala yang jelas.
Selain itu, mikroorganisme juga dapat masuk ke dalam susu selama proses pemerahan berlangsung. Biasanya bakteri akan ikut terbawa melalui kulit hewan, tangan pekerja, peralatan, lingkungan, maupun penyimpanan yang kurang tepat. Oleh karena alasan tersebut, label susu "langsung diperah dari peternakan" atau susu mentah tidak otomatis menjadikan susu tersebut bebas dari bahaya bakteri patogen.
2. Beberapa kelompok tertentu memiliki risiko komplikasi kesehatan yang jauh lebih serius

Ternyata tingkat risiko konsumsi susu mentah tidak sama bagi setiap orang. Anak-anak yang berusia di bawah 5 tahun, orang lanjut usia dengan umur 65 tahun ke atas, ibu hamil, serta orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah memiliki kemungkinan lebih besar mengalami infeksi berat saat mengonsumsi raw milk. Pada ibu hamil, infeksi Listeria dapat menyebabkan komplikasi serius bagi ibu dan janin, sementara bakteri patogen jenis E. coli dapat memicu hemolytic uremic syndrome (HUS), yaitu komplikasi yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal.
Namun, bagi orang-orang yang sehat atau bugar seperti atlet, konsumsi susu mentah tidak akan menjadi masalah bagi tubuh mereka. Oleh karena alasan tersebut, orang-orang yang tergolong dalam kelompok rentan di atas sebaiknya mengonsumsi susu pasteurisasi agar lebih aman bagi kesehatan. Sehingga bisa ditarik kesimpulan bahwa risiko raw milk bersifat individual dan tidak bisa dipukul sama rata seperti yang lainnya.
3. Hasil tes yang negatif tidak dapat diartikan bahwa semua susu mentah akan selalu aman

Satu sampel susu mentah yang hasil tesnya negatif terhadap bakteri patogen tidak berarti semua susu dari peternakan tersebut sudah pasti aman. Kondisi susu dapat berbeda dari satu batch ke batch lainnya, sehingga susu yang aman dalam satu waktu pemerahan belum tentu bebas dari patogen pada waktu berikutnya. Ini bisa disebabkan oleh adanya perubahan kondisi atau tingkah laku hewan, lingkungan, kebersihan alat, proses pemerahan, dan cara penyimpanan yang dapat memengaruhi risiko kontaminasi.
Oleh karena alasan tersebut, hasil tes negatif hanya menunjukkan bahwa bakteri patogen tidak ditemukan dalam sampel yang diperiksa pada saat itu. Dan hasil tersebut tidak bisa digunakan sebagai jaminan bahwa setiap tetes susu dari peternakan yang sama selalu bebas dari mikroorganisme yang berbahaya. Jika kamu tetap mengonsumsinya, hal tersebut bisa menyebabkan gejala gangguan kesehatan yang serius, mulai dari muntah, diare, hingga kerusakan ginjal.
Dengan memahami bahwa tidak semua orang bisa mengonsumsi raw milk, kamu bisa mengetahui bahwa tak selamanya susu jenis tersebut aman hanya karena terlihat alami atau berasal langsung dari peternak. Risiko kontaminasi dan tingkat keparahan gangguan kesehatan dapat berbeda pada setiap orang, terutama pada kelompok yang lebih rentan. Oleh karena itu, kalau kamu memutuskan untuk mengonsumsi susu mentah, pastikan kondisi tubuhmu benar-benar sehat dan bugar, ya!
Referensi
Raw Milk. CDC. Diakses pada Juli 2026.
Raw Milk Know the Raw Facts. CDC. Diakses pada Juli 2026.
How Listeria Spread: Soft Cheeses and Raw Milk. CDC. Diakses pada Juli 2026.
Safer Food Choices. CDC. Diakses pada Juli 2026.
Research Anthology: Raw Milk. CDC. Diakses pada Juli 2026.
Raw Milk Misconceptions and the Danger of Raw Milk Consumption. FDA Gov. Diakses pada Juli 2026.
How Haaland prompted a debate on drinking raw milk. BBC. Diakses pada Juli 2026.
Haaland's raw milk habit highlights a public health challenge. Food Safety News. Diakses pada Juli 2026.
5 reasons Erling Haaland drinks raw milk. Organised. Diakses pada Juli 2026.




![[QUIZ] Dari Cara Kamu Pulih setelah Sakit, Ini Kekuatan Sistem Imun Kamu](https://image.idntimes.com/post/20250521/health-25-444e1146cca562b350101aba61264e15-d1c7ce7547ed9f5ea30339f1948023a1.jpg)
![[QUIZ] Dari Kebiasaan Sarapan, Kami Tebak Masalah Kesehatan yang Perlu Diwaspadai](https://image.idntimes.com/post/20260626/freepik-369_55677fbd-81bb-4f64-9a21-2112bb05347a.jpg)





![[QUIZ] Dari Kebiasaan Saat Lari, Kami Bisa Ungkap Risiko Cederamu](https://image.idntimes.com/post/20260504/chander-r-z4wh11fmfiq-unsplash_d88e76be-ec98-4166-a17b-68a5597d98b0.jpg)
![[QUIZ] Dari Kondisi Kulitmu, Ini Mungkin Nutrisi yang Kamu Butuhkan](https://image.idntimes.com/post/20250729/2148255249_4db38cce-2be7-434d-850f-91b76e856241.jpg)





![[QUIZ] Kami Bisa Tahu Kondisi kesehatanmu dari Cara Kamu Scroll HP sebelum Tidur](https://image.idntimes.com/post/20250509/pexels-eren-li-7241536-5c4ec660248908e4a47ec88518a7b4c9-e241475abc521b5045bad70c3f225f5c.jpg)


