Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

8 Tips Mengelola Penyakit Asam Urat setelah Lebaran

8 Tips Mengelola Penyakit Asam Urat setelah Lebaran
ilustrasi nyeri sendi gout akibat asam urat tinggi (freepik.com/freepik)
Intinya Sih
Sisi Positif
  • Lonjakan konsumsi daging merah dan makanan tinggi purin saat Lebaran dapat memicu serangan gout.

  • Perubahan pola makan dan hidrasi berperan besar dalam mengontrol kadar asam urat.

  • Penanganan efektif melibatkan kombinasi diet, gaya hidup, dan terapi medis bila diperlukan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Perubahan pola makan selama Lebaran dapat memicu serangan gout (penyakit asam urat) pada sebagian orang. Gejalanya nyeri sendi yang tiba-tiba, bengkak, hingga sensasi panas di area tertentu. Kondisi ini merupakan respons tubuh terhadap kadar asam urat yang meningkat.

Asam urat terbentuk dari pemecahan purin, yang banyak ditemukan dalam daging merah, jeroan, dan beberapa jenis seafood. Ketika kadarnya terlalu tinggi, kristal asam urat dapat menumpuk di sendi dan memicu peradangan. Kabar baiknya, kondisi ini bisa dikelola dengan langkah yang tepat.

Table of Content

1. Batasi makanan tinggi purin

1. Batasi makanan tinggi purin

Setelah Lebaran, penting untuk mengurangi konsumsi:

  • Daging merah.
  • Berbagai jeroan.
  • Seafood tertentu (sarden, kerang).

Konsumsi tinggi purin dari sumber hewani berkaitan dengan peningkatan risiko gout. Menggantinya dengan sumber protein rendah purin seperti telur, tahu, dan tempe dapat membantu menurunkan kadar asam urat.

2. Perbanyak minum air putih

Ilustrasi minum air putih.
ilustrasi minum air putih (pexels.com/cottonbro studio)

Hidrasi yang cukup membantu ginjal membuang kelebihan asam urat melalui urine.

Asupan cairan yang optimal dapat mengurangi risiko pembentukan kristal asam urat. Targetkan minimal 2–3 liter per hari, terutama setelah periode makan berat.

3. Kurangi minuman manis dan fruktosa

Minuman manis, termasuk sirop dan soda yang sering dihidangkan saat Lebaran, dapat meningkatkan produksi asam urat.

Penelitian menunjukkan, konsumsi fruktosa tinggi berhubungan dengan peningkatan kadar asam urat dan risiko gout. Fruktosa mempercepat produksi purin dalam tubuh, sehingga memperburuk kondisi.

4. Jaga berat badan tetap stabil

Ilustrasi menjaga berat badan sehat dengan olahraga.
ilustrasi menjaga berat badan sehat dengan olahraga (freepik.com/freepik)

Kenaikan berat badan setelah Lebaran dapat memperburuk gout. Obesitas diketahui meningkatkan produksi asam urat sekaligus menurunkan ekskresinya.

Studi menunjukkan bahwa penurunan berat badan dapat secara signifikan menurunkan kadar asam urat. Namun, hindari diet ekstrem karena justru bisa memicu serangan.

5. Batasi alkohol

Alkohol, terutama bir, dapat meningkatkan kadar asam urat dan menghambat pengeluarannya.

Konsumsi alkohol merupakan salah satu pemicu utama serangan gout. Menghindari alkohol selama fase pemulihan sangat dianjurkan.

6. Konsumsi makanan rendah lemak dan seimbang

Ilustrasi pola makan seimbang.
ilustrasi pola makan seimbang (pexels.com/Mustafa Erdağ)

Terapkan pola makan seimbang dengan memperbanyak konsumsi sayuran dan buah, produk susu rendah lemak, serta karbohidrat kompleks.

Pola makan tersebut dapat membantu mengontrol kadar asam urat. Studi menunjukkan bahwa produk susu rendah lemak memiliki efek protektif terhadap gout.

7. Aktif bergerak, tapi hindari overtraining

Aktivitas fisik membantu metabolisme tubuh dan menjaga berat badan. Namun, olahraga berlebihan saat kondisi belum stabil justru bisa memicu stres metabolik.

Rekomendasi umumnya adalah aktivitas moderat seperti jalan cepat atau bersepeda ringan secara rutin.

8. Konsultasi dokter dan minum obat jika diperlukan

Pasien berkonsultasi dengan dokter.
ilustrasi pasien berkonsultasi dengan dokter (freepik.com/pressfoto)

Jika serangan sering terjadi, pengobatan medis dari dokter mungkin diperlukan, seperti:

  • Allopurinol (menurunkan produksi asam urat).
  • NSAID (mengurangi nyeri dan inflamasi).

Untuk pasien dengan gout berulang, penting untuk mendapatkan terapi jangka panjang. Jangan menghentikan atau memulai obat tanpa konsultasi dokter.

Untuk mengelola kadar asam urat setelah Lebaran, kamu perlu menyesuaikan pola makan dan gaya hidup. Langkah sederhana seperti minum cukup air, mengurangi makanan tinggi purin, dan menjaga aktivitas fisik dapat memberikan dampak besar. Dengan pendekatan yang konsisten, risiko serangan gout bisa diminimalkan dan kualitas hidup tetap terjaga.

Referensi 

Choi, Hyon K., Karen Atkinson, Elizabeth W. Karlson, Walter Willett, and Gary Curhan. “Purine-Rich Foods, Dairy and Protein Intake, and the Risk of Gout in Men.” New England Journal of Medicine 350, no. 11 (March 10, 2004): 1093–1103. https://doi.org/10.1056/nejmoa035700.

National Kidney Foundation. “Uric Acid Stones.” Diakses Maret 2026.

Hyon K. Choi, Walter Willett, and Gary Curhan, “Fructose-Rich Beverages and Risk of Gout in Women,” JAMA 304, no. 20 (November 10, 2010): 2270, https://doi.org/10.1001/jama.2010.1638.

Pascal Richette et al., “Weight Loss, Xanthine Oxidase, and Serum Urate Levels: A Prospective Longitudinal Study of Obese Patients,” Arthritis Care & Research 68, no. 7 (November 25, 2015): 1036–42, https://doi.org/10.1002/acr.22798.

John D. FitzGerald et al., “2020 American College of Rheumatology Guideline for the Management of Gout,” Arthritis Care & Research 72, no. 6 (May 11, 2020): 744–60, https://doi.org/10.1002/acr.24180.

Tivya Kulasegaran and Nicola Dalbeth, “Dietary Management of Gout: What Is the Evidence?,” The American Journal of Medicine 130, no. 1 (December 14, 2016): e37, https://doi.org/10.1016/j.amjmed.2016.08.045.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
Eka Amira Yasien
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More