Apendisitis akut merupakan salah satu kondisi yang perlu diwaspadai ketika anak mengalami sakit perut. Kondisi ini terjadi ketika apendiks mengalami peradangan dan dapat berkembang menjadi keadaan gawat yang membutuhkan tindakan segera. Pada kasus tertentu, operasi perlu dilakukan dalam hitungan jam, terutama jika peradangan makin berat.
Gejala pada anak juga tidak selalu langsung terlihat jelas. Anak bisa saja awalnya mengeluhkan sakit di sekitar perut bagian atas atau lambung, kemudian nyeri berpindah ke perut kanan bawah dan makin berat.
Kondisi tersebut dapat disertai demam, mual, muntah, serta hilang nafsu makan. Karena gejalanya dapat berubah dari waktu ke waktu, orang tua perlu memperhatikan perkembangan gejala anak, bukan cuma melihat kondisi pada saat pertama kali sakit.
"Sebagai orang tua, penting sekali untuk memantau apakah anak yang sakit ini bertambah berat gejalanya atau tidak," kata dr. Himawan Aulia Rahman, Sp.A, Subsp.G.H.(K), Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastrohepatologi IDAI, pada Selasa (01/9/2026).
Hal yang membuat apendisitis harus diperhatikan adalah risikonya pada anak yang lebih muda. Meskipun lebih sering terjadi pada anak yang usianya lebih besar, terutama remaja, anak yang lebih kecil justru lebih sering datang dengan komplikasi.
Salah satu komplikasi paling serius adalah perforasi, ketika usus buntu pecah atau bocor sehingga isinya keluar ke rongga perut dan menyebabkan infeksi.