ilustrasi eye shadow (pexels.com/MART PRODUCTION)
Meski berasal dari tumbuhan, bahan alami tidak selalu aman digunakan langsung pada kulit. Dilansir Mayo Clinic, berbagai zat, termasuk tanaman dan kosmetik, dapat memicu contact dermatitis, peradangan kulit akibat iritasi atau reaksi alergi. Gejalanya dapat berupa kemerahan, gatal, rasa perih, hingga pembengkakan, terutama pada kulit yang sensitif.
Reaksi tersebut tidak selalu muncul pada semua orang karena dipengaruhi oleh kondisi kulit dan sensitivitas masing-masing individu. Area kelopak mata yang tipis juga membuatnya lebih rentan mengalami iritasi dibandingkan bagian kulit lainnya. Oleh karena itu, penggunaan kunyit atau bahan alami lain sebagai eye shadow sebaiknya dilakukan dengan hati-hati, terutama jika belum diformulasikan dan diuji untuk penggunaan di area mata.
Tren riasan dengan bahan alami memang menarik untuk dicoba, tetapi keamanan kulit tetap perlu menjadi prioritas. Meski kunyit mengandung pigmen alami yang mampu memberi warna kuning cerah, penggunaannya di area mata tetap memiliki potensi menimbulkan iritasi pada sebagian orang. Lantas, kamu tertarik mencoba tren eye shadow dari kunyit atau lebih memilih produk kosmetik yang memang diformulasikan khusus untuk area mata?
Referensi
“Contact Dermatitis”. American Academy of Dermatology (AAD). Diakses pada Agustus 2026.
“Contact Dermatitis: Symptoms and Causes”. Mayo Clinic. Diakses pada Agustus 2026.
“Impacts of Turmeric and Its Principal Bioactive Curcumin on Human Health: Pharmaceutical, Medicinal, and Food Applications: A Comprehensive Review”. Frontiers in Nutrition. Diakses pada Agustus 2026.