Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Viral Pakai Kunyit Jadi Eye Shadow, Amankah untuk Kulit?
ilustrasi kunyit (pexels.com/Karl Solano)

Belakangan ini, tren riasan ala Naykilla ramai diikuti oleh pengguna media sosial. Riasan tersebut identik dengan perpaduan warna kuning dan hijau pada area mata sebagai perona mata (eye shadow) yang mencuri perhatian. Namun, ada satu hal yang cukup unik dari tren ini. Sejumlah warganet mengaku menggunakan kunyit sebagai pengganti eye shadow kuning karena tidak memiliki produk dengan warna serupa.

Meski terlihat praktis dan berasal dari bahan alami, penggunaan kunyit sebagai riasan memunculkan pertanyaan mengenai keamanannya. Pasalnya, kelopak mata merupakan salah satu area wajah yang paling sensitif. Jika Kunyit digunakan sebagai pengganti eye shadow, bagaimana sains dan kesehatan memandang hal tersebut? Yuk, simak jawabannya di bawah ini!

1. Warna kuning kunyit berasal dari kurkumin

ilustrasi kunyit (pexels.com/Gilmer Diaz Estela)

Kunyit (Curcuma longa) memiliki warna kuning cerah karena mengandung senyawa alami bernama kurkumin (curcumin). Dalam studi yang terbit dalam jurnal Frontiers in Nutrition pada 2023, kurkumin dijelaskan sebagai pigmen polifenol utama yang memberikan warna khas pada rimpang kunyit. Selain digunakan sebagai bumbu dapur, senyawa ini juga telah lama dimanfaatkan sebagai pewarna alami pada makanan.

Karena memiliki pigmen yang kuat, kunyit dapat meninggalkan warna kuning pada kulit ketika dioleskan, termasuk di area kelopak mata. Inilah yang membuat sebagian orang memanfaatkannya sebagai pengganti eye shadow berwarna kuning. Meski begitu, kemampuan memberi warna tidak serta-merta berarti kunyit telah terbukti aman digunakan sebagai produk kosmetik, terutama di area mata yang sensitif.

2. Kulit kelopak mata lebih tipis dan sensitif

ilustrasi kelopak mata (pexels.com/Troy Tumbin)

Kelopak mata merupakan salah satu bagian kulit yang paling tipis pada tubuh manusia. Mengutip dari American Academy of Dermatology (AAD), kulit di area ini lebih rentan mengalami iritasi maupun contact dermatitis akibat paparan zat tertentu, termasuk produk kosmetik atau bahan lain yang dioleskan langsung. Karena lapisan pelindungnya lebih tipis, zat yang mengenai kelopak mata dapat lebih mudah memicu kemerahan, gatal, atau bengkak pada sebagian orang.

Risiko tersebut juga dapat meningkat apabila bahan yang digunakan belum diformulasikan atau diuji khusus untuk area mata. Itu sebabnya, produk yang aman digunakan pada kulit wajah belum tentu aman diaplikasikan di sekitar mata. Jadi, penggunaan bahan apa pun sebagai eye shadow, termasuk bahan alami, tetap perlu dilakukan dengan hati-hati.

3. Sumber alami tetap berisiko memicu iritasi atau alergi

ilustrasi eye shadow (pexels.com/MART PRODUCTION)

Meski berasal dari tumbuhan, bahan alami tidak selalu aman digunakan langsung pada kulit. Dilansir Mayo Clinic, berbagai zat, termasuk tanaman dan kosmetik, dapat memicu contact dermatitis, peradangan kulit akibat iritasi atau reaksi alergi. Gejalanya dapat berupa kemerahan, gatal, rasa perih, hingga pembengkakan, terutama pada kulit yang sensitif.

Reaksi tersebut tidak selalu muncul pada semua orang karena dipengaruhi oleh kondisi kulit dan sensitivitas masing-masing individu. Area kelopak mata yang tipis juga membuatnya lebih rentan mengalami iritasi dibandingkan bagian kulit lainnya. Oleh karena itu, penggunaan kunyit atau bahan alami lain sebagai eye shadow sebaiknya dilakukan dengan hati-hati, terutama jika belum diformulasikan dan diuji untuk penggunaan di area mata.

Tren riasan dengan bahan alami memang menarik untuk dicoba, tetapi keamanan kulit tetap perlu menjadi prioritas. Meski kunyit mengandung pigmen alami yang mampu memberi warna kuning cerah, penggunaannya di area mata tetap memiliki potensi menimbulkan iritasi pada sebagian orang. Lantas, kamu tertarik mencoba tren eye shadow dari kunyit atau lebih memilih produk kosmetik yang memang diformulasikan khusus untuk area mata?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎

Related Article