Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Vivera Rasakan Manfaat JKN saat Darurat hingga Kontrol Kesehatan
Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Vivera (62), merasakan manfaat layanan kesehatan mulai dari penanganan operasi patah tulang hingga pemeriksaan rutin melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). (dok. BPJS Kesehatan)
  • Vivera, peserta JKN sejak sekitar 2014, memanfaatkan layanan untuk penanganan patah tulang akibat kecelakaan pada 2024 hingga menjalani operasi di rumah sakit.

  • Selain kondisi darurat, Vivera mengikuti Prolanis di FKTP untuk pemeriksaan kesehatan bulanan sebagai upaya memantau kondisi tubuh seiring bertambahnya usia.

  • Setelah berhenti bekerja, Vivera melanjutkan JKN sebagai peserta mandiri kelas 2 dan rutin membayar iuran agar perlindungan kesehatan tetap aktif.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Vivera memanfaatkan Jaminan Kesehatan Nasional untuk penanganan patah tulang akibat kecelakaan serta pemeriksaan kesehatan rutin melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis.
  • Who?
    Vivera, 62 tahun, merupakan peserta JKN mandiri kelas 2 yang sebelumnya kepesertaannya ditanggung perusahaan tempat ia bekerja.
  • Where?
    Penanganan patah tulang dilakukan di rumah sakit, sedangkan pemeriksaan rutin Prolanis diikuti Vivera di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama.
  • When?
    Kecelakaan yang menyebabkan patah tulang terjadi pada 2024. Vivera telah menjadi peserta JKN sejak sekitar 2014 dan menjalani pemeriksaan Prolanis setiap bulan.
  • Why?
    Vivera membutuhkan penanganan segera setelah pergelangan tangannya patah akibat kecelakaan serta ingin memantau kondisi kesehatan secara berkala seiring bertambahnya usia.
  • How?
    Vivera dibawa langsung ke rumah sakit, menjalani pemeriksaan hingga operasi. Ia juga menjaga status JKN aktif dengan membayar iuran mandiri dan mengikuti Prolanis bulanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi perlindungan kesehatan yang dimanfaatkan Vivera (62) untuk berbagai kebutuhan medis. Sebagai peserta JKN sejak sekitar 2014, ia pernah menggunakan layanan tersebut untuk penanganan patah tulang akibat kecelakaan hingga pemeriksaan kesehatan rutin melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).

Vivera terdaftar sebagai peserta JKN segmen mandiri kelas 2. Saat masih bekerja, kepesertaannya ditanggung oleh perusahaan tempatnya bekerja. Setelah tidak lagi bekerja, ia melanjutkan kepesertaan secara mandiri dan rutin membayar iuran agar status kepesertaannya tetap aktif.

1. Mendapat penanganan saat mengalami patah tulang

Ilustrasi patah tulang. (Pixabay.com/sferrario1968)

Salah satu pengalaman Vivera menggunakan JKN terjadi pada 2024. Saat itu, ia mengalami kecelakaan yang menyebabkan patah tulang pada pergelangan tangan dan membutuhkan penanganan segera.

Dalam kondisi tersebut, Vivera langsung dibawa ke rumah sakit tanpa terlebih dahulu mendatangi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Setibanya di rumah sakit, ia menjalani pemeriksaan dan penanganan medis hingga akhirnya harus menjalani operasi untuk mengatasi patah tulang yang dialaminya.

“Cepat sekali. Pas datang langsung diperiksa segala macam. Karena kan saya sudah usia segini ya, jadi harus cepat penanganannya. Memang melewati beberapa proses, tapi cepat lah,” katanya.

Pengalaman itu menjadi salah satu momen yang berkesan bagi Vivera. Ia merasakan manfaat kepesertaan JKN ketika membutuhkan pelayanan kesehatan secara mendadak.

2. Memanfaatkan Prolanis untuk pemeriksaan rutin

Ilustrasi cek kesehatan saat mudik (unsplash.com/Mufid Majnun)

Selain menggunakan JKN saat mengalami kecelakaan, Vivera juga memanfaatkan layanan kesehatan untuk memantau kondisi tubuhnya secara berkala. Ia mengikuti Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di FKTP. Melalui program tersebut, Vivera mendapatkan pemeriksaan rutin setiap bulan untuk memantau kondisi kesehatannya.

“Saya ikut Prolanis BPJS di FKTP. Dan itu bermanfaat sekali karena bulanan kita diperiksa secara berkala,” ujar Vivera.

Pemeriksaan berkala menjadi salah satu cara Vivera menjaga kesehatannya seiring bertambahnya usia. Ia menyadari bahwa upaya menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika mengalami keluhan, tetapi juga melalui pemeriksaan rutin.

“Karena saya kan pengen sehat, jadi saya perlu JKN untuk jaga kesehatan. Saya harus sehat. Apalagi saya sudah bertambah usia,” ungkapnya.

3. Menjaga kepesertaan tetap aktif dengan membayar iuran

Warga memanfaatkan layanan BPJS Keliling untuk pendaftaran aplikasi mobile Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan di kawasan Dispendukcapil Semarang, Kamis (20/7/2023). (IDN Times/Dhana Kencana)

Untuk memastikan perlindungan kesehatannya tetap tersedia saat dibutuhkan, Vivera rutin membayar iuran JKN. Setelah tidak lagi bekerja, ia meneruskan kepesertaan yang sebelumnya ditanggung perusahaan menjadi peserta mandiri.

Bagi Vivera, membayar iuran bukan sekadar kewajiban sebagai peserta, melainkan bentuk kesadaran untuk mempersiapkan kebutuhan kesehatan yang dapat muncul sewaktu-waktu.

“Saya selalu bayar iuran rutin lebih kepada kesadaran bahwa saya harus sehat. Saya butuh sesuatu untuk menolong saya pada saat saya dalam kesulitan kesehatan,” pungkas Vivera.

Pengalaman menggunakan JKN saat menjalani penanganan patah tulang dan pemeriksaan rutin melalui Prolanis membuat Vivera menyadari pentingnya menjaga kepesertaan tetap aktif. Ia berharap program tersebut terus memberikan manfaat bagi dirinya dan keluarga. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Curated For You

Editorial Team

Related Article