Comscore Tracker

Mengapa Seseorang Bisa Menyukai Sesama Jenis? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Genetis atau murni faktor lingkungan?

"Kenapa sih, kok bisa ada orang yang suka dengan sesama jenis?"

Pertanyaan yang ditanyakan seorang yang heteroseksual, ketika sudah cukup usia untuk tahu preferensinya secara sadar, dikatakan punya muatan makna yang sama dengan pertanyaan:

"kenapa sih, kok bisa ada orang yang suka dengan lawan jenis?"

Pertanyaan yang diajukan seorang yang homoseksual. Itu terlontar ketika seseorang hanya mereferensikan pemikiran pada perasaan pribadi saja, yang menjadi rasa heran atau penasaran. Kamu termasuk salah satu di antara dua orang di atas?

Selama bertahun-tahun, topik ini terus diperdebatkan di antara kalangan Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender (LGBT) dan non-LGBT. Beberapa mengatakan orientasi homoseksual diperoleh sejak lahir; beberapa mengatakan faktor lingkunganlah yang berkontribusi pada orientasi homoseksual. Padahal ketika berbicara soal "kenapa bisa" itu perlu riset yang mendalam dan menyeluruh.

Pertama-tama, perlu ditekankan bahwa pembahasan artikel ini mengesampingkan pro dan kontra terkait topiknya. Namun artikel ini akan lebih membahas tentang apa saja faktor yang bisa membentuk orientasi seksual seseorang, yang tentunya didukung dengan berbagai riset ilmiah. Dengan begitu kita bisa lebih mengerti kompleksitas manusia secara fisik maupun psikologisnya.

Mengapa Seseorang Bisa Menyukai Sesama Jenis? Ini Penjelasan Ilmiahnyayonseiuicscribe.com

Yang perlu kamu tahu, kita membicarakan ini semua sepenuhnya dari sudut pandang ilmiah atau berdasarkan riset ilmiah yang pernah dilakukan. Sekali lagi, ini membicarakan soal "kenapa bisa" ya. Dilansir dari berbagai sumber, ketahui penjelasan ilmiah selengkapnya di sini!

1. Memang terlahir demikian alias faktor genetis

https://www.youtube.com/embed/wV1FrqwZyKw

Teringat dengan judul lagu Lady Gaga? Born This Way? Kalau tidak, juga tidak apa-apa. Dirilis pada 2011, memang lagu tersebut digubah untuk mereka yang merasa "terlahir homoseksual".

Beberapa kaum homoseksual menyatakan bahwa mereka memang "terlahir begitu". Dengan kata lain, silsilah keluarga mereka menyebabkan mereka memiliki orientasi homoseksual. Bagaimana kata riset mengenai hal ini?

  • Riset pada 1991 oleh ilmuwan asal Inggris, Simon LeVay, menyatakan bahwa perbedaan kecil pada ukuran sel-sel tertentu di otak dapat mempengaruhi orientasi seksual seseorang. Riset ini menjadi tonggak penelitian homoseksual.
  • Pada 1993, ilmuwan asal Amerika Serikat, Dean Hamer, mendukung teori tersebut seraya memaparkan teorinya bahwa beberapa penanda DNA pada kromosom X berkontribusi pada orientasi homoseksual pada pria.
  • Pada 1997, profesor ahli kejiwaan di University of Toronto, Ray Blanchard, mengemukakan bahwa terdapat antigen H-Y pada pria yang menentukan orientasi seksual. Jadi, apabila antigen tersebut tidak aktif, bisa jadi itulah faktor yang menjadikan mereka homoseksual.

Namun, teori LeVay terbantahkan satu tahun kemudian oleh ahli biologi asal Amerika Serikat, Anne Fausto-Sterling, yang menulis di bukunya Myths of Gender (1992) bahwa terdapat kesalahan di sampel LeVay.

Kebanyakan ilmuwan yang meneliti hubungan genetis dan homoseksualitas pada akhirnya menutup penelitiannya dengan mengatakan bahwa lingkunganlah yang menjadi faktor utama pembentukan orientasi seksual.

Kalau begitu, mengapa validitas secara ilmiah diperlukan? Karena 61 persen komunitas homoseksual membutuhkan "dasar yang kuat" untuk membuktikan bahwa orientasi seksual bukanlah sebuah "pilihan" melainkan "keturunan" (data dari majalah The Advocate, 1996).

Mengapa Seseorang Bisa Menyukai Sesama Jenis? Ini Penjelasan Ilmiahnyanews.gallup.com

Apakah kampanye ilmiah ini berhasil? Bisa dibilang begitu. Terbukti pada 2014, sebanyak 40 persen masyarakat di Amerika Serikat menganggap homoseksualitas adalah "genetis" dan sekitar 30 persen "lingkungan". Bisa dilihat betapa kontrasnya pandangan masyarakat pada 1978 (data dari Gallup, 2014) How the time has changed!

2. Konstruksi sosial dan budaya

Mengapa Seseorang Bisa Menyukai Sesama Jenis? Ini Penjelasan Ilmiahnyaallthatsinteresting.com

Terlepas dari perdebatan ilmiah mengenai penyebab homoseksualitas, pertama, orientasi homoseksual adalah hasil dari konstruksi sosial. Michael Foucoult dalam bukunya The History of Sexuality (1976) menyatakan bahwa terjadi perubahan besar pada gairah seksual manusia.

Foucoult memaparkan bahwa manusia pada abad ini menggambarkan orientasi seksual sebagai bentuk "kebenaran diri", dan kebenaran itu harus dicari. Jesi Egan mendukung pernyataan Foucoult seraya mengatakan bahwa orientasi seksual berbanding lurus dengan aktivitas seksual.

Konstruksi sosial sebagai faktor pendorong orientasi seksual telah ada selama berabad-abad yang lalu. Inilah buktinya:

  • Kebudayaan Yunani Purba mengizinkan praktik perjantanan, di mana pria lebih tua menjalin hubungan seksual dengan pria yang lebih muda. Mereka menganggap itu sebagai "bentuk cinta yang sesungguhnya."
  • Suku Sambia di Papua Nugini mengharuskan bocah laki-lakinya meminum sperma, karena suku Sambia percaya sperma memiliki "jiwa maskulinitas". Jadi, jika ingin mendapatkan maskulinitas, mereka harus meminum "sesuatu" dari dalam kaum lelaki.

Kelemahan teori ilmiah homoseksualitas adalah keadaan di mana standar dan konsep seksualitas dunia dapat berubah sewaktu-waktu. Apakah rakyat Yunani Purba dan Suku Sambia di Papua Nugini memiliki "gen gay"? Tidak juga. Karena kaum Sambia yang telah melewati ritual ini kemudian tetap menikah secara hetero dan berkeluarga.

Baca Juga: Realitas di Balik Stereotipe Masyarakat: "Pria Nge-Gym Itu Pasti Gay"

3. Keluarga yang kurang berfungsi

Mengapa Seseorang Bisa Menyukai Sesama Jenis? Ini Penjelasan Ilmiahnyasuffolkscb.org.uk

Apakah lembaga primer dalam masyarakat? Tentu saja, keluarga. Namun, apa yang terjadi bila keluarga tersebut tidak berfungsi semestinya? Ambil contoh, seorang anak laki-laki tinggal dalam keluarga dengan figur ibu yang lebih dominan dari ayah.

Karena kurangnya interaksi dengan ayah, terbentuk keinginan lebih untuk mendapatkan kasih sayang dari figur seorang "ayah" atau laki-laki. Di kemudian hari, inilah yang bisa mengarah ke orientasi homoseksual (gay).

Mengapa Seseorang Bisa Menyukai Sesama Jenis? Ini Penjelasan Ilmiahnyagfycat.com

Beberapa pemilik orientasi homoseksual menyatakan bahwa absensi figur seorang ayah saat masa kecil berpengaruh besar pada orientasi seksual mereka di masa depan. Inilah penjelasan faktor psikologis yang membentuk orientasi seksual tersebut.

4. Trauma

Mengapa Seseorang Bisa Menyukai Sesama Jenis? Ini Penjelasan Ilmiahnyadaily.shared.com

Beberapa orang benci harus mengakui ini, tetapi orientasi homoseksual mereka terbentuk karena sebuah trauma masa lampau. Lebih dari sering, beberapa orang yang mengaku pernah menjalani hubungan homoseksual menyatakan bahwa mereka pernah mengalami pelecehan seksual saat masih remaja atau masih kecil.

Mengapa Seseorang Bisa Menyukai Sesama Jenis? Ini Penjelasan Ilmiahnyagiphy.com

Menurut statistik pada 2017, Kementerian Sosial Indonesia (Kemensos) menyatakan bahwa rata-rata remaja laki-laki berumur 16 tahun lebih rentan terhadap kekerasan fisik, psikis, dan seksual. Terlebih, saat mereka beranjak dewasa, mereka terekspos pada materi-materi pornografi dan hal-hal lain yang semakin memperparah luka hasil pelecehan masa lampau.

"Dulu waktu awal SMA, aku ditelanjangi teman-teman cowokku sehabis pelajaran olahraga. Aku sudah melawan tapi tak kuat. Aku ditahan dan dibekap oleh sekitar empat orang berbadan jauh lebih besar dari aku, sementara satu orang menggesekkan punyanya ke aku dan mengocokku sampai keluar. Ia dengan bangga menghina bahwa punyaku berdiri sampai keluar itu menandakan aku homo, sementara punya dia gak berdiri.

Sejak itu aku selalu ditekan mereka, jadinya aku hanya berteman dengan teman-temanku yang perempuan. Aku malu untuk menceritakan itu ke siapapun, rasanya hancur dan kotor. Dari situ aku merasa bahagia jika bertemu dengan teman cowok yang baik. Malah aku sadar, bahkan bisa tumbuh rasa suka pada cowok yang baik. Baru-baru ini aku bisa jujur dengan kisah itu dan perasaanku." - Andi (bukan nama sebenarnya), 25 tahun, karyawan swasta, bercerita melalui pesan pribadi kepada IDN Times saat diwawancarai.

Karena kasus kekerasan seksual yang mereka alami kerap dianggap memalukan, mayoritas tidak berani menceritakannya bahkan pada orang yang paling mereka percaya ataupun orangtua. Akhirnya mereka mencari cara untuk "mengobati" kebingungan perasaan mereka secara mandiri, yang kebanyakan akhirnya mengarah pada penyimpangan dari orientasi seksual mereka yang sebelumnya. Lebih buruk lagi jika itu mengarahkan mereka pada penyimpangan perilaku, seperti seks bebas, ikut melakukan perundungan atau penggunaan obat terlarang.

Mengapa Seseorang Bisa Menyukai Sesama Jenis? Ini Penjelasan Ilmiahnyamartialartsteachers.com

Pada kuartal pertama 2019, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkapkan bahwa perundungan (12 kasus), kekerasan fisik (8 kasus), dan kekerasan seksual (3 kasus) masih menduduki tempat tertinggi, terutama di tingkat Sekolah Dasar (SD) yang mencapai 67 persen. Itu baru yang tercatat dan dalam rentang waktu yang terbilang singkat.

Bayangkan jika penyintas kejadian seperti itu, yang bisa membentuk orientasi seksualnya, kemudian mendapatkan perlakuan diskriminatif setelahnya, betapa berat hidup yang harus dijalani. Tidak hanya perang dalam batin yang berat, tapi juga perlakuan tidak manusiawi dari sekitarnya.

Memahami dan memanusiakan manusia itu yang terpenting, terkait adanya penyimpangan perilaku seperti seks bebas, itu urusan lain yang tak semestinya kita hakimi sendiri. Ada hukum yang berlaku untuk menindaknya kan?

5. Kebudayaan yang jangak

Mengapa Seseorang Bisa Menyukai Sesama Jenis? Ini Penjelasan Ilmiahnyaproudout.com

Yang dimaksud kebudayaan jangak adalah di mana segala aktivitas boleh dilakukan demi pengembangan diri (baik itu bersifat positif atau negatif). Salah satu contoh yang paling lazim adalah kebudayaan Amerika Serikat.

Dalam jangka 40 tahun, angka kaum homoseksual di Amerika Serikat meningkat pesat. Dibandingkan ketidakpastian faktor ilmiah, faktor kebudayaan yang menjerumuskan seseorang memainkan peran yang lebih besar pada orientasi seksual.

Di balik statistik ini, berdiri banyak gay bar yang menjadi tempat perkumpulan utama kaum homoseksual. Di Indonesia sendiri, Bali memiliki setidaknya empat gay bar dominan di daerah Seminyak. Bahkan, Bali alias Pulau Dewata ini dinyatakan sebagai destinasi homoseksual nomor wahid di Indonesia.

Beberapa negara di dunia pun sudah melazimkan toleransi terhadap homoseksual, sehingga mereka tidak perlu malu lagi. Toleransi terhadap menjalankan hubungannya ya, bukan hanya sekadar toleransi terhadap orientasi kesukaannya.

Mengapa Seseorang Bisa Menyukai Sesama Jenis? Ini Penjelasan Ilmiahnyagiphy.com

Namun, karena pandangan bahwa toleransi terhadap homoseksual menyebabkan angkanya melonjak tinggi, beberapa negara seperti Uganda, Rusia, bahkan Indonesia, dan beberapa negara lainnya mengundangkan UU Anti LGBT, yang dikeluhkan akan mendiskriminasi hak asasi manusia komunitas LGBT.

https://www.youtube.com/embed/lrJxqvalFxM

Tentu saja, faktor-faktor ini hanyalah sebagian kecil dari kisah-kisah yang tak terungkapkan oleh komunitas homoseksual. Namun, inilah saatnya Indonesia lebih waspada terhadap kekerasan terhadap anak dan remaja yang mengarah pada penyimpangan orientasi seksual dari yang sebelumnya. Jadi, tingkat kekerasan itu yang bisa kita kontrol agar tidak terjadi lagi perubahan orientasi seksual di tengah seseorang beranjak dewasa.

Mengapa Seseorang Bisa Menyukai Sesama Jenis? Ini Penjelasan Ilmiahnyaatworkaustralia.com.au

Catatan: Keberadaan orientasi homoseksual di Indonesia bukan untuk dijauhi atau malah dianiaya. Mereka memiliki hak yang sama seperti kita dan memiliki beban hidup yang sama seperti kita. Mari berpikiran terbuka dan rangkul mereka ke dalam masyarakat. Yang diperjuangkan adalah hak asasi setiap orang sebagai manusia dan makhluk sosial.

Baca Juga: Mengenal Fakta Ilmiah Tentang Transgender Lewat 6 Penjelasan Ahli Ini

Topic:

  • Alfonsus Adi Putra
  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya