Comscore Tracker

Sebanyak 35,6 Persen Laki-laki Indonesia Mengalami Disfungsi Ereksi

Bagaimana prosedur medis untuk mengatasinya?

Berhubungan seks tak hanya untuk memenuhi hasrat semata, tetapi juga menambah kedekatan emosional dan keintiman antara suami dan istri. Sayangnya, tak sedikit pasutri yang memiliki masalah disfungsi seksual. Bahkan, ada yang keharmonisan rumah tangganya terganggu akibat masalah ini.

Berangkat dari hal ini, RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo dan RSCM Kencana beker jasama dengan ICTEC meluncurkan layanan Men's Health and Couple Well Being secara virtual pada hari Selasa (27/10).

Acara ini menghadirkan empat pembicara yang kompeten di bidangnya, yaitu Dr. dr. Nur Rasyid, Sp.U(K) dari Departemen Urologi FKUI-RSCM, Prof. Dr. dr. Tjhin Wiguna, SpKJ(K) dari Departemen Ilmu Kesehatan Jiwa FKUI-RSCM, dr. Herdiman B. Purba, Sp.KFR-K dari Departemen Rehabilitasi Medik FKUI-RSCM, dan Prof. dr. Chaula Sukasah dari Divisi Bedah Plastik Estetika dan Rekonstruktif FKUI-RSCM.

Apa saja yang diperbincangkan? Simak, yuk!

1. Prevalensi disfungsi ereksi di Indonesia mencapai 35,6 persen

Sebanyak 35,6 Persen Laki-laki Indonesia Mengalami Disfungsi Ereksiunitypoint.org

Menurut Dr. Nur Rasyid, disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan untuk mencapai dan mempertahankan ereksi yang adekuat untuk mencapai performa seksual yang memuaskan.

Disfungsi ereksi berpengaruh pada kesehatan fisik dan jiwa, seperti meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular serta menurunkan kualitas hidup pasien dan pasangan.

Ia mengutip studi tentang prevalensi disfungsi ereksi di dunia yang dipublikasikan di jurnal The Translational Andrology and Urology. Tingkat prevalensi disfungsi ereksi untuk usia 40-49 tahun adalah 5 persen, sekitar 9 persen untuk usia 50-59 tahun, sebanyak kurang lebih 15 persen untuk usia 60-69 tahun, dan 22 persen untuk usia 70-80 tahun.

"Sementara itu, prevalensi disfungsi ereksi di Indonesia adalah 35,6 persen. Survei ini melibatkan 255 responden berusia 20-80 tahun," ungkap Dr. Nur Rasyid.

Apa saja faktor risiko disfungsi ereksi? Macam-macam, mulai dari pengaruh usia, stres, hipertensi, riwayat penyakit jantung, diabetes melitus, penyakit ginjal, riwayat operasi prostat, hingga stroke.

Dr. Nur Rasyid mengatakan bahwa hubungan seks yang sukses bergantung pada skor kekerasan ereksi atau erection hardness score (EHS). Ada empat skor yang digunakan dari 1-4, yaitu:

  • Skor 1 adalah penis membesar, tetapi tidak keras dan dianalogikan seperti tahu.
  • Skor 2 adalah penis mengeras, tetapi tidak cukup keras untuk melakukan penetrasi dan dianalogikan seperti pisang tanpa kulit.
  • Skor 3 adalah penis cukup keras untuk penetrasi, tetapi tidak sepenuhnya mengeras dan digambarkan seperti pisang yang kulitnya belum dikupas.
  • Skor 4 adalah penis keras dan benar-benar kaku dan digambarkan seperti mentimun.

Kesuksesan hubungan seks untuk penis dengan skor 3 adalah 60 persen dan meningkat jadi 93 persen untuk penis dengan skor 4. Ini mengacu pada penelitian yang dipublikasikan di The Journal of Sexual Medicine pada tahun 2008.

2. Apa pengaruh disfungsi seksual pria dengan kesehatan jiwa?

Sebanyak 35,6 Persen Laki-laki Indonesia Mengalami Disfungsi Ereksimedicaltreatmentcentre.com

Bagi sebagian lelaki, kehilangan fungsi seksual merupakan suatu hal yang memalukan. Bahkan, berdampak pada kesehatan jiwanya di kemudian hari.

Mengutip dari buku panduan DSM-5 (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 5th Edition: DSM-5) yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association, disfungsi seksual pada laki-laki terdiri dari:

  • Ejakulasi tertunda (delayed ejaculation)
  • Disfungsi ereksi (erectile dysfunction)
  • Ejakulasi dini (premature ejaculation)
  • Penurunan gairah seksual
  • Gangguan orgasme
  • Disfungsi seksual yang dipicu oleh obat atau zat tertentu

Apa dampak disfungsi seksual pria pada kesehatan jiwa? Menurut Prof. Tjhin, dampaknya beragam, seperti memicu konflik dengan pasangan, memicu depresi dan kecemasan, membuatnya kehilangan ego sebagai laki-laki, menimbulkan perasaan bersalah dan tidak berdaya, menyebabkan stres dan berdampak pada pekerjaan atau relasinya dengan orang lain, hingga menimbulkan trauma.

"Disfungsi seksual yang dialami pria dapat memicu perasaan bersalah dan tidak berdaya karena tidak bisa memberikan kepuasan seksual terhadap pasangannya. Bahkan, bisa menimbulkan rasa tidak percaya diri di semua aspek kehidupan," Prof. Tjhin menjelaskan.

Lebih lanjut, Prof. Tjhin mengatakan bahwa individu dengan disfungsi seksual perlu melakukan konsultasi dengan psikiater agar masalahnya dapat dikenali secara dini dan diberikan tatalaksana yang sesuai.

Psikiater akan memberikan terapi yang sesuai, misalnya psikoterapi suportif untuk membantu menanamkan rasa percaya diri pada pasien atau terapi kogntif perilaku untuk membantu pasien mengenali berbagai pikiran negatif dan mengatasi emosi negatif pada dirinya.

3. Disfungsi seksual bisa diatasi dengan rehabilitasi medik

Sebanyak 35,6 Persen Laki-laki Indonesia Mengalami Disfungsi Ereksipelvicexercises.com.au

Beranjak ke rehabilitasi seksual, ini adalah upaya memperbaiki fungsi seksual seseorang agar bisa kembali ke aktivitas semula yang diharapkan bersama pasangannya. Menurut dr. Herdiman, tindakan pengobatannya bisa dilakukan dengan latihan kebugaran seksual serta intervensi obat-obatan dan terapi, seperti low laser therapy, biofeedback, hingga ESWT.

Bidang rehabilitasi berfokus pada ilmu gerak tubuh (kinesiologi) dan kemampuan fungsional manusia. Sebagai contoh, untuk menjaga ereksi, diperlukan kekuatan dari otot-otot kecil di panggul untuk meningkatkan dan mempertahankan aliran darah menuju penis.

"Sementara, alat biofeedback digunakan dokter untuk menilai dan melatih gerakan dari otot kecil di daerah panggul untuk mempertahankan ereksi. Diharapkan, dengan latihan ini pasien bisa melatih otot tersebut supaya semakin kuat untuk menjalankan fungsinya," ujar dr. Herdiman.

Ada pula low laser therapy yang bisa meningkatkan kemampuan regenerasi sel pembuluh darah di penis. Fungsinya untuk memperbanyak sel pembuluh baru untuk mengoptimalkan ereksi. Menurut dr. Herdiman, terapi ini bersifat noninvasif dan dilakukan secara berkala untuk mengurangi sel yang sudah tua dan memperbaharui sel secara keseluruhan.

"Kombinasi dari semua terapi ini penting untuk mengoptimalkan fungsi aktivitas seksual pasien," tegas alumni Universitas Indonesia ini.

Baca Juga: Dari Sisi Medis, Ini 7 Risiko yang Dihadapi Laki-laki yang Tidak Sunat

4. Gangguan genitalia eksterna bisa mengganggu kehidupan seksual dan kepercayaan diri pasien

Sebanyak 35,6 Persen Laki-laki Indonesia Mengalami Disfungsi Ereksimenshealth.com

Sementara, Prof. Chaula menjelaskan bahwa gangguan atau perubahan struktur pada genitalia eksterna bisa disebabkan bawaan lahir, penuaan, dan bekas cedera. Ini bisa mengganggu kehidupan seksual, aktivitas sehari-hari, hingga memengaruhi kepercayaan diri dan kondisi psikologis pasien.

Contoh kelainan genitalia eksterna pada laki-laki adalah buried penis, di mana penis tertutupi oleh penumpukan lemak di bawah perut dan membuat penis "terkubur". Buried penis umum laki-laki yang kelebihan berat badan atau obesitas. Ada pula hipospadia, di mana lubang kemih tidak berada di ujung penis, dan phymosis yaitu ketika kulup lengket pada kepala penis akibat kurang dibersihkan.

Lalu, contoh kelainan genitalia eksterna pada perempuan adalah hyperplasi labiaminora, kondisi labia minor panjangnya melebihi ukuran normal dan menyebabkan ketidaknyamanan. Ada juga hymen imperforata, yakni selaput dara yang tidak berlubang dan diatasi dengan insisi supaya terbentuk hubungan antara vagina dan uterus. Masih banyak lagi kelainan genitalia eksterna lainnya.

"Tetapi, jangan khawatir karena layanan estetika genitalia eksterna RSCM bisa merekonstruksi gangguan tersebut dan memberikan fungsi yang optimal. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas fungsi seksual, meningkatkan kepercayaan diri pasien, dan kualitas hidupnya secara menyeluruh," ungkap Prof. Chaula.

5. Tindakan apa yang bisa dilakukan di Men's Health and Couple Well Being Clinic?

Sebanyak 35,6 Persen Laki-laki Indonesia Mengalami Disfungsi Ereksitelegraph.co.uk

Beruntungnya, ada Men’s Health and Couple Well-being Clinic yang bisa mengatasi gangguan seksual kita. Ini adalah layanan unggulan RSCM Kencana yang didedikasikan untuk konseling, diagnosis, dan terapi komprehensif di bidang kesehatan seksual dan
reproduktif.

Dokter yang terlibat di dalamnya berasal dari bidang urologi, kebidanan dan penyakit kandungan, penyakit saraf, bedah plastik, penyakit dalam, hingga kesehatan jiwa, dan rehabilitasi medik.

Men’s Health and Couple Well-being Clinic bisa mengatasi gangguan ereksi, gangguan ejakulasi, gangguan bentuk penis, gangguan libido, gangguan orgasme, masalah infertilitas atau ketidaksuburan, disfungsi seksual pada wanita, hingga kelainan genitalia eksterna.

Tindakan apa saja yang bisa dilakukan di sini? Ada banyak, mulai dari rigiscan, electrical shock wave therapy (ESWT), low level laser therapy, vacuum erection device (VED), prostesis penis, rekonstruksi kelainan penis, terapi pasangan, sperm retrieval procedur, mikroligasi varicocele, injeksi intrakavernosa, terapi kegel dan rekonstruksi ginekologi, layanan estetik kelainan genitalia eksterna, biofeedback, dan pemeriksaan elektroneurografi.

Diharapkan, adanya Men’s Health and Couple Well-being Clinic bisa memberikan penanganan secara tepat untuk setiap keluhan pasien atau pasangan. Sehingga, kualitas hidup dan kepercayaan diri mereka bisa kembali pulih.

Baca Juga: 25.000 Akses Kontrasepsi Diberikan untuk Perempuan di Banten dan Jabar

Topic:

  • Nena Zakiah
  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya