Cara Mail dan Uncle Muthu di Upin & Ipin Berjualan saat Bulan Puasa

- Mail dan Uncle Muthu sama-sama berprofesi di bidang kuliner, dengan Mail menjual ayam goreng bersama ibunya dan Uncle Muthu mengelola warung makan di Kampung Durian Runtuh.
- Saat Ramadan, Mail menyesuaikan waktu jualannya menjadi sore hari menjelang berbuka puasa dan memanfaatkan bazar Ramadan agar penjualannya tetap stabil.
- Uncle Muthu tetap buka seperti biasa, namun menolak pembeli Muslim yang sedang berpuasa sesuai aturan setempat agar menghormati bulan suci tersebut.
Mail dan Uncle Muthu adalah dua karakter dalam serial animasi Upin & Ipin yang sama-sama berbisnis kuliner. Bagi Mail, meski ia masih belia dan hanya membantu bisnis sang ibu, berjualan sudah menjadi jiwanya. Sementara bagi Uncle Muthu, berjualan makanan adalah pekerjaan utamanya. Keduanya sangat mencintai pekerjaan mereka dan selalu bekerja keras setiap harinya.
Sebagai pelaku usaha yang menjual makanan, baik Mail maupun Uncle Muthu juga tetap aktif berjualan selama bulan Ramadan. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi mereka, mengingat banyak orang muslim yang berpuasa. Namun, untuk mengatasinya, Mail dan Uncle Muthu punya cara masing-masing supaya bisnis mereka tetap berjalan lancar.
Table of Content
1. Perbedaan bisnis yang dijalankan Mail dan Uncle Muthu

Mail tumbuh di keluarga yang latar belakangnya pedagang. Sang ibu merupakan pedagang kaki lima yang mempunyai gerai di pinggir jalan raya. Mail selalu ikut membantu berjualan di samping ibunya dengan meja yang berbeda. Jualannya tak perlu ditanyakan lagi, tentu saja ayam goreng. Di sini Mail tidak menjual selain ayam.
Jika Mail berjualan ayam goreng saja, maka Uncle Muthu mendirikan warung makan sederhana yang menjual beragam menu. Di sini Uncle Muthu mampu menghidangkan berbagai makanan dan minuman yang menggugah selera. Berbeda dengan Mail yang menjual dagangannya di tepi jalan raya, Uncle Muthu menjalankan usahanya tak terlalu jauh dari rumah, yaitu masih di lingkungan Kampung Durian Runtuh.
2. Mail memilih berjualan di jam yang berbeda dari biasanya saat bulan puasa

Di hari biasa, Mail biasa membantu sang ibu berjualan ayam goreng sehabis pulang sekolah. Karena berdagang sudah menjadi passion baginya, Mail pun seakan tidak pernah mau melewatkan kesempatan untuk melakoni pekerjaannya tersebut. Sehingga, di bulan Ramadan pun ia tetap aktif berjualan. Namun, sebagai seorang muslim yang juga berpuasa, cara berjualan yang Mail gunakan ketika bulan Ramadan ternyata berbeda dari hari biasanya, lho!
Mail tidak akan berjualan ketika hari masih terang, ia baru akan menjual ayam-ayamnya di sore hari ketika mendekati waktu berbuka puasa. Ini sebagaimana yang terungkap dalam episode “Pengalaman Puasa”. Meski buka lebih lambat di sore hari, Mail tidak takut jumlah penjualannya berkurang, sebab ia memanfaatkan event bazar Ramadan. Dengan begitu, ia tetap mendapatkan pemasukan yang sama seperti hari biasa, bahkan mungkin lebih banyak. Jadi, ketika bulan puasa, Mail akan sibuk berjualan di sore hari.
3. Uncle Muthu mengecualikan pembeli tertentu di bulan puasa

Sebelum membahas cara berjualan Uncle Muthu, perlu kamu ketahui bahwa Uncle Muthu adalah karakter yang diceritakan tidak memeluk agama Islam. Sebagai seseorang yang pekerjaan utamanya adalah menjual makanan, Uncle Muthu tetap menjalankan bisnisnya seperti biasa, walau di bulan Ramadan. Ia tidak membedakan waktu berjualan dan tetap buka seperti hari-hari biasa, yaitu mulai pagi hari.
Meski begitu, Uncle Muthu tetap memperhatikan siapa pembeli yang memesan di warung makannya. Hal ini terungkap dari penjelasan Uncle Muthu sendiri dalam episode “Pengalaman Puasa”. Di bulan Ramadan, Uncle Muthu akan menolak pesanan orang Melayu, Islam, dan orang puasa. Uncle Muthu tidak memperbolehkan orang-orang tersebut untuk makan di warung miliknya. Inilah yang membedakan cara jualannya dari hari-hari biasanya.
Jika melihat dari episode “Ragam Ramadhan”, apa yang diterapkan Uncle Muthu ternyata bukan peraturannya sendiri. Terdapat ketentuan dari pejabat agama di sana yang tidak memperbolehkan orang Islam berada di warung makan selama waktu berpuasa. Pemilik warung bisa ditangkap jika kedapatan membiarkan mereka makan di warung makan miliknya.
Sama-sama mempunyai bisnis kuliner, Mail dan Uncle Muthu kompak menerapkan cara jualan yang berbeda dari biasanya supaya tetap bisa berjualan selama bulan Ramadan. Jika Mail membedakan cara berjualan dari jam bukanya, Uncle Muthu membedakan cara berjualan dengan mengecualikan pembeli tertentu. Sayangnya, di episode “Pengalaman Puasa”, Uncle Muthu kedapatan pernah menerima pesanan orang tak puasa, nih!



















