Momen Ikonik di Konser Haddad Alwi, Danilla Nyanyi “Rindu Muhammadku”

Jakarta, IDN Times - Konser Haddad Alwi yang bertajuk “A Journey to Remember Vol.2 With: Danilla & Pusakata” meninggalkan kesan yang mendalam bagi saya. Meski digelar di venue M Bloc Live House yang tidak terlalu besar, energi yang tercipta saat itu terasa begitu besar dan hangat.
Malam itu, Sabtu (28/2/2026), sang penyanyi religi legendaris yang akrab disapa Abi tersebut menghadirkan cukup banyak gebrakan yang memukau. Bahkan, para kolaborator yang dihadirkan, termasuk Danilla Riyadi dan Pusakata memberi warna tersendiri pada konser ini.
1. Penampilan solo Pusakata dan Danilla yang terasa syahdu dan intim

Saya merapat ke area konser sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, Pusakata sedang mempersembahkan penampilan solonya. Aksi panggungnya saat duduk santai di atas kursi sambil memetik gitar sukses memukau penonton. Bahkan, suaranya yang merdu sempat membuat beberapa penonton terpaku sejenak, sebelum akhirnya ikut bernyanyi bersama. Suasana malam itu pun terasa semakin syahdu karena Pusakata juga membawakan lagu “Akad”, yang menambah hangatnya momen awal konser.
“Jangan lupa tarawih nanti,” teriak Pusakata sebelum meninggalkan panggung.
Setelah penampilan Pusakata, sempat ada jeda beberapa menit dengan teks dilayar mengumumkan giliran Danilla Riyadi. Nah sambil menanti Danilla, penonton di venue pun kompak duduk lesehan. Namun menariknya, posisi tersebut tetap dipertahankan, meski Danilla sudah naik ke atas panggung. Hadirkan suasana berbeda, momen ini pun membuat aksi panggung Danilla terasa lebih intim.
Sambil duduk lesehan, para penonton juga asyik bernyanyi bersama Danilla yang membawakan lagu hit miliknya, “Sangkakala Kalbu” dan “Sarwa”.
2. “Indonesia Pusaka” jadi lagu pembuka penampilan Haddad Alwi

Setelah penampilan solo Pusakata dan Danilla, Haddad Alwi akhirnya muncul ke atas panggung sekitar pukul 21.00 WIB. Ia membuka penampilannya dengan cara tak biasa dengan menyanyikan lagu “Indonesia Pusaka”. Iringan musik tradisional dari Saung Angklung Udjo pun membuat suasana terasa lebih hidup.
Alhasil, para penonton langsung refleks berdiri untuk bernyanyi bersama sambil merekam momen ikonik tersebut menggunakan kamera ponsel masing-masing.
3. Dipenuhi lantunan selawat dan doa baik

Diadakan pada malam ke-10 Ramadan 2026, konser ini rasanya lebih sekadar hiburan musik lantaran Haddad Alwi mengajak para penonton untuk berselawat bersama lewat lagu-lagu ikoniknya, termasuk “Sidnan Nabi”, dan “Sholawat Badar”. Suasana venue saat itu juga terasa khidmat karena sejumlah penonton refleks bernyanyi sambil mengangkat kedua tangan, larut dalam energi religius yang hangat.
Momen konser ini juga terasa menyentuh saat Haddad Alwi menyisipkan doa-doa baiknya untuk para penonton.
“Inilah wajah-wajah ahli surga,” ujarnya sambil menatap dan menunjuk satu per satu penonton dan membuat semuanya kompak berteriak, “Aamiin!”
Ia melanjutkan, “Malam ini adalah malam yang sangat bahagia buat Abi karena Abi yakin yang datang ke sini, di hati kalian ada cinta untuk Rasulullah. Mudah-mudahan yang datang ke sini dan sedang sedih-sedih, Allah hilangkan kesedihannya. Ada yang jomblo, ketemu jodohnya, yang punya hutang, Allah lunaskan hutang-hutangnya.”
4. Momen lamaran yang bikin satu venue salting berjemaah

Konser Haddad Alwi malam itu pun juga terasa dipenuhi penuh cinta. Setelah dibuat hanyut oleh lagu “Akad” dari Pusakata, penonton juga dibuat salting berjemaah karena salah satu pemain band Haddad Alwi yang akrab disapa Ludi memberanikan diri melamar pujaan hatinya yang juga merupakan penggemar Danilla Riyadi.
Saat itu, Ludi bersimpuh sambil menyerahkan cincin dan berkata, “Dengan mengucapkan Bismillah, saya menyatakan keseriusan melalui cincin ini, langsung aja, ‘Will you marry me?’” Penonton pun langsung bersorak keras, berteriak “Mau… Mau… Mau!”. Bahkan, Haddad Alwi dan Danilla Riyadi yang turut menjadi saksi momen tersebut tak kuasa menahan senyum mereka.
“100% yes!” jawab sang perempuan. Mendengar jawaban tersebut, semua penonton pun ikut merasakan kebahagiaan mereka. Momen ini terasa semakin manis karena Danilla spontan mengiringi prosesi pasang cincin dengan suara merdunya.
5. Haddad Alwi mendadak koplo, Danilla Riyadi malu-malu nyanyi “Rindu Muhammadku”

Di konser ini Haddad Alwi membuktikan bahwa dirinya mampu tetap relevan dengan perkembangan musik. Ia merilis lagu kolaborasi bersama Danilla Riyadi dan Pusakata dengan menyesuaikan genre musik kolaboratornya, tanpa menghilangkan nuansa religi yang ia bawa selama ini.
Saat itu, penonton juga dibuat terpukau ketika Haddad Alwi menampilkan sisi lain dirinya yang mendadak tampil koplo menyanyikan lagu “Geguritanku” bersama Novi Ayla. Penampilan luwes Haddad Alwi menyanyikan lagu berbahasa Jawa tersebut benar-benar terasa berbeda dari citranya selama ini.
Sebelum menutup konsernya, Haddad Alwi mengajak seluruh kolaboratornya untuk naik ke atas panggung. Satu momen ikonik pun juga tercipta di sini, yaitu ketika Danilla Riyadi, yang selama ini dikenal sebagai penyanyi jazz-indie, tampak malu-malu untuk ikut menyanyikan lagu “Rindu Muhammadku”.
Saat itu, ia hanya tersenyum dan tertawa tipis melihat aksi penonton yang penuh energi bernyanyi bersama. Namun tak lama kemudian, Danilla mulai menikmati alur musiknya. Gerak-gerik Danilla ini pun sukses membuat sejumlah penonton bereaksi gemas dan langsung mengabadikan momen tersebut dengan kamera ponsel masing-masing.
Membawa berbagai kejutan, menjadi panggung yang menyatukan berbagai genre musik, termasuk nuansa tradisional dari angklung, serta diisi dengan selawat dan doa-doa yang baik, konser ini pun membuat hati saya terasa penuh.


















