Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Sisi Buruk Sifat Terlalu Perfeksionis dalam Berkarier, Hindari Yuk!

5 Sisi Buruk Sifat Terlalu Perfeksionis dalam Berkarier, Hindari Yuk!
pexels.com/ThisIsEngineering
Share Article

Di kantor kita pasti pernah menemukan tipe rekan kerja yang perfeksionis. Di mana segala pekerjaan ingin diselesaikannya secara sempurna. Mereka akan bekerja sangat teliti dan tidak akan memberi ruang terhadap kesalahan barang sekecil apa pun.

Memiliki sikap perfeksionis memanglah baik, namun jika pekerjaan yang kamu selesaikan memiliki standar yang tinggi tanpa sadar bisa buang-buang waktu lho. Tugas yang seharusnya bisa kamu selesaikan secara cepat dan efisien, justru butuh waktu berjam-jam untuk diselesaikan. Nah berikut lima dampak negatif jika kita bekerja terlalu perfeksionis

1. Dapat membuang-buang waktu

unsplash.com/Lukas Blazek
unsplash.com/Lukas Blazek

Orang perfeksionis ketika melakukan suatu pekerjaan akan sangat lama sebab ia akan meneliti pekerjaan tersebut secara berulang, mengeceknya satu per satu, dan memastikan hasilnya terlihat sempurna.

Ia tidak akan berhenti sebelum pekerjaan tersebut bisa diselesaikan sesuai standar yang ia buat. Hingga tanpa sadar waktu yang harusnya bisa dimanfaatkan untuk menyelesaikan banyak tugas, harus tersita banyak untuk satu pekerjaan saja. 

2. Sulit percaya terhadap kemampuan orang lain

pexels.com/Ekaterina Bolovtsova
pexels.com/Ekaterina Bolovtsova

Ia yang memiliki sikap perfeksionis cenderung akan sulit mempercayai orang lain saat melakukan pekerjaan. Ia menganggap hasil pekerjaan orang tersebut tidak bisa diselesaikan secara sempurna seperti yang ia hasilkan.

Selain itu dia akan kesulitan untuk bekerja sama secara tim. Dirinya akan lebih memilih untuk menyelesaikan pekerjaan itu secara sendiri. Padahal kerja sama tim sangat diperlukan di dunia kerja. 

3. Akan sulit menerima kesalahan

unsplash.com/Evangeline Shaw
unsplash.com/Evangeline Shaw

Terbiasa dengan standar pekerjaan yang tinggi, orang perfeksionis akan kesulitan menerima kesalahan barang sekecil apa pun. Baginya apa pun pekerjaan yang sudah menjadi tanggung jawabnya harus diselesaikan secara detail dan sempurna. Hal itulah yang terkadang membuat orang-orang di lingkungannya menjadi tidak nyaman. 

4. Memasang target yang terlampau tinggi

Pexels.com/cottonbro
Pexels.com/cottonbro

Karena ia memiliki standar pekerjaan yang tinggi, maka tidak heran kalau dia juga memasang target-target yang besar untuk diraihnya. Ia akan mengorbankan banyak waktu yang seharusnya bisa dimanfaatkan quality time dengan keluarga, sahabat, atau diri sendiri hanya untuk mencapai standar tersebut.

Namun, jika hal itu tidak tercapai dirinya akan merasa stres dan tertekan. Memiliki ambisi yang tinggi sih boleh-boleh saja, namun harus tetap realistis ya. 

5. Akan mudah merasa stres dan tertekan

unsplash.com/ JESHOOTS.COM
unsplash.com/ JESHOOTS.COM

Terakhir, efek buruk dari bekerja yang terlalu perfeksionis yaitu ia akan mudah tertekan. Akibat dari memasang target yang tinggi dan tidak bisa terselesaikan secara baik, pada akhirnya membuat orang perfeksionis mudah stres. Selain itu ia juga sering menyalahkan dirinya sendiri ketika tidak mampu memenuhi standar yang ia buat. 

Wah, ternyata efek negatif bekerja terlalu perfeksionis bisa merugikan diri sendiri ya. Jadi buat kalian, memiliki standar tinggi terhadap pekerjaan itu sah-sah saja kok namun jangan sampai berlebihan dan harus tetap realistis ya. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Ruhil Sabrina
EditorRuhil Sabrina

Related Articles

See More

6 Strategi Memanfaatkan Media Sosial untuk Belajar, Makin Pintar!

03 Jun 2026, 23:44 WIBLife