Siapa yang gak pernah belanja online? Rasanya setiap orang pernah melakukannya karena kegiatan ini sangat praktis. Semudah memilih barang, masukkan ke keranjang, bayar, lalu tunggu paket sampai di depan rumah. Namun, di balik keseruan belanja itu, ada customer service (CS) yang setiap hari berhadapan langsung dengan berbagai karakter pembeli.
Mulai dari pelanggan yang sekadar bertanya, orang yang panik karena pesanannya belum datang, sampai pembeli yang sudah emosi sebelum percakapan dimulai. Customer service memang dibayar untuk membantu pelanggan, tapi bukan berarti mereka kebal terhadap tekanan. Berikut ini sisi gelap customer service yang pembeli harus tahu!
