Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Portofolio atau CV, Mana yang Lebih Penting untuk Fresh Graduate?

Portofolio atau CV, Mana yang Lebih Penting untuk Fresh Graduate?
ilustrasi CV (unsplash.com/Resume Genius
Share Article

Buat kamu yang baru lulus dan lagi gencar-gencarnya melamar kerja, mungkin pernah kepikiran. Sebenarnya lebih penting mana sih, portofolio atau CV (Curriculum Vitae)? Apalagi di era sekarang, banyak banget insight dari LinkedIn atau media sosial yang bikin fresh graduate jadi bingung harus fokus ke mana dulu buat menarik perhatian rekruter.

Sebenarnya, jawabannya gak sesederhana milih salah satu karena portofolio dan CV punya fungsi yang berbeda tapi saling melengkapi. Biar kamu gak salah strategi pas apply kerja, yuk, kita bahas satu-satu kapan sebaiknya kamu mengandalkan CV dan kapan portofolio jadi senjata utama buat menonjol di mata HR!

1. CV merupakan 'pintu masuk' ke dunia kerja

Ilustrasi CV
Ilustrasi CV.(pexels.com/cottonbro studio)

Sebagus apa pun portofolio kamu, CV tetap jadi dokumen pertama yang biasanya diminta rekruter, apalagi lewat sistem ATS (Applicant Tracking System) yang menyaring kandidat secara otomatis. CV berfungsi buat memberi gambaran cepat soal latar belakang pendidikan, pengalaman organisasi, skill, dan kualifikasi dasar kamu.

Menurut Indeed UK, perusahaan dan rekruter sering kali harus menyortir puluhan bahkan ratusan CV untuk satu lowongan. Jadi, penting banget buat bikin CV yang bisa menonjol di antara kandidat lain. Salah satu caranya adalah mempelajari deskripsi pekerjaan secara teliti. Lalu, menyesuaikan isi CV supaya menonjolkan kualitas atau kualifikasi yang paling dicari perusahaan tersebut.

Buat fresh graduate yang belum punya banyak pengalaman kerja, CV yang rapi dan terstruktur justru bisa jadi nilai plus. Hal itu menunjukkan kamu paham cara mempresentasikan diri secara profesional meski masih minim jam terbang di dunia kerja.

2. Portofolio menjadi krusial untuk posisi yang membutuhkan 'karya nyata'

https://www.pexels.com/photo/person-in-white-long-sleeve-shirt-holding-a-clipboard-with-resume-5989933/
ilustrasi CV (pexels.com/Cottonbro studio)

Untuk posisi tertentu seperti desainer, content writer, developer, atau videografer, portofolio gak kalah penting dari CV. Rekruter di bidang kreatif biasanya ingin langsung melihat bukti konkret dari kemampuan kamu, bukan cuma daftar skill di atas kertas.

Kalau kamu melamar posisi yang hasil kerjanya bisa ditunjukkan secara visual atau tertulis, portofolio yang kuat bisa jadi pembeda utama. Bahkan, kadang lebih berpengaruh dibanding riwayat pendidikan atau IPK.

3. Keduanya saling melengkapi, bukan menggantikan

https://unsplash.com/id/foto/laptop-menampilkan-halaman-profil-dengan-tanaman-CAAFsWZT9cY
ilustrasi CV (unsplash.com/Gabre Cameron)

Daripada bingung pilih salah satu, fresh graduate sebaiknya menyiapkan keduanya secara bersamaan. CV berfungsi buat lolos tahap screening awal, sementara portofolio jadi pendukung yang memperkuat klaim skill yang kamu tulis di CV.

Kombinasi keduanya bikin profil kamu terlihat lebih lengkap di mata rekruter. Sekaligus menunjukkan kalau kamu udah siap secara profesional maupun secara skill teknis yang relevan dengan posisi yang dilamar.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More