ilustrasi suasana kantor, pekerja kantoran, rekan kerja, IT (pexels.com/cottonbro studio)
Ada coworker yang begitu ingin terlihat baik di mata orang lain hingga rela memutarbalikkan fakta. Awalnya mungkin hanya kebohongan kecil, tapi lama-kelamaan cerita yang gak sesuai kenyataan semakin menumpuk. Kondisi ini membuat kepercayaan dalam hubungan kerja perlahan menghilang.
Jika seseorang terus-menerus gak memberikan informasi yang jujur, akan sulit membangun kerja sama yang sehat. Karena itu, lebih baik mengandalkan fakta, menyimpan dokumentasi pekerjaan dengan rapi, dan gak gampang percaya pada ucapan yang belum terbukti. Menjaga jarak secara profesional sering menjadi pilihan terbaik ketika kepercayaan sudah sulit dipulihkan.
Menghadapi coworker yang bermasalah memang bukan hal yang menyenangkan, tapi bukan berarti kamu gak bisa mengatasinya, lho. Kuncinya adalah mengenali pola perilaku mereka, menjaga emosi tetap stabil, dan menetapkan batasan yang jelas dalam hubungan kerja.
Jangan terpancing untuk memainkan permainan yang sama karena hal itu hanya akan menguras energi dan mengganggu performamu. Semakin objektif kamu melihat situasi, semakin mudah pula menentukan kapan harus berdiskusi, kapan harus menjaga jarak, dan kapan sebaiknya fokus pada pekerjaanmu sendiri. Pada akhirnya, menjaga kesehatan mental di tempat kerja sama pentingnya dengan menyelesaikan target pekerjaan setiap hari.