Ilustrasi metode sandwich dalam desain interior (generated image by ChatGPT/Aliya F. Izetti)
Metode sandwich juga sangat efektif diterapkan pada ruang kecil, di mana pengulangan yang halus sekalipun dapat membuat ruangan terasa kohesif dan tidak berantakan. Ini juga merupakan cara yang bagus untuk memperkenalkan warna berani dalam dosis yang mudah diterima.
Ruang-ruang compact seperti kamar mandi kecil atau dapur kecil lebih mudah ditata, dan hasilnya langsung terlihat. Sementara itu, dalam menerapkan metode ini di ruang kecil, cara tahu "arah emosional" ruangan tersebut. Mulai dari apa yang dibutuhkan ruangan, momen dramatis, atau sesuatu yang lebih ringan dan menyenangkan.
"Setelah ruang dan suasana tercipta, kamu dapat memilih warna atau wallpaper yang menakjubkan. Wallpaper dengan warna yang mencolok lebih baik daripada yang bernuansa senada. Kamu menginginkan pola dengan cukup banyak warna untuk dipadukan dalam metode ini," ujar Clara Jung, pendiri Banner Day Interiors di Berkeley, California, mengutip laman Vogue.
Metode sandwich memang bisa berisiko tinggi, tetapi juga memberikan hasil yang besar. Ada kesalahpahaman bahwa desain maksimalis dan penuh warna pada dasarnya eklektik atau kacau atau bahwa 'apa pun boleh'.
Tetapi sebenarnya pengendalian diri itulah yang membuat ruang-ruang ini berhasil. Untuk menciptakan ruang yang elegan dan hangat daripada berlebihan, fokuslah pada detail, sandwich tersebut harus serasi dengan furnitur, lantai, dan bahkan tirai. So, apakah kamu tertarik mengaplikasikan metode ini di rumah?