Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Kesalahan Menyalakan AC yang Bikin Ruangan Lama Dingin, Hentikan!

6 min read
5 Kesalahan Menyalakan AC yang Bikin Ruangan Lama Dingin, Hentikan!
ilustrasi ruangan ber-AC (pexels.com/Jonathan Borba)
  • Mengatur suhu sangat rendah tidak otomatis mempercepat pendinginan; pilih suhu nyaman sekitar 24–26 derajat Celsius serta atur kipas dan arah hembusan.
  • Tutup pintu, jendela, dan celah udara saat AC menyala, gunakan mode Cool, serta pastikan hembusan unit indoor tidak terhalang furnitur atau tirai.
  • Filter berdebu mengurangi aliran udara dan memperlambat pendinginan; bersihkan berkala. Jika tetap tidak dingin, teknisi perlu memeriksa sistem dan komponen AC.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah menyalakan AC setelah pulang beraktivitas, tetapi ruangan tetap terasa gerah meskipun suhunya sudah diatur cukup rendah? Kamu mungkin langsung menyalahkan cuaca yang panas atau menganggap AC di rumah mulai kehilangan performanya. Padahal, ruangan yang lama dingin gak selalu menandakan perangkat mengalami kerusakan.

Kebiasaan saat menyalakan dan menggunakan AC juga bisa memengaruhi seberapa cepat ruangan mencapai suhu yang nyaman. Masalahnya, beberapa kesalahan tersebut justru terasa seperti cara yang paling masuk akal untuk mendinginkan ruangan. Mulai dari langsung memilih suhu terendah hingga membiarkan udara panas masuk melalui celah pintu dan jendela, semuanya bisa membuat proses pendinginan kurang efektif.

Akibatnya, kamu harus menunggu lebih lama sebelum bisa menikmati udara sejuk. Sebelum buru-buru memanggil teknisi, yuk periksa lima kesalahan menyalakan AC yang mungkin masih kamu lakukan di rumah berikut ini.

  1. 1. Langsung mengatur suhu ke titik paling rendah

    ilustrasi kamar dan AC
    ilustrasi kamar dan AC (pexels.com/suhel vba)

    Saat ruangan terasa panas, kamu mungkin langsung menekan tombol suhu hingga mencapai 16 atau 18 derajat celcius. Harapannya, semakin rendah angka yang dipilih, semakin cepat pula udara dingin menyebar ke seluruh ruangan. Padahal, pada kebanyakan AC pengaturan suhu yang lebih rendah gak otomatis membuat perangkat mendinginkan ruangan lebih cepat. Angka tersebut umumnya menunjukkan suhu target yang ingin dicapai, bukan tingkat kecepatan pendinginan.

    Jika AC memiliki kapasitas pendinginan yang sesuai, pengaturan suhu yang terlalu rendah justru bisa membuat perangkat bekerja lebih lama untuk mencapai target tersebut. Akibatnya, konsumsi listrik berpotensi meningkat tanpa memberikan manfaat yang sebanding.

    Kamu bisa memilih suhu yang nyaman, misalnya sekitar 24–26 derajat celcius, lalu menyesuaikannya dengan kondisi ruangan dan kebutuhan penghuni. Jika ingin udara lebih cepat terasa sejuk, perhatikan juga pengaturan kipas dan arah hembusan udara, bukan hanya menurunkan angka suhu.

  2. 2. Membiarkan pintu dan jendela terbuka saat AC menyala

    ilustrasi AC
    ilustrasi AC (freepik.com/rorozoa)

    Kamu sudah menyalakan AC, tetapi pintu kamar masih terbuka karena ada anggota keluarga yang keluar-masuk atau jendela belum ditutup rapat. Kebiasaan ini membuat udara panas dari luar lebih mudah masuk, sementara udara dingin yang sudah dihasilkan AC bisa keluar dari ruangan. Akibatnya, perangkat harus terus bekerja untuk mengimbangi pertukaran udara tersebut. Ruangan pun membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai suhu yang diinginkan, terutama jika cuaca di luar sedang terik.

    Sebelum menyalakan AC, biasakan memeriksa kondisi pintu, jendela, dan celah lain yang memungkinkan udara luar masuk. Jika memungkinkan, gunakan tirai untuk mengurangi panas matahari yang masuk melalui kaca, terutama pada siang hari. Kamu juga bisa menutup pintu penghubung ke area yang gak menggunakan AC agar pendinginan lebih terfokus pada ruangan yang ditempati. Langkah sederhana ini membantu mempertahankan suhu ruangan dan mengurangi beban kerja AC tanpa harus langsung menurunkan pengaturan suhunya.

  3. 3. Memilih mode AC yang kurang sesuai

    ilustrasi ruangan ber AC
    ilustrasi ruangan ber AC (freepik.com/freepik)

    Pernah menyalakan AC, tetapi udara yang keluar terasa kurang dingin meskipun perangkat sudah bekerja selama beberapa menit? Salah satu hal yang bisa kamu periksa adalah mode pengoperasian yang sedang dipilih. Beberapa AC memiliki mode Cool, Dry, Fan, dan Auto, yang masing-masing mempunyai fungsi berbeda. Jika kamu gak sengaja memilih mode Fan, misalnya, perangkat hanya mengedarkan udara menggunakan kipas tanpa menjalankan proses pendinginan seperti pada mode Cool.

    Mode Dry juga memiliki tujuan utama mengurangi kelembapan udara, sehingga cara kerjanya gak sama dengan mode pendinginan biasa. Pada kondisi tertentu, mode ini dapat membuat ruangan terasa lebih nyaman, tetapi belum tentu menjadi pilihan paling tepat ketika suhu ruangan sedang tinggi. Jika ingin mendinginkan ruangan, pastikan AC berada pada mode Cool dan pengaturan suhunya sesuai kebutuhan. Periksa pula apakah pengaturan lain, seperti timer atau fitur hemat energi, memengaruhi cara perangkat beroperasi agar kamu gak keliru menilai performanya.

  4. 4. Menghalangi aliran udara dari unit indoor

    ilustrasi kamar dengan air conditioner
    ilustrasi kamar dengan air conditioner (pexels.com/Max Vakhtbovycn)

    Posisi furnitur dan barang di dalam ruangan ternyata juga bisa memengaruhi kinerja AC. Kamu mungkin meletakkan lemari tinggi, rak, atau tirai tebal tepat di depan jalur hembusan udara karena gak menyadari dampaknya. Akibatnya, udara dingin gak dapat menyebar secara optimal ke area yang membutuhkan pendinginan. Sebagian ruangan bisa terasa sejuk, sementara sudut lainnya tetap panas meskipun AC sudah menyala cukup lama.

    Untuk mengatasinya, pastikan jalur keluar udara dari unit indoor gak terhalang benda-benda besar. Atur arah kisi-kisi AC agar hembusan udara dapat menjangkau area ruangan secara lebih merata, sesuai petunjuk produsen. Kamu juga perlu memastikan bagian pemasukan udara pada unit indoor gak tertutup tirai atau barang lain. Jika penataan ruangan sudah baik tetapi AC tetap sulit mendinginkan ruangan, periksa faktor lain seperti kebersihan filter dan kesesuaian kapasitas pendinginan dengan luas ruangan.

  5. 5. Jarang membersihkan filter AC

    ilustrasi filter AC
    ilustrasi filter AC (unsplash.com/Ticka Kao)

    Filter AC berfungsi menangkap debu dan partikel yang terbawa udara sebelum melewati bagian dalam perangkat. Namun karena posisinya tersembunyi di balik panel depan, bagian ini sering terlupakan dalam perawatan rumah tangga. Ketika debu menumpuk terlalu banyak, aliran udara dapat berkurang sehingga udara dingin yang masuk ke ruangan terasa lebih sedikit. Kondisi tersebut bisa membuat proses pendinginan menjadi lebih lambat dan meningkatkan beban kerja perangkat.

    Kamu bisa memeriksa filter secara berkala dan membersihkannya sesuai petunjuk produsen, terutama jika AC digunakan setiap hari atau ruangan mudah berdebu. Pada banyak model, filter dapat dilepas dan dibersihkan, tetapi pastikan filter benar-benar kering sebelum dipasang kembali. Jangan lupa memperhatikan tanda lain, seperti aliran udara yang melemah, munculnya bau gak sedap, atau adanya bunga es pada bagian tertentu.

    Jika AC tetap gak dingin setelah filter dibersihkan, sebaiknya minta teknisi memeriksa kemungkinan masalah pada sistem pendinginan atau komponen lainnya. AC yang membutuhkan waktu lama untuk mendinginkan ruangan belum tentu mengalami kerusakan serius. Sebelum mengambil keputusan untuk mengganti perangkat, kamu bisa memeriksa kembali suhu yang dipilih, mode pengoperasian, kondisi pintu dan jendela, serta kelancaran aliran udara.

    Jangan lupa memastikan filter dalam keadaan bersih agar AC dapat bekerja sesuai fungsinya. Beberapa langkah sederhana ini bisa membantu meningkatkan kenyamanan ruangan tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan. Namun, perlu diingat bahwa kecepatan pendinginan juga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti luas ruangan, kapasitas AC, jumlah orang di dalam ruangan, paparan sinar matahari, dan kondisi isolasi bangunan.

    Jika AC tetap gak dingin meskipun pengaturan sudah benar dan perawatan dasar telah dilakukan, jangan memaksakan perangkat bekerja terus-menerus tanpa mencari penyebabnya. Teknisi dapat memeriksa kemungkinan gangguan pada sistem pendinginan, kipas, atau komponen lain yang membutuhkan penanganan khusus. Jadi sebelum menyalahkan AC yang kamu gunakan, coba cek lagi lima kebiasaan tadi dan lihat apakah ada yang perlu diperbaiki.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More