Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Buku Favorit Lily-Rose Depp yang Bikin Susah Berhenti Membaca

5 Buku Favorit Lily-Rose Depp yang Bikin Susah Berhenti Membaca
Lily-Rose Depp di The Idol (dok. HBO/The Idol)

Di balik gaya glamor dan karier aktingnya, Lily-Rose Depp ternyata punya selera bacaan yang cukup menarik. Buku-buku favoritnya didominasi cerita emosional, reflektif, dan kadang terasa aneh dengan cara yang justru bikin penasaran. Tidak heran kalau banyak pilihannya datang dari penulis-penulis besar dengan gaya penulisan unik dan penuh makna.

Menariknya lagi, beberapa buku favorit Lily-Rose Depp bukan sekadar novel ringan untuk mengisi waktu luang. Ada yang penuh misteri psikologis, ada juga yang menyentuh tema kehilangan hingga pencarian jati diri. Kalau sedang mencari bacaan yang bisa membuat sulit berhenti membuka halaman berikutnya, daftar ini layak masuk reading list.

1. Hard-Boiled Wonderland and the End of the World — Haruki Murakami

Sampul buku Hard-Boiled Wonderland and the End of the World dengan ilustrasi kotak hijau berisi siluet manusia dan mata besar di langit biru.
buuku Hard-Boiled Wonderland and the End of the World (goodreads.com)

Novel ini memperlihatkan sisi paling unik dari Haruki Murakami. Ceritanya berjalan dalam dua dunia berbeda yang perlahan saling terhubung dengan cara yang tidak terduga. Ada ilmuwan aneh, monster bawah tanah, perpustakaan misterius, sampai unsur budaya pop yang bercampur menjadi satu. Meski terdengar kacau, semuanya justru terasa sangat menarik dan bikin pembaca penasaran.

Lily-Rose Depp pernah menyebut Murakami sebagai salah satu penulis favoritnya sejak masa sekolah. Tidak heran, karena novel ini memang punya atmosfer yang sulit dijelaskan tapi mudah membuat orang tenggelam di dalamnya. Selain penuh imajinasi liar, buku ini juga membahas identitas dan cara kerja pikiran manusia dengan gaya yang tetap santai dibaca.

2. Men Without Women — Haruki Murakami

Sampul buku Men Without Women karya Haruki Murakami dengan siluet pria hitam berlatar kuning dan potongan puzzle di bahunya.
buku Men Without Women (goodreads.com)

Berbeda dari novel Murakami yang biasanya penuh elemen surealis, buku ini lebih sederhana dan emosional. Isinya berupa kumpulan cerita tentang pria-pria yang hidup dalam kesepian, kehilangan cinta, atau mencoba memahami hubungan mereka dengan orang lain. Karakternya terasa sangat manusiawi, membuat pembaca mudah ikut larut dalam perasaan mereka.

Lily-Rose Depp membaca buku ini saat masa lockdown COVID-19, dan pilihan itu terasa cocok karena suasana novelnya memang cukup sunyi dan reflektif. Murakami menulis tentang kesendirian dengan cara yang lembut sekaligus menyentuh. Ada humor tipis, rasa kosong, dan momen-momen kecil yang diam-diam terasa sangat emosional setelah selesai dibaca.

3. Norwegian Wood — Haruki Murakami

Sampul buku Norwegian Wood karya Haruki Murakami dengan ilustrasi gunung hijau, langit oranye, dan matahari bergaya minimalis.
buku Norwegian Wood (goodreads.com)

Kalau membahas buku Murakami yang paling populer, Norwegian Wood hampir selalu masuk daftar teratas. Novel ini mengikuti kehidupan Toru, mahasiswa yang terjebak dalam hubungan rumit dengan dua perempuan berbeda. Ceritanya dipenuhi rasa kehilangan, cinta yang tidak sederhana, dan proses tumbuh dewasa yang terasa pahit sekaligus indah.

Lily-Rose Depp bahkan pernah menyebut novel ini sebagai salah satu buku terbaik yang ia baca pada tahun 2016. Dibanding karya Murakami lain yang penuh hal absurd, Norwegian Wood terasa lebih realistis dan emosional. Justru karena kesederhanaannya itu, cerita dalam buku ini bisa terasa sangat dekat dan membekas lama setelah halaman terakhir selesai dibaca.

4. Blue Nights — Joan Didion

Sampul buku Blue Nights karya Joan Didion dengan latar berwarna biru menampilkan wajah seorang perempuan dan anak kecil.
buku Blue Nights (joandidion.org)

Blue Nights bukan novel biasa, melainkan memoar yang sangat personal dan emosional. Joan Didion menulis tentang kehilangan anaknya, rasa takut terhadap usia tua, dan berbagai pertanyaan tentang hidup yang terus menghantuinya. Gaya tulisannya tenang, tetapi justru terasa sangat menyakitkan karena begitu jujur dan nyata.

Lily-Rose Depp mengatakan buku ini sangat mendalam dan menyentuh hatinya. Blue Nights cocok untuk pembaca yang suka tulisan reflektif dan penuh emosi. Buku ini tidak menawarkan cerita besar yang dramatis, tetapi lebih seperti percakapan sunyi tentang kesedihan, ingatan, dan rasa takut kehilangan orang yang dicintai.

5. The Bluest Eye — Toni Morrison

Sampul buku The Bluest Eye karya Toni Morrison menampilkan foto hitam putih seorang gadis muda mengenakan topi lebar dan berdiri menyamping.
buku The Bluest Eye (penguinrandomhouse.com)

Novel debut Toni Morrison ini dikenal sebagai salah satu karya sastra paling kuat dan menyakitkan. Ceritanya mengikuti Pecola Breedlove, gadis kecil kulit hitam yang percaya hidupnya akan lebih baik jika memiliki mata biru seperti anak-anak kulit putih. Dari premis sederhana itu, Morrison membahas standar kecantikan, rasisme, dan rasa tidak diterima dengan cara yang sangat emosional.

Meski cukup berat, The Bluest Eye adalah buku yang sulit dilupakan. Penulisannya indah, tetapi isi ceritanya bisa terasa menghancurkan secara emosional. Lily-Rose Depp menyebut buku ini sebagai karya yang sangat kuat dan menyentuh. Untuk pembaca yang suka novel dengan tema mendalam dan penuh kritik sosial, buku ini wajib dicoba setidaknya sekali seumur hidup.

Pilihan buku favorit Lily-Rose Depp menunjukkan bahwa ia menyukai cerita-cerita yang emosional dan penuh makna tersembunyi. Dari dunia surealis khas Haruki Murakami sampai tulisan menyayat hati dari Toni Morrison dan Joan Didion, semua buku ini punya cara sendiri untuk membuat pembaca terus terpaku sampai halaman terakhir.

Dari kelima buku tadi, mana yang paling membuat kamu penasaran untuk dibaca lebih dulu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us

Related Articles

See More

6 Tips Mencegah Pelecehan Seksual di Pesantren, Santri Wajib Tahu!

10 Mei 2026, 10:38 WIBLife