Comscore Tracker

3 Desember Hari Penyandang Cacat Internasional: Ini Sejarahnya

Penyandang disabilitas bukan untuk dikasihani

3 Desember setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Penyandang Cacat Internasional. Peringatan ini diresmikan oleh PBB pada tahun 1992 untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap hak yang dimiliki kaum penyandang disabilitas. Di tahun 2022, peringatan ini akan memasuki usia ke-30 tahun atau usia 3 dekade. Hal ini juga membuktikan bahwa pemerintah dan organisasi internasional tidak pernah melupakan penyandang disabilitas. 

Penyandang disabilitas adalah orang-orang yang memiliki keterbatasan fisik, intelektual, mental, atau sensorik dalam jangka waktu yang lama. Namun, seperti manusia pada umumnya, mereka juga memiliki hak-hak yang sama, seperti halnya diperlakukan dengan baik. Bukan untuk dikasihani, inilah sejarah mengenai Hari Penyandang Cacat Internasional.

1. Sejarah

3 Desember Hari Penyandang Cacat Internasional: Ini Sejarahnyailustrasi penyandang disabilitas(pexels.com/ELEVATE)

Peringatan Hari Penyandang Cacat Internasional diawali dengan tidak adanya pengakuan secara nasional maupun internasional bagi penyandang cacat. Hal inipun diakui oleh PBB bahwa penyandang disabilitas termasuk dalam satu kelompok yang paling terpinggirkan di masyarakat. Dari fenomena ini, PBB kemudian memproklamasikan Hari Penyandang Cacat Internasional pada tahun 1992 melalui Resolusi 47/3. 

Peringatan ini dibuat untuk memperjuangkan hak-hak dan kesejahteraan para penyandang disabilitas di semua bidang dan pembangunan. Peringatan Hari Penyandang Cacat Internasional juga dibuat untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat kepada kaum difabel dari segala aspek, seperti sosial, ekonomi, politik, dan budaya. 

Baca Juga: 25 November: Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Internasional

2. Tema Hari Penyandang Cacat Internasional 2022

3 Desember Hari Penyandang Cacat Internasional: Ini Sejarahnyailustrasi penyandang disabilitas(pexels.com/Anas Aldyab)

Dalam memperingati Hari Penyandang Cacat Internasional, setiap tahunnya PBB selalu mengangkat satu tema sebagai fokus yang ingin dicapai. Melansir dari laman United Nation, tema Hari Penyandang Cacat Internasional 2022 adalah "Transformative solutions for inclusive development: the role of innovation in fuelling an accessible and equitable world". Adapun untuk poin- poin penting yang akan dibahas adalah sebagai berikut:

  • Innovation for disability inclusive development in employment(SDG8)
  • Innovation for disability inclusive development in reducing inequality(SDG10)
  • Innovation for disability inclusive development in: sport as an exemplar case

Melalui tema yang diangkat tahun ini, kita tahu bahwa lingkungan inklusif menjadi satu hal yang dibutuhkan para penyandang disabilitas. Hal ini karena mereka memiliki hak untuk menerima perilaku baik dari siapa pun.

3. UU tentang penyandang disabilitas

3 Desember Hari Penyandang Cacat Internasional: Ini Sejarahnyailustrasi penyandang disabilitas(pexels.com/Marcus Aurelius)

Meskipun memiliki keterbatasan secara fisik dan mental, penyandang disabilitas juga berhak menerima haknya sebagai manusia. Hal ini diatur dalam UU 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Disebutkan bahwa penyandang disabilitas adalah penyandang disabilitas fisik, penyandang disabilitas mental, dan sensorik. 

Adapun untuk pelaksanaan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas menurut UU 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas, memiliki asas sebagai berikut:

a. Penghormatan terhadap martabat;

b. Otonomi individu;

c. tanpa diskriminasi;

d. partisipasi penuh;

e. keragaman manusia dan kemanusiaan;

f. Kesamaan kesempatan;

g. Kesetaraan;

h. Aksesibilitas;

i. kapasitas yang terus berkembang dan identitas anak;

j. inklusif; dan

k. perlakuan khusus dan perlindungan lebih

Keterbatasan bukanlah alasan seseorang untuk diperlakukan tidak adil. Setiap manusia memiliki hak yang sama dalam menjalani hidup yang dipunya. 

Peringatan Hari Penyandang Cacat Internasional menjadi teguran buat kita semua agar bisa menghargai satu sama lain. Semoga dengan adanya peringatan ini, para penyandang disabilitas bisa lebih dilihat oleh banyak orang lagi. 

Oleh: Srikandy Indah Karina S.B

Baca Juga: Hari Konvensi Ikan Paus Internasional, Hewan Ini Tidak Boleh Diburu

Topic:

  • Bella Manoban
  • Febriyanti Revitasari
  • Stella Azasya

Berita Terkini Lainnya