Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tanda Terlalu Banyak Belajar tapi Hasilnya Tidak Maksimal, Gak Efektif

Tanda Terlalu Banyak Belajar tapi Hasilnya Tidak Maksimal, Gak Efektif
ilustrasi belajar skill (pexels.com/Armin Rimoldi)
Intinya Sih
  • Belajar hanya menjelang ujian atau tenggat membuat materi sekadar masuk memori jangka pendek, sehingga pemahaman konteks dan kemampuan mengingat kembali informasi menjadi terbatas.
  • Durasi belajar panjang tidak efektif bila dipenuhi distraksi; memilih zona belajar khusus, menjauhkan ponsel, dan meminta lingkungan tidak mengganggu dapat meningkatkan fokus.
  • Penggunaan AI berlebihan saat mengerjakan tugas dapat menurunkan kemampuan berpikir dan mengolah informasi; pelajar perlu memakainya secara bijak sambil tetap melatih kemampuan mandiri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Menghabiskan waktu untuk belajar lebih lama tak selalu menghasilkan capaian yang lebih baik. Kondisi ini sering kali membuat seseorang merasa lelah karena telah menghabiskan waktu berjam-jam untuk belajar, tetapi hasil yang diperoleh justru tidak maksimal. Mengapa hal semacam ini sering kali terjadi?

Keberhasilan dalam belajar tidak hanya ditentukan oleh lamanya waktu yang dihabiskan, tetapi juga oleh metode dan pendekatan yang digunakan. Ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa kamu terlalu banyak belajar, tetapi belum mendapatkan hasil yang optimal. Jika mengalaminya, mungkin sudah saatnya mengevaluasi dan menghindari metode belajar yang kurang efektif agar proses belajar menjadi lebih efisien dan hasilnya lebih maksimal.

1. Hanya belajar menjelang ujian

Ilustrasi belajar bahasa inggris (freepik.com/freepik)
Ilustrasi belajar bahasa inggris (freepik.com/freepik)

Jika kamu hanya belajar menjelang ujian atau mengerjakan tugas di waktu terakhir sebelum deadline berakhir, kamu mungkin saja lolos tapi cara belajar ini tidaklah efektif. Menurut laman resmi Queensland University, apabila hanya belajar materi ujian malam sebelumnya, maka kamu sedang menjejalkan fakta dan konsep ke short-term memory. Hasilnya, kamu tidak mungkin mengingat kembali informasi tersebut dan otak tidak benar-benar memahami konteks yang kamu pelajari sebab tak ada proses berpikir mendalam.

Solusinya adalah membuat jadwal belajar yang konsisten dan disiplin. Jadwal belajar akan membuatmu memiliki lebih banyak waktu untuk mengevaluasi materi pembelajaran. Selain itu, menghindari sistem kebut semalam dalam belajar, membuatmu memiliki lebih banyak waktu untuk mengakses informasi yang dibutuhkan terkait mata pelajaran jelang ujian.

2. Saat belajar, ada banyak distraksi atau gangguan

Ilustrasi belajar online (pexels.com/Zen Chung)
Ilustrasi belajar online (pexels.com/Zen Chung)

Meski menghabiskan waktu yang lama untuk belajar, kamu mungkin tak akan mendapatkan hasil yang maksimal apabila banyak gangguan. Belajar membutuhkan fokus yang besar. Namun jika banyak distraksi, mungkin saja fokus akan terpecah dan proses belajar jadi tak efektif.

Masih melansir laman Queensland University, orang yang tengah belajar sebaiknya memilih zona belajar khusus, artinya menyediakan tempat yang aman atau jauh dari gangguan. Misalnya di kamar tidur, ruang belajar, atau perpustakaan. Tempatkan barang-barang yang sekiranya dapat mengganggu atau menciptakan kegelisahan jauh dari jangkauan, seperti handphone.

Mintalah orang di lingkungan tempat kamu belajar untuk tidak mengganggu. Dengan menghadirkan suasana yang lebih fokus, dipercaya hasilnya akan lebih efektif, meski durasi waktunya lebih singkat.

3. Terlalu banyak menggunakan AI

ilustrasi belajar (pexels.com/RDNE Stock project)
ilustrasi belajar (pexels.com/RDNE Stock project)

Riset dari MIT (Massachusetts Institute of Technology) menemukan bahwa penggunaan AI secara berlebihan dapat membuat generasi muda lebih malas berpikir. Dalam riset tersebut, ditemukan bahwa terlalu sering mengandalkan AI saat menyelesaikan tugas akan membuat kemampuan berpikir dan mengolah informasi menurun.

Artinya, pelajar yang lebih banyak menggunakan fitur AI cenderung malas untuk mengerjakan tugas. Sementara pelajar yang lebih banyak menggunakan pikiran mereka, menunjukkan kinerja otak yang lebih aktif. Hasilnya, konten yang diciptakan melalui proses berpikir yang lebih orisinal.

Belajar dapat menjadi proses yang tidak efektif jika terlalu banyak menggunakan AI. Sebab, pada saat ujian, otak yang telah terbiasa mendapat bantuan dari AI cenderung lebih malas berpikir secara autentik. Karena itu, manfaatkanlah AI secara bijaksana dan perlengkapi diri dengan skill yang mumpuni.

Itulah tanda terlalu banyak belajar, tapi hasilnya tidak maksimal. Kamu sepakat gak?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More