Ilustrasi anak tidur di kamar (pexels.com/cottonbro studio)
Sebelum mengajarkan anak untuk tidur di ranjang pribadinya, penting bagi orangtua untuk memastikan kamar si kecil aman dan nyaman. Meletakkan boneka kesayangan di samping bantal, menyalakan lampu tidur, dan menghidupkan pendingin ruangan adalah beberapa hal yang bisa mendukung suasana aman dan nyaman tersebut.
Dr. Shaziya Allarakha, MD, lewat tulisannya di Medecine Net, memberikan beberapa tips yang bisa dicoba oleh orangtua di rumah. Menurut dokter asal India ini, kunci utama dalam mengajarkan anak tidur sendiri adalah kesabaran dan gak boleh terburu-buru. Berikut beberapa tips yang dimaksud.
Adalah hal yang wajar ketika si kecil mengalami kecemasan saat harus tidur terpisah dari orangtuanya. Jangan harap malam pertama ia tidur sendiri, akan bebas dari drama. Allarakha menyarankan untuk melakukannya secara bertahap.
"Awalnya, kamu bisa duduk di sisi tempat tidur hingga si kecil terlelap. Hari berikutnya, kamu bisa pindah kursi hingga ia tertidur. Kamu bahkan bisa memberikan mereka waktu sejenak di tempat tidurmu, misalnya saja 15-20 menit, kemudian suruh mereka kembali ke kamarnya," terang dia.
Tidur di ranjang sendiri seharusnya bukanlah hukuman. Orangtua dapat memberikan afirmasi positif pada balita bahwa mendapatkan tempat tidur sendiri seperti papa dan mama adalah hal yang baik dan patut disyukuri.
Menurut Allarakha, membiarkan anak turut serta dalam memilih dan menata dekorasi kamar baru mereka, bisa membantunya untuk lebih bersemangat tidur di ranjangnya sendiri. Ini juga bisa mendorong rasa kepemilikan pada diri mereka.
Anak-anak menyukai reward. Pujian dan penghargaan dari orangtua akan sangat berarti bagi mereka. Mereka harus merasakan bahwa bisa tidur di tempat tidurnya sendiri adalah sebuah pencapaian yang patut dirayakan.
"Entah itu stiker kecil, bintang, atau makanan favorit mereka, berikan hadiah pada balitamu ketika mereka tidur di tempat tidurnya sendiri," ucap Allarakha.
Meskipun prosesnya melelahkan, tapi jangan mudah menyerah. Terkadang, orangtua mengizinkan anak-anak kembali tidur di ranjang mereka hanya karena tidak mau terlibat dengan drama yang melelahkan. Ingatlah, bahwa rasa sakit dan frustasimu sekarang akan dibayar tuntas jangka panjang, termasuk melihat anak-anak yang mulai mandiri.
Jika balitamu sedang sakit atau takut, kamu bisa menyiapkan kasur kecil di samping ranjang mereka. Ini bisa memperkuat image bahwa tempat tidur mereka adalah milik mereka sendiri.
Daripada melarang anak untuk tidak terbangun, lebih baik ajari mereka untuk kembali tidur di tempat tidurnya. Kamu bisa mengajarinya menghitung domba, menarik nafas dalam-dalam, dan lain sebagainya sebagai cara agar anak bisa terlelap lagi.
Baringkan si kecil ketika mereka mulai mengantuk, bukan ketika mereka sudah tertidur sebentar. Ini akan membantu anak untuk tidur sendiri. Jangan kehilangan kesabaran saat mencoba menidurkan si kecil, terutama ketika mereka keras kepala ingin tetap tidur bersamamu.
Membiarkan anak memilih piyama, menata boneka di sisi kasur, membuat susu, dan lain sebagainya akan meningkatkan rasa kemandirian dalam diri anak. Rutinitas ini bakal membuat anak menanti-nanti saat masuk ke kamarnya sendiri.
Biasakan anakmu untuk mengikuti beberapa aktivitas sebelum tidur, misalnya mandi air hangat, menggosok gigi, berganti pakaian, memakai losion, hingga membaca buku cerita. Kegiatan tersebut akan melatih pikiran mereka agar siap untuk tidur.
Memiliki jadwal tidur yang konsisten membantu memastikan anak mendapatkan tidur yang cukup. Ini membantu pikiran anak untuk tidur sesuai jadwal.
Pastikan kamar tidur mereka tenang dan memiliki suhu yang nyaman. Gunakan kasur yang kokoh dan latih anak untuk tidur terlentang, bukan tengkurap. Hindari penggunaan alat bantu tidur balita, meletakkan mainan atau selimut tambahan di tempat tidur mereka karena bisa berakibat fatal.