Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Cara Frugal Living untuk Mengurangi Pengeluaran Harian
Ilustrasi seseorang frugal living (pexels.com/Lukas Blazek)
  • Frugal living menekankan keputusan belanja yang sadar, bukan hidup serba kekurangan; pengeluaran kecil seperti kopi, makanan pesan antar, dan diskon dapat menumpuk setiap bulan.
  • Penghematan harian bisa dilakukan dengan membawa minuman, memasak porsi simpan, membatasi pesan makanan spontan, menetapkan anggaran harian, serta memakai barang yang sudah tersedia.
  • Periksa langganan digital yang jarang dipakai dan sisihkan uang segera setelah menerima pemasukan agar tabungan terpisah dari kebutuhan serta keinginan sehari-hari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pengeluaran harian sering terasa kecil karena dilakukan sedikit demi sedikit. Membeli kopi sebelum beraktivitas, pesan makanan saat malas memasak, atau checkout barang yang sedang diskon mungkin gak langsung membuat dompet terasa kosong. Namun, kalau kebiasaan tersebut terjadi hampir setiap hari, jumlahnya bisa cukup besar dalam sebulan. Inilah alasan frugal living mulai banyak dilirik sebagai cara untuk mengatur keuangan tanpa harus hidup serba kekurangan.

Frugal living bukan berarti kamu harus berhenti menikmati hal-hal yang disukai. Konsep ini lebih menekankan pada keputusan yang sadar sebelum mengeluarkan uang. Kamu tetap boleh membeli kopi, makan di luar, atau menikmati hiburan selama pengeluarannya sesuai kemampuan. Lalu, kebiasaan apa saja yang bisa diterapkan untuk mengurangi pengeluaran harian?

1. Bawa minuman dari rumah

ilustrasi botol minum (pexels.com/Barbara Olsen)

Membeli minuman saat bepergian memang terasa praktis. Harganya mungkin hanya belasan ribu rupiah, sehingga sering dianggap sebagai pengeluaran kecil. Namun, kalau dilakukan setiap hari, nominal tersebut bisa berubah menjadi ratusan ribu rupiah dalam sebulan. Membawa air putih atau minuman favorit dari rumah bisa menjadi cara sederhana untuk mengurangi kebiasaan tersebut. Kamu tetap bisa menikmati minuman kesukaan tanpa harus selalu membelinya di luar.

Kebiasaan ini juga gak harus diterapkan secara kaku. Kalau kamu memang suka membeli kopi di kedai, tentukan beberapa hari tertentu untuk menikmatinya. Hari lainnya bisa diisi dengan minuman yang sudah disiapkan dari rumah. Cara seperti ini membuat kamu tetap punya ruang untuk menikmati sesuatu yang disukai. Penghematan pun terasa lebih realistis karena gak menghilangkan kesenangan sepenuhnya.

2. Kurangi pesan makanan secara spontan

ilustrasi gen Z pesan makanan online (pexels.com/Sam Lion)

Aplikasi pesan makanan membuat makan terasa sangat mudah. Hanya beberapa kali menekan layar, makanan bisa segera diantar ke rumah. Masalahnya, harga makanan bisa bertambah karena biaya layanan, ongkos kirim, dan berbagai tambahan lainnya. Kalau memesan karena benar-benar membutuhkan, pengeluaran tersebut mungkin masih masuk akal. Namun, kalau dilakukan hanya karena malas mengambil makanan atau bosan dengan menu di rumah, kebiasaan ini bisa membuat pengeluaran harian membengkak.

Sebelum membuka aplikasi makanan, coba periksa isi kulkas dan dapur terlebih dahulu. Kamu mungkin masih punya bahan yang bisa diolah menjadi makanan sederhana. Kalau memang ingin memesan, buat batas tertentu untuk frekuensinya dalam seminggu. Cara ini membuat pesan makanan menjadi keputusan yang direncanakan, bukan kebiasaan otomatis. Uang yang biasanya habis untuk biaya tambahan juga bisa dialihkan ke kebutuhan lain.

3. Buat batas pengeluaran harian

ilustrasi seseorang mengevaluasi pengeluaran (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Mengatur anggaran bulanan memang penting, tetapi batas pengeluaran harian juga bisa membantu. Kamu bisa menentukan nominal yang masuk akal untuk kebutuhan seperti makan, transportasi, dan pengeluaran kecil. Nominal tersebut gak harus sama setiap hari karena kebutuhan setiap orang berbeda. Yang penting, kamu memiliki gambaran berapa banyak uang yang aman digunakan. Cara ini membuat pengeluaran lebih mudah dipantau sebelum jumlahnya terlanjur besar.

Kalau suatu hari pengeluaran lebih besar, kamu bisa menyesuaikannya pada hari berikutnya. Misalnya, setelah makan di luar bersama teman, kamu bisa mengurangi pembelian camilan atau minuman keesokan harinya. Bukan berarti kamu harus menghukum diri sendiri karena mengeluarkan uang lebih banyak. Penyesuaian kecil justru membuat anggaran terasa lebih fleksibel dan gak menyulitkan.

4. Gunakan barang yang sudah ada di rumah

Ilustrasi seseorang frugal living (pexels.com/Mico Medel)

Keinginan membeli barang baru bisa muncul ketika melihat produk menarik di media sosial atau marketplace. Padahal, beberapa kebutuhan sebenarnya sudah tersedia di rumah. Sebelum membeli, coba cek apakah kamu punya barang yang fungsinya serupa. Kebiasaan sederhana ini bisa membantu mengurangi pembelian yang sebenarnya belum diperlukan.

Kamu juga bisa membuat aturan sederhana seperti menunda pembelian selama beberapa hari. Kalau setelah menunggu kamu masih merasa barang tersebut memang dibutuhkan, barulah pertimbangkan untuk membelinya. Sebaliknya, kalau keinginan tersebut hilang, kamu berhasil menghindari satu pengeluaran. Cara ini cukup efektif untuk membedakan kebutuhan dan keinginan.

5. Masak dalam porsi yang bisa disimpan

Ilustrasi memasak (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Memasak sendiri sering dianggap merepotkan karena membutuhkan waktu. Padahal, kamu gak harus memasak dari awal setiap kali ingin makan. Salah satu cara yang lebih praktis adalah memasak dalam jumlah tertentu untuk beberapa kali makan. Misalnya, kamu bisa menyiapkan lauk dalam jumlah lebih banyak lalu menyimpannya sesuai kebutuhan.

Cara ini dapat mengurangi frekuensi membeli makanan di luar. Kamu juga bisa mengatur bahan yang digunakan supaya gak ada makanan yang terbuang. Pilih menu sederhana yang sesuai dengan kemampuan dan waktu yang tersedia. Kalau memasak terlalu rumit, kebiasaan ini justru bisa terasa berat dan sulit dipertahankan.

6. Matikan langganan yang jarang digunakan

ilustrasi nonton film (pexels.com/cottonbro studio)

Layanan digital seperti aplikasi hiburan, penyimpanan data, atau platform tertentu bisa menjadi pengeluaran rutin. Karena pembayaran biasanya dilakukan secara otomatis, kamu mungkin gak terlalu menyadari jumlah uang yang keluar. Coba periksa kembali daftar langganan yang sedang aktif. Tanyakan pada diri sendiri apakah semua layanan tersebut masih benar-benar digunakan.

Kalau ada layanan yang hanya dibuka sesekali, kamu bisa mempertimbangkan untuk menghentikannya sementara. Beberapa layanan juga bisa digunakan secara bergantian sesuai kebutuhan. Misalnya, kamu gak harus mempertahankan banyak layanan hiburan sekaligus kalau hanya aktif menggunakan satu atau dua platform. Penghematan dari langganan mungkin terlihat kecil, tetapi sifatnya rutin sehingga dampaknya bisa terasa dalam jangka panjang.

7. Sisihkan uang sebelum membelanjakannya

ilustrasi uang (unsplash.com/Mufid Majnun)

Salah satu kesalahan dalam mengatur uang adalah menunggu sampai akhir bulan untuk menabung. Cara ini membuat uang yang tersisa sering kali lebih sedikit dari perkiraan. Kamu bisa membalik kebiasaan tersebut dengan menyisihkan uang segera setelah menerima pemasukan. Jumlahnya gak perlu besar karena tujuan awalnya adalah membangun kebiasaan. Setelah itu, barulah uang yang tersisa digunakan untuk kebutuhan dan keinginan.

Uang yang disisihkan bisa dipisahkan dari rekening untuk transaksi sehari-hari. Cara ini membuat kamu lebih sulit menggunakannya secara spontan. Kamu juga bisa menentukan tujuan tabungan supaya prosesnya terasa lebih bermakna. Misalnya, uang tersebut digunakan untuk dana darurat, liburan, membeli barang yang dibutuhkan, atau tujuan finansial lainnya.

Frugal living gak harus dimulai dari perubahan besar. Mengurangi pengeluaran harian justru bisa dilakukan melalui kebiasaan kecil yang terasa realistis. Membawa minuman dari rumah, mengurangi pesan makanan spontan, memeriksa langganan, dan memanfaatkan barang yang sudah ada bisa menjadi langkah sederhana untuk memulai.

Kamu juga gak perlu memangkas semua pengeluaran yang membuat hidup terasa menyenangkan. Fokus utama frugal living adalah membuat uang digunakan untuk hal yang benar-benar bernilai bagi kehidupanmu. Ketika dilakukan secara konsisten, penghematan kecil setiap hari bisa membantu menciptakan kondisi keuangan yang lebih teratur tanpa membuat hidup terasa terlalu terbatas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article