Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Alasan Belanja di Pasar Tradisional Lebih Seru daripada Supermarket

ilustrasi pasar
ilustrasi pasar (freepik.com/freepik)
Intinya sih...
  • Harga lebih terjangkau dan bisa negosiasi
  • Suasana ramai dan banyak interaksi sosial
  • Pilihan barang lebih variatif dan segar
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi banyak orang, belanja sudah menjadi rutinitas yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Biasanya pilihan antara pasar tradisional dan supermarket sering muncul, terutama bagi mereka yang ingin mencari harga terjangkau atau pengalaman yang berbeda. Meski supermarket terlihat rapi dan modern, pasar tradisional justru punya daya tarik tersendiri yang membuat banyak orang enggan beralih sepenuhnya.

Nah, berikut ini lima alasan belanja di pasar tradisional lebih seru daripada supermarket. Scroll dibawah ini!

1. Harga lebih terjangkau dan bisa negosiasi

ilustrasi pasar
ilustrasi pasar (freepik.com/wirestock)

Salah satu daya tarik utama pasar tradisional adalah harga barang yang relatif lebih murah dibandingkan supermarket. Penjual di pasar biasanya mendapatkan barang langsung dari petani atau pemasok lokal, sehingga rantai distribusinya lebih pendek dan harga jadi lebih ramah di kantong. Inilah alasan banyak orang lebih memilih berbelanja ke pasar, terutama untuk kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, adanya budaya tawar-menawar menambah keseruan dalam belanja. Pembeli bisa mendapatkan harga lebih rendah jika pintar bernegosiasi, sekaligus menciptakan interaksi yang menyenangkan antara penjual dan pembeli. Hal ini tentu tidak akan ditemukan di supermarket yang harga barangnya sudah paten.

2. Suasana ramai dan banyak interaksi sosial

ilustrasi pasar
ilustrasi pasar(pexels.com/Aarti Krishnan)

Belanja di pasar tradisional bukan hanya soal membeli barang, tapi juga tentang suasana. Hiruk pikuk pedagang yang memanggil pembeli, suara tawar-menawar, dan aroma khas pasar menciptakan pengalaman yang hidup dan penuh warna. Suasana ini sering membuat belanja jadi terasa lebih seru daripada suasana hening dan rapi di supermarket.

Selain itu, pasar tradisional juga menjadi tempat interaksi sosial. Pembeli bisa berbincang dengan pedagang, bertukar cerita dengan pembeli lain, atau sekadar menanyakan tips memilih bahan segar. Hal ini membuat pasar tradisional lebih terasa sebagai ruang sosial, bukan sekadar tempat transaksi.

3. Pilihan barang lebih variatif dan segar

ilustrasi pasar
ilustrasi pasar (pexels.com/Hugo Heimendinger)

Pasar tradisional dikenal sebagai tempat terbaik untuk mencari bahan segar, mulai dari sayuran, daging, ikan, hingga bumbu dapur. Barang-barang biasanya datang langsung dari kebun, ladang, atau peternakan sehingga kualitas kesegarannya lebih terjaga. Bahkan, banyak pembeli sengaja datang pagi-pagi agar bisa mendapatkan stok terbaik.

Selain segar, variasi barang di pasar tradisional juga lebih banyak. Ada banyak bahan masakan unik atau produk lokal yang sulit ditemukan di supermarket. Dari sayuran khas daerah, ikan hasil tangkapan nelayan, hingga jajanan pasar yang legendaris, semua tersedia dalam satu tempat.

4. Mendukung ekonomi lokal

ilustrasi pasar
ilustrasi pasar (pexels.com/Wei86_Travel Slow life)

Setiap belanja di pasar tradisional, secara langsung kita mendukung pedagang kecil, petani, dan nelayan lokal. Uang yang kita keluarkan biasanya akan lebih cepat berputar di sekitar komunitas, sehingga memberi dampak positif bagi perekonomian daerah. Hal ini berbeda dengan supermarket yang sebagian besar keuntungan kembali ke perusahaan besar.

Dengan mendukung pedagang lokal, kita juga ikut menjaga keberlangsungan pasar tradisional itu sendiri. Semakin banyak orang berbelanja di sana, semakin kuat daya tahan pasar untuk terus ada di tengah perkembangan zaman. Ini menjadi salah satu cara sederhana tapi bermakna dalam menjaga ekonomi rakyat kecil.

5. Menghemat waktu

ilustrasi pasar
ilustrasi pasar (pexels.com/Markus Winkler)

Meskipun terlihat ramai, belanja di pasar tradisional bisa lebih hemat waktu. Semua kebutuhan rumah tangga tersedia di satu area, mulai dari bahan makanan, peralatan dapur, sampai pakaian dan perlengkapan rumah. Kita bisa langsung mendapatkan semuanya tanpa harus berpindah ke beberapa toko berbeda.

Selain itu, ukuran pasar tradisional biasanya tidak terlalu besar seperti supermarket modern. Jadi, meski ramai, pembeli bisa lebih cepat menyelesaikan belanja tanpa harus berjalan jauh. Hal ini sangat menguntungkan, terutama bagi ibu rumah tangga atau pekerja yang ingin belanja praktis sebelum memulai aktivitas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian
Follow Us