Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Barang yang Sebaiknya Tidak Disimpan Terlalu Lama di Dompet
ilustrasi dompet (pexels.com/Ahsanjaya)
  • Dompet yang terlalu penuh dapat mempercepat kerusakan, menyulitkan pencarian kartu, dan meningkatkan risiko hilangnya informasi penting.
  • Struk tak terpakai, kartu nonaktif, uang pecahan kecil berlebih, serta foto atau catatan tidak relevan sebaiknya dipindahkan atau dibuang agar dompet tetap ringkas.
  • Catatan berisi PIN, kata sandi, atau data pribadi tidak aman disimpan di dompet; gunakan password manager atau petunjuk yang hanya dipahami pemiliknya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dompet adalah tempat penyimpanan paling personal bagi setiap orang. Mulai dari uang tunai, kartu identitas, kartu debit, hingga struk belanja, semuanya terasa praktis jika disimpan di satu tempat. Tidak heran kalau lama-kelamaan dompet menjadi semakin tebal dan penuh sesak.

Padahal, kebiasaan menumpuk barang di dalam dompet akan membuatnya berantakan. Dompet yang terlalu penuh juga bisa mempercepat kerusakan bahan, menyulitkan saat mencari kartu, bahkan meningkatkan risiko kehilangan informasi penting. Lima barang berikut ini tidak disarankan disimpan terlalu lama di dalam dompet, apa saja?

1. Struk belanja yang sudah tidak digunakan

ilustrasi struk belanja (pexels.com/Karola G)

Salah satu "penghuni gelap" di dalam dompet adalah struk belanja. Setelah membayar di kasir, banyak orang langsung memasukkannya ke dompet dengan niat akan dibuang nanti. Sayangnya, niat tersebut sering terlupakan hingga struk menumpuk selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.

Kalau struk tersebut sudah tidak diperlukan untuk keperluan garansi, penukaran barang, atau pencatatan keuangan, sebaiknya segera dibuang. Atau kamu juga bisa pindahkan ke tempat penyimpanan lain. Beberapa jenis struk dicetak menggunakan kertas termal yang mudah pudar, sehingga informasi di dalamnya bisa hilang seiring waktu.

2. Kartu yang sudah tidak aktif

ilustrasi dompet kartu (pexels.com/Rann Vijay)

Coba buka dompetmu sekarang. Mungkin masih ada kartu anggota toko yang sudah lama tidak dipakai, kartu transportasi yang masa berlakunya habis, atau kartu akses dari tempat kerja lama. Semakin banyak kartu yang tidak aktif, semakin sulit pula menemukan kartu yang benar-benar kamu gunakan setiap hari.

Sebaiknya simpan hanya kartu yang memang sering dipakai. Misalnya, kartu identitas, kartu debit atau kredit, kartu transportasi yang masih aktif, serta kartu penting lainnya. Kalau masih ingin menyimpan kartu lama karena alasan tertentu, pindahkan ke kotak penyimpanan khusus di rumah agar dompet tetap ringkas.

3. Terlalu banyak uang tunai pecahan kecil

ilustrasi dompet (pexels.com/Karola G)

Membawa uang tunai memang tetap penting, meski pembayaran digital kini semakin umum digunakan. Namun, bukan berarti semua uang receh atau pecahan kecil harus terus disimpan di dalam dompet. Sering kali sisa kembalian dari berbagai transaksi menumpuk hingga membuat dompet mengembung.

Padahal, sebagian uang tersebut mungkin jarang digunakan. Kalau jumlahnya sudah cukup banyak, pindahkan ke celengan atau tempat penyimpanan di rumah. Selain membuat dompet lebih tipis, cara ini juga memudahkanmu menghitung uang yang benar-benar tersedia untuk kebutuhan sehari-hari.

4. Foto, catatan, atau kertas yang sudah tidak relevan

ilustrasi dompet (pexels.com/ Emil Kalibradov)

Sebagian orang masih menyimpan foto kecil, daftar belanja lama, catatan nomor telepon, atau secarik kertas berisi informasi yang sebenarnya sudah tersimpan di ponsel. Memang tidak ada yang salah dengan menyimpan benda-benda sentimental. Namun, kalau jumlahnya terlalu banyak, dompet akan cepat penuh dan kurang praktis digunakan.

Kalau ada foto yang sangat berharga, kamu bisa menyimpannya di album atau tempat khusus agar kondisinya lebih awet. Begitu juga dengan catatan penting. Saat ini, hampir semua informasi bisa disimpan secara digital melalui aplikasi catatan atau kontak di ponsel sehingga tidak perlu memenuhi ruang di dalam dompet.

5. Password, pin, atau data pribadi yang ditulis di kertas

ilustrasi mata uang rupiah (unsplash.com/bady)

Ini mungkin terdengar sepele, tapi masih banyak orang yang menyimpan catatan kecil berisi PIN ATM, password, atau kode akses di dalam dompet. Padahal, jika dompet hilang dan ditemukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, informasi tersebut bisa disalahgunakan. Hal ini tentu akan sangat berbahaya bagi keamanan dirimu.

Kalau memang sulit mengingat PIN atau kata sandi, gunakan aplikasi password manager. Aplikasi tersebut memiliki sistem keamanan lebih baik, atau buat petunjuk yang hanya kamu pahami tanpa menuliskan informasi secara lengkap. Jangan pula menyimpan salinan data yang memuat informasi sensitif di dalam satu tempat, ya!

Meluangkan sedikit waktu untuk merapikan dompet punya manfaat yang cukup besar. Kamu bisa lebih mudah menemukan barang, mengurangi risiko kehilangan data penting, sekaligus menjaga dompet tetap awet karena tidak dipenuhi benda-benda yang tidak lagi memiliki fungsi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article