Tsutaya Books Bukit Jalil, Malaysia. (IDN Times/Dina Salma)
Sebuah buku di Indonesia rata-rata harganya Rp70-150 ribuan, kalau buku tersebut diimpor dari negara lain, harganya lebih tinggi lagi, minimal Rp100 ribuan. Kita ambil contoh buku berjudul "Let them Theory" karya Mel Robins yang tengah populer di kalangan muda. Buku The Let Them Theory yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia harganya Rp95 ribuan, sementara untuk versi bahasa Inggris dibanderol dengan harga Rp644 ribuan.
Buku yang sama di negara asalnya, Amerika Serikat, harganya $13.56 atau sekitar Rp246 ribuan. Sementara di Malaysia, buku dengan judul serupa harganya 129.90MYR, dan di Singapore 39.95 SGD.
Jadi, buku berjudul Let Them Theory di berbagai negara dapat berbeda meskipun harga aslinya sekitar $13.56. Harga online dari toko buku yang sama di berbagai negara adalah sebagai berikut:
Indonesia Rp644 ribuan
Malaysia 129.90MYR atau Rp580.000 ribuan
Singapore 39.95SGD atau Rp567.000 ribuan
India ₹699.00 atau Rp136.305 ribuan
Inggris EUR13.87 atau Rp281.715 ribuan
Mengapa harga sebuah buku impor di Indonesia cukup tinggi jika dibandingkan dengan negara lain? Tentu terdapat beberapa faktor yang memengaruhi, misalnya kebijakan negara asal, kurs, dan lain-lain. Selain hal itu, buku dengan penulis internasional yang di impor ke Indonesia akan dikenakan pajak.
Dikutip dari artikel Direktorat Jenderal Pajak (DJP), buku impor karya penulis mancanegara dapat dikenai sejumlah pungutan pajak. Berdasarkan ketentuan PPh Pasal 22, impor buku dapat dikenai tarif sebesar 2,5 persen dari nilai impor bagi importir yang menggunakan Angka Pengenal Impor (API) dan 7,5 persen bagi importir non-API. Selain itu, artikel DJP tersebut menjelaskan pengenaan PPN sebesar 11 persen atas impor buku. Namun, terdapat pengecualian untuk kategori buku tertentu yang memenuhi persyaratan pembebasan pajak.
Nasib buku dengan judul yang sama namun diterjemahkan dalam bahasa Indonesia maka mengalami perubahan harga. Masih dengan buku berjudul Let Them Theory, harga buku tersebut jika telah ditranslasi dalam bahasa Indonesia, harganya Rp95 ribuan. Hal serupa terjadi di negara lain, dengan rincian sebagai berikut:
Indonesia Rp95 ribuan
India ₹299 atau sekitar Rp58 ribuan
Malaysia RM45.00 atau sekitar Rp201 ribuan
Data di atas memaparkan, sebuah buku dengan judul yang sama dapat memiliki harga yang sangat berbeda dari masing-masing negara. Salah satu penyebabnya adalah pungutan pajak yang dikenakan pada setiap buku.
Nah, mengapa harga buku di Indonesia bisa lebih tinggi daripada negara lain? Ternyata, pajak buku cetak di Indonesia termasuk tinggi jika dibandingkan dengan negara lain. Bahkan, pemerintah Malaysia, India, hingga UK membebaskan pajak buku, artinya ketika seseorang membeli buku, tak ada pungutan pajak yang harus dibayarkan.
Menurut International Publishers Association, berikut adalah pungutan pajak buku cetak untuk beberapa negara:
Indonesia: 11 persen
Singapore: 9 persen
Malaysia: 0 persen
India: 0 persen
UK: 0 persen